Asam Oksalat

Sudahkah Anda pernah mendengar tentang asam oksalat? Kira-kira apa itu oksalat? Beberapa dari Anda mungkin saja sudah pernah mendengar penyakit batu ginjal. Itu disebabkan oleh asam oksalat. Seringkali itu juga disebut dengan oxalic acid. Penyakit batu ginjal terjadi karena kandungan dari oksalat acid terlalu berlebihan di tubuh kita.

Sebenarnya, asam oksalat adalah senyawa yang mudah ditemukan dan ada pada berbagai makanan yang berasal dari tumbuhan. Itu artinya termasuk sayuran, kacang-kacangan, buah, dan juga biji-bijian mengandung oksalat. Bahkan biji kakao yang kita kenal sebagai bahan pembuatan coklat juga mengandung oksalat acid. Lalu bagaimana itu bisa menyebabkan penyakit batu ginjal?. Kita akan membahas tentang asam oksalat beserta dengan dampaknya terhadap kesehatan.

Definisi Oxalic Acid

Kegunaan asam oksalat dalam kehidupan sehari-hari erat kaitannya dengan proses metabolisme. Asam oksalat yang terdapat pada makanan yang kita makan dalam keseharian akan mengikat mineral sehingga membuat mineral mudah diserap dan diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Tak hanya itu, oxalic acid adalah yang dibutuhkan dalam perbaikan sel-sel tubuh. Itu membantu membentuk RNA.

Senyawa oksalat adalah yang dapat berikatan dengan mineral yang dikandung oleh tumbuhan yang kita makan. Itu akan membentuk senyawa yang kemudian diberi nama oksalat. Tubuh manusia dapat merasakan kegunaan oxalic acid dari makanan sehari-hari yang dikonsumsi. Tetapi itu mungkin juga untuk menghasilkannya sendiri. Sebagai contoh: oksalat adalah yang dihasilkan dari vitamin C yang dicerna tubuh.

Selain itu, asam oksalat adalah senyawa yang dapat berikatan dengan mineral. Ini membuat oxalic acid dan mineral itu membentuk senyawa lain. Misalnya saja jika berikatan dengan kalsium maka akan menjadi kalsium oksalat. Atau mungkin juga ketika dengan zat besi menjadi iron oksalat. Terbentuknya kalsium oksalat terjadi di usus besar. Tetapi juga mungkin di ginjal atau saluran pencernaan yang lain. Seharusnya asam oksalat adalah senyawa yang dapat terbuang pada saat buang air kecil maupun air besar. Tetapi jika itu terlalu banyak dikonsumsi, maka penyakit batu ginjal pun menghampiri.

Sumber Oksalat Acid

Bagaimanapun juga, kegunaan asam oksalat dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan. Asal tidak terlalu banyak mengkonsumsinya, maka itu akan baik-baik saja.

Ada banyak makanan yang mengandung oksalat. Itu karena oksalat acid ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan. Karena makanan dan minuman kita dibuat dari berbagai macam tumbuhan yang ada, maka tubuh kita bisa mendapatkannya.

Setelah kita mendapatkan pengetahuan apa itu oksalat, di bawah ini adalah sumber makanan yang mengandung oksalat:

  • Sayuran: bayam, ubi, kentang, dll
  • Buah: jeruk, kurma, alpukat, belimbing, anggur, dll
  • Coklat atau kakao
  • Kacang-kacangan: almond, mede, kacang tanah, dan okra
  • Pemanis stevia
  • Gandum

Dan seperti yang telah dikatakan sebelumnya, selain makanan yang mengandung oksalat, asam oksalat bisa terbentuk dari sisa metabolisme vitamin C yang membentuk asam askorbat.

Kegunaan oxalic acid baik terhadap tubuh karena memperbaiki sel-sel rusak dan memperlancar metabolisme. Akan tetapi jika berlebihan, maka oxalic acid adalah sesuatu yang bisa mengancam kesehatan. Jumlahnya yang terlalu berlebihan dalam tubuh akan membuatnya mengendap atau mengkristal ketika berikatan dengan mineral yang lain. Karena inilah terjadi penyakit batu ginjal. Dan tidak menutup kemungkinan untuk sejumlah masalah lainnya.

 

asam oksalat adalah

Efek Samping Merugikan dari Oksalat

Batu Ginjal

Pada penyakit batu ginjal, biasanya oksalat adalah senyawa yang berikatan dengan kalsium membentuk kalsium oksalat. Jika kandungannya terlalu banyak, maka itu akan mengkristal sehingga terbentuklah batu ginjal. Ketika penyakit batu ginjal masih berukuran kecil, itu tidak akan memberikan gejala; seringkali bahkan keluar dengan sendirinya melalui urine manusia. Akan tetapi jika mendapat oxalic acid adalah yang berukuran besar, itu akan sangat menyiksa. Gejalanya bisa berupa: mual, nyeri, dan kencing berdarah. Tetapi selain oksalat acid, penyebab batu ginjal bisa disebabkan batu struvit, batu sistin, dan batu asam urat.

Hiperoksaluria

Efek negatif dari fungsi asam oksalat yang menumpuk di tubuh tidak hanya batu ginjal, tetapi juga penumpukan oksalat atau yang disebut dengan hiperoksaluria. Ini disebabkan oleh tingginya asam oksalat dalam tubuh, yang terdapat pada ginjal, pembuluh darah, dan juga tulang. Sehingga bukannya tubuh merasakan kegunaan oxalic acid, itu justru memberikan rasa tidak nyaman.

Walaupun pada beberapa kasus ini terjadi diakibatkan kelainan genetik, tetapi itu juga bisa terjadi karena gangguan usus dan fungsi asam oksalat yang terlalu berlebihan. Ketika ini terjadi seseorang bisa terkena gagal ginjal.

Terhambatnya Nutrisi 

Salah satu kerugian yang diderita jika seseorang sudah kelebihan fungsi asam oksalat adalah penyerapan nutrisi yang terhambat. Oxalic acid adalah penyebab penyerapan nutrisi dalam usus terganggu karena ia mudah terikat dengan berbagai macam mineral lainnya.  Contohnya saja, bayam yang Anda konsumsi memiliki kandungan zat besi, kalsium dan oxalic acid, dan ketika itu berlebihan akan berikatan dengan kalsium dan zat besi lain sehingga keduanya tidak dapat diserap tubuh. Sebagai solusi, Anda perlu mengkonsumsi bayam bersama dengan daging atau kacang kedelai atau susu yang kaya kalsium dan zat besi.

Interaksi Obat

Bahkan asam oksalat menimbulkan sejumlah interaksi dengan obat. Artinya, ketika sudah terlalu berlebihan, maka fungsi asam oksalat akan membuat timbulnya efek samping ketika Anda sedang menjalani beberapa pengobatan. Obat-obatan yang dapat memiliki interaksi yaitu: aspirin, pantoprazole, cimetidine, acyclovir, tetracycline, dan cefadroxil.

Haruskah Menghindari Asam Oksalat

Tentunya, tidak perlu menghentikan konsumsi asam oksalat. Asam oksalat adalah senyawa yang tetap dibutuhkan oleh tubuh dan itu terdapat pada banyak sumber makanan sehari-hari. Tidak mungkin jika kita menghindarinya begitu saja. Jika tidak pernah mengkonsumsinya sama sekali, kita akan kekurangan nutrisi. Itu jauh lebih buruk.

Akan tetapi perlu diingat, kegunaan oxalic acid ini akan tidak berguna jika kita terlalu banyak mengkonsumsinya. Jadi, pastikan Anda memberikan batasan terhadapnya. Bagi yang sudah terkena batu ginjal, bagaimanapun juga, harus mengurangi konsumsi makanan yang mengandung oksalat.

Referensi:

  1. WebMD: What is Oxalate (oxalic acid): https://www.webmd.com/diet/what-is-oxalate-oxalic-acid#1
  2. Chemtradeasia: Oxalic acid: good or bad: https://www.chemtradeasia.com/blog/oxalic-acid-good-or-bad
  3. Nourish: 8 food high in oxalates and why you should avoid it: https://www.webmd.com/diet/foods-high-in-oxalates#1
  4. Healthline: Oxalate: good or bad: https://www.healthline.com/nutrition/oxalate-good-or-bad#TOC_TITLE_HDR_2
  5. Nutritionist resource: oxalate: https://www.nutritionist-resource.org.uk/memberarticles/oxalates-a-possible-cause-of-pain-and-illne

Ratna Sari

Ratna Sari adalah seorang ahli kecantikan yang bekerja di salah satu klinik "Kecantikan Kulit" dan di handaldok.com sebagai penulis artikel medis. Dia percaya bahwa memiliki kulit dan rambut yang sehat sangat didambakan oleh sebagian besar wanita. Kulit dan rambut dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, terutama bagi wanita. Di waktu luangnya, ia mempelajari psikologi manusia dan tertarik pada onkologi.

Mungkin Anda juga menyukai