Selulit (lipodistrofi)

Pemahaman selulit

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Selulit adalah radang jaringan subkutan yang dapat muncul pada karena menderita sejumlah penyakit (seperti limfangitis dan infeksi bakteri lokal) dan umumnya terdapat pada wanita. Kondisi medis ini ditandai dengan hilangnya sebagian atau seluruh jaringan adiposa (sel lemak) dan dapat disebabkan karena adanya penumpukan lemak secara patologis di bagian tubuh lain yang berbeda. Adiposa (sel jaringan lemak) memiliki komposisi yang sama pada sampel jaringan selulit dan lemak normal, yaitu terdiri dari trigliserida, asam lemak, kolesterol dan air dalam jumlah yang sama.

Selulitis bukan penyakit tetapi merupakan suatu kekurangan estetika, sehingga tidak memiliki konsekuensi kesehatan. Komplikasi metabolik sebagai akibat dari selulit, akan bergantung pada seberapa banyak adiposa yang hilang. Selulit merupakan kondisi serius yang seringkali membutuhkan rawat inap dan pengobatan antibiotik.

Pemahaman selulit

Penyebab selulit 

Sesulit dapat terjadi karena faktor genetik, faktor hormonal, peredaran darah yang terganggu dan dapat juga disebabkan karena efek metabolik, misalnya selulit pada pinggul yang dapat disebabkan karena kelebihan lemak gynoid normal. Penyebab selulit lainnya, seperti:

  • Resistensi insulin (hiperglikemia).
  • Redistribusi lemak, termasuk lipohipertrofi (sentral) dan lipoatrofi (terutama wajah dan tungkai bawah atau selulit pada kaki).
  • Dislipidemia (meningkatkan kolesterol total dan trigliserida, serta menurunkan kolesterol high-density lipoprotein (HDL).
  • Infeksi bakteri (terutama bakteri Staphylococcus dan Streptococcus), yang dapat menyebabkan selulitis pedis

Gejala dan komplikasi selulit

Selulit terbagi menjadi umum, parsial atau lokal, tergantung pada derajat dan lokalitas hilangnya lemak yang dapat diamati. Hipertrofi jaringan adiposa ini sangat terlokalisasi dan dapat dilihat jelas ketika penderita dalam posisi tegak lurus. Komplikasi berupa penuaan dini dapat membuat penderita menjadi stres atau bahkan depresi, dimana gejalanya pada kulit akan terlihat seperti kulit jeruk (keriput) atau stretch mark dan gigi juga dapat menjadi ompong. 

Perawatan selulit

Pemeriksaan selulit akan dilakukan oleh dokter dengan menanyakan riwayat kesehatan, menanyakan gejala (termasuk durasi gejala tersebut terjadi), dan melakukan pemeriksaan fisik. Perawatan dapat dilakukan baik secara medis maupun dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Medis

Perawatan (pengobatan) atau terapi selulit harus dapat menghancurkan penghalang sklerotik. Beberapa cara perawatan selulit, diantaranya:

  • Ultrasound
  • Pijat drainase limfatik, senam dan olahraga (berenang, bersepeda)
  • Mesotherapy (suntikan), efektif pada lipodistrofi yang sangat terlokalisasi
  • Sedot lemak dengan anestesi umum dapat dilakukan untuk selulit yang sangat parah, namun perlu dipertimbangkan antara rasio risiko dan rasio manfaatnya
  • Mengobati semua yang dapat menjadi faktor pembengkakan selulit, seperti gangguan peredaran darah vena, kapiler atau limfatik umum, gangguan hormonal.
  • Lemak metabolik dapat dicangkokkan ke lemak gynoid familial, perawatan untuk emak gynoid (lemak yang terdapat di sekitar pinggul dan bokong) hanya dapat dilakukan dengan eksisi bedah yang jauh dari rasa nyaman.

Non medis

Tidak ada salahnya mencoba bahan-bahan alami dibawah ini untuk mengatasi selulit, seperti:

  • Masker tomat
  • Lulur tubuh dengan ampas kopi
  • Berjemur dibawah sinar matahari pagi
  • Gunakan peptida kolagen bioaktif pada selulit
  • Oleskan cuka apel atau minyak zaitun atau sari lemon pada selulit, kemudian pijat perlahan-lahan
  • Scrub atau gosok selulit dengan garam laut atau lidah buaya atau hanya dengan menggunakan sikat lembut

Pencegahan selulit

Selulit dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara, diantaranya:

  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega 3 
  • Pijat, scrub, dan konsumsi kafein dapat merangsang aliran darah
  • Lakukan aktivitas fisik atau berolahraga minimal 30 menit per hari
  • Konsumsi air putih yang banyak, minimal sekitar 1,5-2 liter per hari

Referensi:

  1. Kapanlagi.com: Apa Itu Lipodistrofi ?: (https://teen.kapanlagi.com/girls/kesehatan/apa-itu-lipodistrofi-dba13a.html)
  2. Patient.info: Sindrom Lipodistrofi: (https://patient.info/doctor/lipodystrophy-syndrome)
  3. 99.co: 10 Cara Menghilangkan Selulit Dengan Cepat Dan Alami. Tanpa Pakai Laser!: (https://www.99.co/blog/indonesia/cara-menghilangkan-selulit/)
  4. Liputan6.com: 6 Langkah Cegah Munculnya Selulit di tubuh: (https://www.liputan6.com/fashion-beauty/read/3051827/6-langkah-cegah-munculnya-selulit-di-tubuh)

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *