Manfaat Kapulaga

Deskripsi kapulaga

Apa itu cardamom? Buah kapol atau kapulaga adalah bumbu yang ditemukan dalam masakan India, Arab dan Asia. Aroma kapol sangat kuat, jadi sebaiknya digunakan dengan hemat. Rasa kapulaga akan terasa seperti lemon dan pedas (tapi tidak pedas) dan ada rasa getah pinus. Di bagian aftertaste, kita juga bisa menemukan sedikit rasa minty.

Manfaat kapulaga bagi tubuh ialah untuk membantu pencernaan, sebagai antiseptik, sumber kalsium dan magnesium, sumber vitamin B2 dan B6 dan melawan bau mulut. Buah kapulaga relatif mengandung kalori tinggi yaitu 321 Kal / 100g tetapi jumlah yang dikonsumsi tidak seberapa.

Bentuk tanaman kapulaga

Apa itu kapulaga? Kapulaga adalah buah tanaman yang dikeringkan, direduksi menjadi bubuk untuk mendapatkan bumbu yang digunakan dalam memasak. Anda juga bisa menggunakannya dalam bentuk minyak esensial berupa pijatan yang diencerkan dengan minyak netral.

Khasiat kapulaga

Apa manfaat kapulaga untuk kesehatan, sehingga kita harus mengkonsumsinya? Tanaman kapol memiliki beberapa kegunaan.

Berbagai manfaat kapulaga yang kerap dijumpai :

  • Merangsang. Kegunaan kapulaga sangat merangsang fungsi otak, karena ternyata juga memiliki sifat afrodisiak.
  • Melawan bau mulut. Untuk menetralkan bau menyengat seperti bawang putih, kunyahlah biji cardamom di akhir waktu makan.
  • Sumber seng. Seng berpartisipasi dalam berfungsinya pankreas dengan benar dan dalam pembaruan sel dengan melawan radikal bebas secara efektif.
  • Sifat analgesik. Kapulaga telah digunakan untuk mengobati infeksi pada gigi dan gusi di Asia Selatan selama ratusan tahun, kandungan vitamin B2-nya yang memberikan sifat analgesiknya.
  • Kebajikan pencernaan. Kapulaga bubuk dikonsumsi dalam bentuk teh herbal, mengurangi kembung dan gas dan juga merupakan antispasmodik yang sangat baik. Jika mulas setelah makan, ini akan membantu Anda meredakan refluks asam, terutama jika Anda menaburkan rempah kapulaga atau mengonsumsi infus rasa.
  • Vitamin B2 dan B6. Vitamin ini akan membantu merangsang nafsu makan dan fungsi otak, selain itu juga memiliki aksi analgesik yang menarik. Kami menemukan vitamin B6 dalam jumlah yang baik di kapol, ini akan membantu menyerap magnesium dan sintesis keratin untuk menjaga kecantikan kulit.
  • Sumber mineral esensial. Kalsium ditemukan dalam jumlah besar di kapol memfasilitasi pembekuan darah, mengatur sistem saraf dan aritmia jantung. Kalsium berperan besar dalam membangun dan memelihara kesehatan tulang dan gigi yang baik. Kehadiran magnesium juga membantu berfungsinya otot, saraf dan usus, juga mengurangi kekakuan otot dan kram.

Cardamom: properties, benefits and virtues of this spice

Cara mengolah kapulaga

Kapulaga adalah bumbu remineralisasi. Seperti bumbu lainnya, kia dapat disimpan jauh dari panas, cahaya, dan kelembaban dalam wadah kedap udara. Untuk mendapatkan manfaat dari khasiat kapulaga, cukup menambahkan hidangan dengan bumbu kapulaga dan mencampurkannya secara khusus dengan kunyit dan jahe. Kapol mudah dikonsumsi dalam teh herbal dan meningkatkan rasa buah, sayuran serta daging putih. Pada daging, sangat cocok dicampur dengan kunyit, jahe dan jeruk nipis. Ini dapat digunakan dalam memanggang dan untuk meningkatkan rasa selai atau kolak, juga memberi rasa pada buah pada resep berbasis coklat seperti kue atau mousse coklat.

Kontraindikasi tumbuhan kapulaga

Pohon kapol merupakan tumbuhan liar yang telah didomestikasi di India. Digunakan pertama kali di Eropa berasal dari Abad Pertengahan ketika dimasukkan ke dalam komposisi minuman yang disajikan sebagai minuman beralkohol. Berhati-hatilah saat mengonsumsi terlalu banyak kapol pada orang dengan penyakit jantung atau hati yang parah. Bukan manfaat buah kapulaga yang akan diperoleh, tetapi justru akan memperburuk kondisi orang tersebut.

Referensi

  1. Sencha Tea Bar: Spice Up Your Routine with Cardamom Tea: https://senchateabar.com/blogs/blog/cardamom-tea
  2. healthline: 10 Health Benefits of Cardamom, Backed by Science: https://www.healthline.com/nutrition/cardamom-benefits
  3. ScienceDirect: Cardamom (Elettaria cardamomum) perinatal exposure effects on the development, behavior and biochemical parameters in mice offspring: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1319562X1730216

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai