Impulsif

Pemahaman arti dari impulsif

Apa definisi impulsif? Arti impulsif adalah kesulitan yang dialami seseorang dalam mengendalikan diri. Arti dari impulsif adalah sesuai dengan istilah impulsif yang sebenarnya. Jadi arti impulsif mengarah pada perilaku tindakan kekerasan atau kemarahan yang dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan bagi pelaku.

Kepribadian impulsif dapat menjangkiti siapa saja termasuk pria, wanita dan anak-anak. Perilaku impulsif sulit diidentifikasi karena umumnya orang dengan kepribadian impulsif artinya menyangkal dan tidak menyadari atau secara sistematis justru membenarkan perilakunya dengan berbagai alasan. 

Penyebab impulsif

Apa itu impulsif? Penyebabnya dapat bermacam-macam seperti:

  • Terisolasi dan hipersensitivitas
  • Gangguan kecemasan dan mood seperti bipolar, depresi dan lainnya
  • Konsumsi atau kecanduan zat beracun seperti narkoba
  • Sedang dalam usaha menghentikan kecanduan khususnya terhadap tembakau, kokain, heroin dan narkoba lainnya
  • Patologi fisik seperti keracunan dan infeksi
  • Kelelahan ekstrim
  • Rasa jijik dan muak atau kehilangan keinginan untuk berusaha
  • Gangguan kepribadian seperti obsesif dan psikopat
  • Gangguan hiperaktif pada anak-anak
  • Kelaparan.

Faktor risiko

Apa itu impulsif? Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko tindakan impulsif :

  • Keyakinan untuk harus bereaksi segera secara spontan walaupun benar atau salah
  • Dendam
  • Tidak memahami situasi
  • Rasa malu karena berbagai hal misalnya berhubungan dengan menyentil kehormatannya
  • Adanya kesedihan, kemarahan atau kecemasan.

Orang dengan definisi impulsif biasanya tidak melanggar norma sosial, moral atau kesopanan. Di sisi lain, jika ada sikap seseorang lain yang melanggar aturan itu, mereka bisa meledak melawan orang tersebut karena merasa itu adalah sebuah alasan yang dapat diterima secara moral di mata mereka untuk digunakan sebagai pelampiasan kemarahan terpendamnya. Secara kasat mata ia mungkin tampak bertindak secara impulsif meskipun sebenarnya arti impulsif adalah sikap seseorang yang berusaha sangat keras untuk mengendalikan diri.

Gangguan kognitif atau emosional :

  • Pengambilan keputusan yang terburu-buru
  • Semangat balas dendam dengan segala cara walaupun karena gangguan kecil
  • Belanja berlebihan tanpa berpikir atau pembelian yang sembrono dan kompulsif
  • Cenderung untuk menghancurkan hubungan sosial karena orang-orang di sekitar mereka secara bertahap akan kehilangan kesabaran dengan ledakan impulsifnya
  • Ketidakpekaan terhadap argumen dan alasan rasional.

Mekanisme impulsif

Dalam semua kasus, orang yang impulsif membiarkan dirinya dibimbing oleh emosi dan bukan oleh akal sehat untuk berpikir sebelum bertindak.

Ada 2 gejala impulsif yang berbeda :

  • Orang impulsif artinya tidak toleran terhadap frustasi. Mereka mengalami kesulitan dalam mengatasi penolakan atau situasi tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Umumnya mereka sangat menuntut diri mereka sendiri dan orang lain, bahkan tidak mampu mentolerir kinerja dibawah harapan mereka sehingga membuat mereka sangat sensitive terhadap gagasan tentang keadilan, prinsip dan kesetaraan.

Orang-orang seperti ini biasanya menanggapi situasi masalah dengan penuh semangat dan tidak mau kalah dalam segala hal sehingga dapat melelahkan energi mereka secara psikologis. Karena tidak dapat mentolerir kegagalan atau ketidakpuasan, orang yang impulsif kemudian menghadapi banyak kekecewaan atau bahkan komplikasi pribadi dan profesional. Mereka umumnya mengalami kesulitan besar dalam membuat konsesi atau untuk berdiskusi dengan tenang sehingga dapat sangat mempengaruhi hubungan sosialnya. Hal inilah yang paling buruk dari impulsif, yaitu tidak menyadari bahwa mereka menyakiti atau menghancurkan diri sendiri secara perlahan dan menjadi korban atas temperamen mereka sendiri

  • Orang yang tampak impulsif yang menerima dan memendam ketidakpuasan untuk dirinya sendiri. Proses dimana mereka bersabar dan menderita dapat berlangsung selama berbulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada saat ambang batas toleransi akhirnya memuncak, dia dapat meledak karena alasan yang sepele yang dapat memberi kesan bahwa orang tersebut impulsif.

Umumnya dia sendiri mengkritik tindakannya bahkan merasa bersalah yang signifikan, kemudian melanjutkan sikapnya seperti biasa dimana dia cenderung menyimpan frustrasi dalam diam sampai ledakan berikutnya. Jenis impulsif ini dimiliki oleh orang yang memiliki kecenderungan untuk menghindari konflik atau masalah karena memiliki kesulitan dalam meluapkan emosinya. Inilah yang sering kita lihat pada orang-orang yang dikenal tenang tetapi tiba-tiba bisa meledak menjadi kemarahan yang absolut.

Apakah anda memiliki ciri salah 1 dari 2 kondisi di atas? Atau mengenal orang yang memiliki karakteristik tersebut? Tidaklah mengerikan untuk menghadapinya, gunakan kesabaran atau pendekatan ekstra untuk menyadarkan orang tersebut tentang impulsif itu apa.

Impulsif

Konsekuensi impulsif

Konsekuensi impulsif itu apa saja :

  • Konsekuensi langsung yaitu dapat berurusan dengan hukum jika terjadi pelanggaran atau perkelahian, konsekuensi finansial jika ada benda rusak dan konsekuensi relasional dengan lingkungan sekitar
  • Beberapa orang yang impulsif dapat melukai diri sendiri yang melampiaskan amarahnya dengan menghantam tembok misalnya. Hal ini berisiko patah tangan atau jari
  • Konsekuensi jangka panjangnya mengarah ke depresi, kecanduan dan disinsersi sosial.

Pertanyaan untuk ditanyakan pada diri anda tentang impulsif

Sangat sulit untuk menyampaikan kepada seseorang bahwa mereka impulsif. Disarankan untuk berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog walaupun hal itu tidak mudah dilakukan karena perilaku mereka yang defensif.

Lebih mudah mendeteksi impulsif pada orang lain dibanding mengenalinya dalam diri sendiri. Berikut hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik yaitu dengan mengajukan sejumlah pertanyaan sederhana kepada diri sendiri:

  • Seberapa sering saya merasa orang lain takut pada saya?
  • Apakah saya selalu memenangkan debat, bukan karena argumen saya tetapi karena perilaku saya?
  • Pernahkah saya menggunakan nada atau kata-kata yang lebih agresif daripada yang saya inginkan?
  • Dapatkah saya dengan mudah bersikap tidak hormat atau bahkan menghina?
  • Apakah saya selalu menarik diri?
  • Seringkah saya berkelahi atau mengancam?
  • Apakah sering terjadi bahwa orang lebih agresif terhadap saya daripada terhadap orang lain? (pada kenyataannya itu adalah sebagai tanggapan atas agresivitas saya yang tidak saya sadari)
  • Apa saya sering menyesali tindakan atau perkataan saya?
  • Apakah saya sering merusak benda?
  • Dibawah pengaruh emosi, apakah saya cenderung segera bertindak atau apa selalu berpikir sebelum bertindak?
  • Apakah emosi cukup tertahankan sehingga saya menunggu hingga mereda atau apa saya perlu bertindak spontan agar emosi itu segera keluar?

Diagnostik impulsif

Untuk menegakkan diagnosis diperlukan bantuan psikiater untuk menentukan apa pengertian impulsif yang diidap oleh pasien. Hanya terapi yang dapat mendefinisikan pengertian impulsif itu dan mengendalikannya serta memungkinkan untuk belajar mengelola emosi.

Pengobatan impulsif

Berikut hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik :

  • Terapi prilaku Kognitif. Terapi ini akan membantu orang memahami masalah di balik perilaku impulsif mereka dan belajar mengelolanya secara berbeda, dengan menyasar pikiran disfungsional yang ada di balik sifat impulsif dan menawarkan untuk mengubah prilakunya
  • Terapi interpersonal. Terapi ini akan membantu pasien untuk menempatkan dirinya pada posisi orang lain dan mengidentifikasi dengan tepat niat dan emosinya, serta memperhitungkan dan menangani konsekuensi sosial dari sifat impulsif.

Referensi

  1. Healthline: Is Impulsive Behavior a Disorder?: https://www.healthline.com/health/mental-health/impulsive-behavior
  2. Health Engine: Impulsivity: https://healthengine.com.au/info/impulsivity
  3. Family First Intervention: When Loss of Self-Control Is Really an Impulse Control Disorder: https://family-intervention.com/blog/causes-and-effects-of-impulsive-behavior-disorders/

Ratna Sari

Ratna Sari adalah seorang ahli kecantikan yang bekerja di salah satu klinik "Kecantikan Kulit" dan di handaldok.com sebagai penulis artikel medis. Dia percaya bahwa memiliki kulit dan rambut yang sehat sangat didambakan oleh sebagian besar wanita. Kulit dan rambut dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, terutama bagi wanita. Di waktu luangnya, ia mempelajari psikologi manusia dan tertarik pada onkologi.

Mungkin Anda juga menyukai