Heroin

Apa itu heroin 

Berdasarkan dari sejumlah pertanyaan mengenai apa itu heroin, maka pada artikel ini akan dibahas semua tentang apa itu heroin. Heroin adalah obat dimana terkategori narkotika. Heroin adalah obat tipe opioid, diturunkan dari morfin. Heroin sanggup menimbulkan perasaan euforia, namun dengan sejumlah efek samping heroin, mulai dari mual hingga kecanduan. Bentuk heroin adalah dimana bercirikan bubuk putih sederhana dengan rasa pahit serta sering disalahgunakan untuk efek euforiknya 

Heroin adalah obat adiktif dimana berasal dari morfin alkaloid yang ditemukan dalam tanaman opium poppy. Lazimnya heroin dikonsumsi melalui disuntik, dihisap, maupun dihirup melalui hidung. Hal tersebut membuktikan sifat euforia, anti kecemasan, serta pereda nyeri. Bentuk heroin juga dikenal sebagai diacetylmorphine serta diamorphine. Diamorfin kelas medis dipakai sebagai garam hidroklorida murni dimana sanggup dibedakan dari heroin tar hitam, campuran variabel turunan morfin. Diamorfin dipakai secara medis di sejumlah negara dalam menghilangkan rasa sakit, yakni ketika bersalin maupun tiba-tiba serangan jantung, serta dalam terapi penggantian opioid. Heroin mempunyai 3 macam jenis, yakni farmasi, nomor 3, serta tar hitam. 

Bagaimana heroin dibuat

Heroin adalah obat dimana sanggup dinamakan hemi opioid sintetis. Opioid adalah unsur kimia sintetis dimana sanggup bekerja dalam sistem saraf. Nama opioid berasal dari nama opium, artinya unsur dimana sanggup diperoleh dari poppy tidur, serta sanggup bekerja dalam sistem saraf. Sintesis hemi adalah operasi dimana sanggup mengubah morfin tanpa memperoleh unsur baru, serta itulah alasan menciptakan heroin. Heroin berasal dari daerah yang sama dengan morfin, di mana bunga opium tumbuh, di Asia serta Amerika Selatan. Tetapi pengolahannya berlangsung di laboratorium, sanggup disintesis dimanapun. 

Efek heroin bagi tubuh

Dulunya, heroin lazimnya dipakai untuk obat batuk. Namun seiring berjalannya waktu, heroin dipakai sebagai obat dimana sanggup menimbulkan adiksi maupun efek samping heroin yang ketergantungan (kecanduan). Mengkonsumsi obat tersebut tidak cuma menimbulkan efek samping heroin terhadap tubuh, namun juga menimbulkan efek positif bagi tubuh, maka dengan itulah mengapa orang ingin mengkonsumsi obat tersebut. Salah satu efek dimana dicari oleh pengguna heroin adalah perasaan euforia, dimana terkait dengan produksi dopamin serta serotonin, hormon kesenangan serta kebahagiaan. Mengkonsumsi heroin juga sanggup menenangkan pikiran,lazimnya bereaksi beberapa menit setelah dikonsumsi. 

Heroin

Berbagai  efek heroin yang negatif dimana sanggup ditimbulkan dalam tubuh :

  • Mual
  • Muntah
  • Kerusakan seksual
  • Kecanduan
  • Pernapasan terganggu
  • Siklus menstruasi terganggu
  • Peradangan jantung
  • Insomnia
  • Kurang konsentrasi
  • Depresi

Penggunaan heroin, khusus bentuk heroin dalam suntikan, sanggup meningkatkan risiko terjadinya penyakit dimana disebarkan lewat darah, contohnya HIV serta hepatitis

Sangat perlu diperhatikan, tidak semua orang beraksi dengan efek heroin yang sama terhadap penggunaan heroin, serta mereka mencoba obat hal tersebut akan menjadi resiko mereka tersendiri. Namun penggunaan obat tersebut lebih berbahaya pada individu dimana telah mengalami gangguan mental. 

Bahaya heroin 

Selain efek samping heroin dimana tidak diinginkan, mengkonsumsi heroin secara rutin dengan cepat sanggup menimbulkan kecanduan. Awalnya pengguna merasakan euforia ingin bereproduksi, namun setelah beberapa minggu tubuh mereka terbiasa dengan obat heroin serta kenikmatan semakin hari berkurang. Tidak adanya unsur zat tersebut dalam tubuh, sehingga menciptakan kekurangan dimana memerlukan lebih banyak heroin untuk dipuaskan, itulah sebab mengapa pengguna kecanduan. Melalui kecanduan tersebut, menimbulkan sejumlah bahaya heroin dalam tubuh hingga kehidupan keluarga. 

Sejumlah bahaya heroin dimana sanggup ditimbulkan:

  • Hidup sehari-hari terganggu, termuat merusak kehidupan sosial, keluarga, serta harga diri.
  • Pengabaian nafsu individu.
  • Merasakan ketidaknyamanan.
  • Penggunaan heroin pada wanita hamil sanggup menimbulkan malformasi pada janin.
  • Merasa ngantuk.
  • Overdosis, jatuh koma, maupun hingga kematian.

Alangkah baiknya hentikan penggunaan heroin demi menghindari resiko bahaya heroin tersebut. Lebih baik memulai berhenti sekarang daripada menunggu terlalu lama. 

Cara menghentikan heroin sanggup dilakukan lewat metode dibawah ini :

  • Bila baru saja kecanduan, hentikan mengkonsumsinya setidaknya selama 3 minggu.
  • Bila kecanduan sudah terlalu akut, lakukan penarikan. Menghentikan heroin dalam bentuk penarikan adalah proses panjang serta termasuk sulit. Kekurangan heroin di dalam tubuh  menimbulkan rasa kekurangan yang kuat serta diperlukan mental yang kuat dalam menahan agar tidak mengkonsumsinya. Berbagai metode dilakukan untuk menangani pengguna sampai mereka melalui proses penarikan tersebut, diperlukan bantuan medis (perawat). Setelah penarikan berlalu, tubuh kembali kepada kebiasaan aslinya serta perasaan kecanduan tersebut hilang. 

Kesimpulannya segeralah jauhi penggunaan heroin karena sangat berbahaya bagi kehidupan. Mintalah pertolongan dokter agar setiap keadaan tubuh sanggup ditangani oleh dokter. 

Referensi

  1. Teens : facts about heroin : https://teens.drugabuse.gov/drug-facts/heroin
  2. Drugs.com : heroin : https://www.drugs.com/illicit/heroin.html
  3. NIH : what is heroin : https://www.drugabuse.gov/publications/research-reports/heroin/what-heroin 

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai