Codeine

Codeine adalah bahan penyembuh nyeri ringan sampai sedang. Kodein terdapat dalam tablet 10 mg, 15 mg dan 20 mg, serta kapsul dan sirup. Codeine adalah pengurang sakit opioid yang berasal dari ekstrak tanaman opium. mengurangi rasa sakit melalui penurunan reaksi nyeri yang didapat oleh organ pemikir. Di samping meredakan nyeri, codeine pun boleh meredakan reaksi batuk pada orang dewasa. Akan tetapi, fungsi codeine untuk pemakaian obat batuk kering perlu dihimbau sebab belum ada cukup fakta klinis. Obat codein ialah opiat sintetik alkaloid yang termasuk penyampai pesan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino dimana berfungsi pada penerima opit pengikat protein. Mendekati tahun 2013, pemakaian codeine pada anak sebagai petunjuk batuk serta sakit berat ringan-sedang banyak ditemukan. Akan tetapi, ketika sudah ada informasi kejadian parah mengenai pemakaian kodein pada anak, resep obat codein pada anak berumur di bawah 12 tahun sudah dilarang.

Peringatan Menjelang Pemakaian Codeine

Fungsi Codeine digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang. Selain itu, obat ini juga dapat digabungkan bersama obat lain untuk meredakan batuk. Obat ini termasuk dalam kelas obat analgesik opioid dan antitusif. Saat mengatasi rasa nyeri, codeine akan bekerja dengan mengubah cara kerja otak dan sistem saraf merespons rasa sakit. Sementara, saat meredakan batuk, obat ini akan menurunkan aktivitas salah satu bagian otak yang menyebabkan batuk. Obat codeine juga menjadi salah satu bahan dalam obat batuk pilek, serta seringkali dikombinasikan dengan acetaminophen, aspirin, carisoprodol, dan promethazine.

  • Jangan gunakan codeine bila ada kelainan saluran nafas misal sesak nafas, maupun adanya ganjalan pada tali perut serta perut besar.
  • Berhati-hati bila mempunyai kelainan buah pinggang, lever dan gangguan organ pernapasan akut, cedera kepala, ada tumor pada organ pemikir, sakit jiwa serta masalah pada kelenjar ludah perut.
  • Informasikan ke ahli medis bila terdapat radang prostat, susah pipis atau terdapat gangguan kelenjar adrenal.
  • Informasikan ke ahli medis bila sedang ada kecanduan narkoba maupun minuman keras. 
  • Informasikan ahli medis bila tengah proses pemulihan depresi, gangguan parkinson atau sakit kepala sebelah. 
  • Jangan menyetir atau menggunakan alat berat sesudah meminum obat Codeine sebab efek samping kodein bisa ngantuk dan pusing. 
  • Kalau terdapat reaksi alergi obat maupun kelebihan dosis, temui ahli medis. 

Dosis dan Aturan Pakai Codeine

Dosis codein akan disesuaikan menurut kondisi serta respons pasien pada perawatan ini. Rincian dosis codein yang diminum adalah : Dokter akan menyesuaikan dosis codein dengan kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan ini. 

Tujuan: meredakan nyeri ringan dan sedang

  • Dewasa: 15-60 mg tiap 4 jam. Dosis maksimal per hari 360 mg.
  • Anak-anak di atas 12 tahun: 0,5-1 mg/kgBB, diberikan tiap 6 jam. Dosis maksimal per hari 240 mg.

Tujuan: meredakan batuk

  • Dewasa: 15-30 mg 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak: 3 mg untuk anak usia 2-5 tahun, dan 7,5-15 mg untuk anak usia 6-12 tahun, 3-4 kali sehari.

Tujuan: meredakan diare akut.

  • Dewasa: 15-30 mg 3-4 kali sehari.

Cara menggunakan Codeine yang tepat

Turuti saran ahli medis mengenai penggunaan codeine. Obat codeine boleh diminum sebelum maupun setelah makan. Tenggak obat langsung dengan air putih, namun bila terasa enek boleh minum pake susu atau ketika sedang makan. Minum codeine mengikuti dosis yang diberikan ahli medis, tanpa mengurangi atau menambah dosisnya sebab berpeluang menimbulkan efek samping kodein yang mengancam misal gejala putus obat sampai overdosis. Jika obat codeine terlewat untuk diminum, minumlah secepatnya bila jarak minum berikutnya tidak terlalu pendek. Simpan codeine di tempat sejuk dan kering serta terhindar dari sinar matahari. Jauhkan codeine dari jangkauan anak-anak.

codeine adalah

Interaksi Codeine dengan Obat Lainnya

Sejumlah interaksi yang barangkali timbul bila obat codein bareng dengan penawar berikut : Memicu efek samping kodein yang mengancam bila diminum bareng dengan obat penahan enzim.

  • Menaikkan dampak negatif gangguan pernapasan bila diminum bersama anestesi serta antihistamin. 
  • Menaikkan takaran kodein dalam darah bila diminum bareng cimetidine. 
  • Menaikkan resiko timbulnya susah buang air besar kalau diminum bareng antikolinergik serta antidiare. 
  • Adanya dampak berlawanan bila kodein diminum dengan domperidone serta metoclopramide. 

Kenali Efek Samping dan Bahaya Codeine

Efek samping kodein belum pasti timbul, akan tetapi bila dampak negatif sangat mengusik maupun memburuk, carilah bantuan medik. 

Sejumlah efek samping kodein meliputi :

  • Ada rasa bingung, pusing, dan sakit kepala yang menyebabkan penderita merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo). Bila obat codein menimbulkan rasa pusing, tertelentanglah supaya tidak terjatuh dan perlahan duduk jika merasa lebih enak. Dampak negatif ini akan musnah dalam sejumlah hari jika badan sudah terbiasa dengan codeine. Bila tak kunjung membaik, kontak ahli medis. 
  • Susah buang air besar. Makan lah asupan yang memuat serta berlimpah misal buah, sayuran serta sereal.  Minum banyak air dalam sejumlah gelas setiap harinya dan hindari minuman keras. Olahraga ringan pun boleh menurunkan gejala tersebut dan bila konstipasi tak kunjung reda, konsumsi obat pencahar.
  • Mulut kering. Mamah lah permen karet ataupun permen tanpa gula. Ahli medis barangkali akan memberi substitusi air liur buatan agar mulut terjaga kelembabannya.  
  • Mual atau muntah. Minumlah codeine dengan makanan atau tepat sesudah makan atau ngemil demi mengurangi mual. Bila sedang tidak fit, cobalah minum air sesering mungkin. Dampak negatif ini umumnya akan musnah dalam sejumlah hari. Kontak ahli medis bila gejala tersebut terjadi lebih lama. 
  • Mengantuk. Efek samping ini akan hilang dalam sejumlah hari ketika badan terbiasa dengan kodein. 
  • Sakit kepala. Minumlah obat pereda sakit misal parasetamol atau ibuprofen. 

Pergi ke unit gawat darurat secepatnya atau periksa ke ahli medis bila timbul efek samping kodein seperti di bawah ini : 

  • Demam.
  • Meriang atau gemetar.
  • Sulit tidur.
  • Denyut jantung tidak beraturan.
  • Napas pendek dan tidak beraturan.
  • Berkeringat secara berlebihan.
  • Kulit atau mata menguning.
  • Gangguan penglihatan.
  • Perubahan pada perilaku.
  • Kejang-kejang.
  • Pingsan

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai