Gangguan tidur

Penyakit tidur (gangguan tidur-bangun) menghubungkan keadaan dengan kualitas, waktu, serta jumlah tidur, dimana menyebabkan stres pada siang hari serta kelainan fungsi. Penyakit tidur-bangun terkadang terjadi bersamaan dengan keadaan medis maupun keadaan kesehatan mental lainnya (depresi, kecemasan, maupun kelainan psikologis). Berdasarkan tipe penyakit tidur, barangkali mengalami kesulitan tidur serta merasa sangat lelah di sepanjang hari. Kurang tidur sanggup berdampak negatif pada energi, suasana hati, konsentrasi, serta kesehatan tubuh hingga mental. Bila penyakit tidur tidak disebabkan oleh keadaan lain, perawatan lazimnya mengaitkan gabungan perawatan medis serta perubahan gaya hidup. 

Sangat penting menerima diagnosa serta mengikuti perawatan bila gejala pasien terlihat aneh dalam mengalami gangguan tidur. Bila tidak secepatnya diatasi, efek buruk dari gangguan tidur sanggup mengakibatkan keadaan kesehatan lebih menurun. Penyakit tidur (gangguan tidur) sanggup menguasai kinerja pasien di tempat kerja, menyebabkan hubungan menjadi dingin, serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Jenis penyakit tidur yang paling lazim adalah insomnia. Insomnia  dikenal dengan kesulitan tidur. 

Orang dengan insomnia mengalami ngantuk yang berlebihan pada siang hari serta gangguan psikologis lainnya ketika mereka bangun. Insomnia diduga sebagai keadaan serius saat pasien membuktikan gejala setidaknya tiga kali dalam seminggu sekitar tiga bulan. Berdasarkan perhitungan statistika, mencapai sepertiga orang dewasa hidup dengan mengalami insomnia. Penyakit tidur biasanya dikarenakan adanya masalah pribadi, itulah sebabnya insomnia berlangsung pada orang dewasa. 

Tipe penyakit tidur (gangguan tidur) yang lazim, meliputi:

  • Insomnia
  • Apnea tidur
  • Sindrom kaki gelisah (RLS)
  • Narkolepsi

Insomnia terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Insomnia jangka pendek. Kelainan ini berlangsung tidak lebih dari 3 minggu. Insomnia tipe ini diakibatkan mengkonsumsi zat yang menarik, masalah pribadi, perubahan lingkungan serta kebersihan tidur yang buruk.
  • Insomnia kronis. Sanggup berlangsung lebih dari 3 minggu. 

Gangguan tidur kronis sanggup mempunyai asal yang berbeda, meliputi:

  • Insomnia psikologis dicetus oleh kejadian dimana sanggup membuat stres. Sanggup menjadi kronis saat mulai takut untuk tidak tidur maupun kurang tidur.
  • Insomnia psikiatri menguasai individu dengan kelainan mental.
  • Insomnia terlibat obat menyerang orang yang memakai amfetamin, anti depresi, obat antiparkinson, maupun obat anti cemas.
  • Insomnia juga sanggup dipicu oleh masalah kesehatan. Gangguan pernapasan (apnea-hypopnea) sanggup menimbulkan penyakit tidur (kurang tidur). Pasien  berhenti bernafas selama lebih dari 10 detik. Gangguan pernapasan sanggup menimbulkan terbangun tiba-tiba. Kondisi medis juga menyebabkan sulit tidur. 

Gejala Gangguan tidur

Gejala penyakit tidur termasuk ngantuk di siang hari serta susah tidur di malam hari. Barangkali sanggup tidur diwaktu yang tidak tepat, contohnya pada saat mengemudi. Gejala lain barangkali bernapas dengan cara yang tidak umum maupun mengalami sesuatu tidak nyaman dalam bergerak ketika mencoba tidur. Mempunyai pola tidur serta bangun yang tidak teratur adalah gejala lain dari gangguan tidur (penyakit tidur).

Namun terkadang juga tanda-tanda susah tidur sanggup dilihat dari gangguan yang dialami. Bila menderita disomnia, maka otomatis pola tidur akan terganggu. Disomnia lazimnya dimanisfestasikan oleh insomnia, timbul dari hipersomnia. Kelainan ini lazimnya diakibatkan oleh jet lag. 

Gejala terlibat disomnia beragam, dimana berdasarkan insomnia, yakni:

  • Jam tidur tidak teratur. Kelainan ini dinamakan insomnia psikogenik.
  • Jam istirahat bertambah, Sering bangun di malam hari maupun bangun terlalu cepat di pagi hari. Tipe kelainan ini timbul dari ekstrinsik.
  • Kesulitan bernafas. Individu berhenti bernafas saat tidur. Cenderung bangun secara teratur di tengah malam.
  • Mengonsumsi kafein serta obat-obatan. Kopi sanggup menimbulkan terbangun di malam hari. Alkohol juga sanggup menyebabkan gejala yang sama. Sanggup menimbulkan kondisi setengah tidur.
  • Narkolepsi. Sanggup menyebabkan kantuk di siang hari. Gangguan ini sering tergolong halusinasi visual serta kelumpuhan tidur. Terakhir sanggup dimanifestasikan oleh kelumpuhan otot saat tidur. Hal ini juga sanggup terbangun di malam hari.

Gejala yang terlibat dengan gangguan tidur sanggup dibedakan bila individu adalah korban parasomnia. Kelainan ini adalah penyakit tidur dimana sanggup mempengaruhi orang yang rentan terhadap mimpi yang mengganggu, tidur sambil berjalan, emosi yang kuat, gerakan yang tidak terkontrol, dan mimpi buruk (mimpi diganggu makhluk halus). 

Gangguan tidur yang timbul dengan cara yang berbeda, meliputi:

  • Sleepwalking. Sleepwalking adalah sesuatu dimana sanggup berlangsung dengan melakukan gerakan tertentu seperti tidur sambil berjalan. Individu tetap tidak sadar serta tidak berbicara. Sleepwalking adalah tipe penyakit tidur yang dikenal sebagai parasomnia. Parasomnia adalah aktivitas abnormal ketika tidur. Gejala sleepwalking adalah dimana sanggup mengaitkan aksi sederhana maupun cara yang diterapkan setiap individu saat tidur. Proses sleepwalking (tidur sambil berjalan) sanggup berlangsung dalam hitungan detik hingga setengah jam. Gejala awal dari parasit NREM lainnya serta tidur sambil berjalan maupun sleepwalking adalah bahwa individu tersebut hampir tidak pernah mengingat aksi tersebut saat mereka bangun. Maka dari itu, mereka terkadang mempelajari cara tidur sambil berjalan dari anggota keluarga maupun teman serumah. 
  • Teror. Sanggup muncul sejak jam pertama tidur. Ditandai dengan berteriak. Terkadang disertai dengan keringat malam, denyut jantung cepat, serta sulit bernapas. Hal ini juga sulit diingat setelah bangun. 
  • Mengigau saat tidur. Mengigau adalah tipe parasomnia paling lazim. Mengigau saat tidur sanggup membuat berbicara sendiri (seakan-akan ada lawan yang sedang berbicara). Mengigau saat tidur sanggup terjadi akibat faktor fisik serta psikologis. Mengigau saat tidur juga sanggu berlangsung di beberapa tahap tidur (baru saja tidur hingga terlelap). Mengigau adalah suatu hal yang kerap kali terjadi pada anak-anak. Mengigau adalah kelainan tidur dimana sanggup mengucapkan seseorang maupun mengucapkan hal yang kurang jelas. 
  • Menggeretakkan gigi. Hal ini disebabkan oleh bruksisme nokturnal. Individu tidak menyadari isyarat ini, dilakukan tanpa sadar.
  • Ngompol. Hal ini sering menyerang anak kecil. Inkontinensia urin ini tidak menjadi masalah bila berlangsung selama 6 tahun pertama.
  • Mimpi buruk. Sanggup dinamakan mimpi diganggu makhluk halus, serta terkadang membuat tiba-tiba terbangun. Terkadang kejadian ini mudah diingat. Mimpi diganggu makhluk halus juga sanggup diartikan dengan suasana yang buruk serta malas. 
  • Tidur REM. Mengarah pada aksi kekerasan. Selama tidur, individu tanpa sadar menyerang kelompoknya. Sanggup juga melukai dirinya sendiri. Ketika bangun, seringkali mempunyai pandangan yang tidak menyenangkan di pikiran.

Walking Sleep Disorders

Penyebab Gangguan Tidur

Gangguan tidur sanggup disebabkan oleh berbagai faktor. Sekalipun penyebabnya barangkali berbeda, namun hasilnya adalah siklus alami tubuh untuk tidur serta terjaga di siang hari terganggu maupun dibesar-besarkan. 

Beberapa faktor penyebab gangguan tidur, meliputi:

  • Fisik (maag).
  • Medis (asma).
  • Psikiatri ( depresi, kecemasan).
  • Lingkungan (konsumsi alkohol).
  • Kerja shift malam 
  • Genetika (narkolepsi).
  • Konsumsi obat.
  • Penuaan (Diperkirakan separuh dari semua orang dewasa di atas usia 65 tahun mengalami gangguan tidur. Tidak sanggup diprediksi apakah hal itu normal dari penuaan maupun akibat obat-obatan yang lazim dikonsumsi oleh orang lanjut usia).

Diagnosa Gangguan Tidur

Bagi individu dimana menderita gangguan tidur yang sangat buruk, banyak tes diagnostik yang tersedia yang sanggup memberikan penjelasan yang lebih baik mengenai masalahnya. 

Diagnosa tersebut termuat:

  • Oksimetri semalam. Dilakukan dengan lampu merah serta sensor yang mendeteksi perubahan warna darah dimana barangkali sanggup membuktikan terjadinya denaturasi (kehilangan oksigen). Pengujian ini lazimnya dilakukan di rumah saat tidur. Serta sanggup mengidentifikasi individu yang berisiko mengalami gangguan pernapasan nokturnal. 
  • Polisomnografi (PSG). Pengujian ini sanggup mendiagnosis banyak gangguan tidur, termasuk sleep apnea hingga sindrom kaki gelisah serta parasomnia, juga barangkali berfungsi dalam mengesampingkan penyebab insomnia lainnya. 
  • Studi Titrasi. Titrasi dengan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) lazimnya dilakukan pada malam yang sama sebagai polisomnogram diagnostik (PSG) dalam menghemat waktu tunggu, menghemat biaya bagi pasien, serta segera sanggup mengobati sleep apnea. 
  • Multiple Sleep Latency Testing (MSLT). Sanggup dinamakan studi tidur siang. Sama dalam pengaturan dengan polisomnogram (PSG) yang telah dijelaskan. Pengujian ini berguna dalam mendeteksi rasa kantuk di siang hari yang berlebihan. Barangkali timbul berbagai gangguan (sleep apnea, hipersomnia idiopatica), serta narkolepsi. Spesifiknya, permulaan awal REM dalam periode tidur ini barangkali membuktikan narkolepsi. 
  • Aktigrafi. Aktigrafi adalah pengukuran aktivitas dalam menggunakan perangkat kecil berukuran jam tangan. Perangkat ini memonitor gerakan serta sanggup digunakan untuk menilai siklus tidur-bangun, maupun ritme sirkadian dalam jangka waktu yang lama.
  • Sleep Diary. Buku harian tidur (catatan waktu tidur), kadangkala berguna dalam menilai gangguan ritme sirkadian maupun insomnia, terutama sebagai tambahan untuk data aktigrafi. Juga sanggup dipakai dalam menilai masalah tidur pada anak-anak. Lazimnya, mereka adalah catatan kertas serta dokumen tidur, serta sanggup terjaga selama beberapa minggu dan bulan saat tidur. 
  • Belajar di rumah. Barangkali tergolong sebuah penelitian terbatas dimana sanggup memantau parameter dasar tidur (kadar oksigen, detak jantung, dan pergerakan dada) Studi ini sanggup dilakukan di rumah melalui penggunaan mesin CPAP, termasuk studi titrasi otomatis. 

Pengobatan Gangguan Tidur 

Perawatan untuk gangguan tidur sangatlah bermacam-macam, tergantung pada gejala serta keadaan yang dialami oleh setiap individu. Ada dua perawatan yang sanggup mengatasi gangguan tidur, yaitu perawatan medis serta perubahan gaya hidup. 

Perawatan media, meliputi:

  • Konsumsi obat tidur
  • Suplemen melatonin
  • Konsumsi obat flu
  • Konsumsi obat untuk masalah kesehatan yang mendasari
  • Alat pernapasan maupun operasi (lazimnya untuk apnea tidur)
  • Pelindung gigi (lazimnya untuk menggeretakkan gigi)

Perawatan melalui perubahan gaya hidup, antara lain:

  • Mengkonsumsi sayuran dan ikan yang lebih banyak
  • Mengurangi asupan gula
  • Rutin olahraga serta peregangan
  • Berkomitmen dalam jadwal tidur yang teratur
  • Minum lebih sedikit air sebelum tidur
  • Mengurangi konsumsi kafein
  • Membatasi konsumsi tembakau dan alkohol
  • Konsumsi makanan rendah karbohidrat sebelum tidur
  • Menjaga berat badan yang sehat sesuai panduan dokter

Referensi:

  1. Sleepfoundation: sleep disorders
    https://www.sleepfoundation.org/sleep-disorders
  2. Mayo Clinic: what are sleep disorders?
    https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleep-disorders/symptoms-causes/syc-20354018
  3. Psychiatry: what are sleep disorders?
    https://www.psychiatry.org/patients-families/sleep-disorders/what-are-sleep-disorders
  4. Healthline: sleep disorders
    https://www.healthline.com/health/sleep/disorders#What-are-sleep-disorders
  5. Sleepfoundation: what is sleepwalking
    https://www.sleepfoundation.org/parasomnias/sleepwalking
  6. Cleveland Clinic: causes of sleep disorders
    https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11429-common-sleep-disorders  causes
  7. Very Well health: Diagnostic of sleep disorders
    https://www.verywellhealth.com/diagnostic-tests-for-sleep-disorders-3015108

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *