Karsinoma sel basal

Sebelum kita membahas amat jauh mengenai kecacatan ini, adalah sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa pengertian karsinoma. Pengertian karsinoma yaitu barah yang diawali terhadap tingkatan atau pelindung organ. Basal cell carcinoma adalah kanker kulit yang dimulai dari jaringan basal. Sel basal melambangkan semacam sel di dalam selaput yang menciptakan jaringan selaput baru disaat jaringan selaput lama mangkat. Sel basal berada pada sisi bawah epidermis. Basal berasal dari kata dasar base yang bermakna terdapat di dasar. Kata basal yang bermakna di dasar ini sanggup dipahami pula sebagai “pondasi”. Sehingga, basal yang bermakna “pondasi” ini berperan signifikan bagi kegiatan vital fundamental selaput. Karsinoma sel basal timbul sebagai papula atau modul superfisial yang berkembang begitu pelan dari jaringan selaput khusus. 

Karsinoma sel basal timbul dari keratinosit yang terletak di dekat lapisan basal terkadang dikenal sebagai keratinosit basaloid. Kecacatan ini bukan termasuk karsinoma in situ, karena dapat mempengaruhi struktur vital lainnya seperti mata, telinga, mulut, tulang atau dura. Pengertian karsinoma in situ yaitu kanker yang sekedar mempengaruhi sel di mana ia berasal serta belum melebar ke jaringan yang lain. Metastasis langka muncul namun pertumbuhan lokal dapat begitu mengganggu. Diagnosa menurut biopsi. Pengobatan wajib dicocokkan dengan sifat tumor. Ini barangkali mencakup kuretase serta elektrodesikasi, eksisi operasi, cryosurgery serta lebih umum radioterapi atau kemoterapi. 

Epitel sel basal merupakan kanker kulit yang paling sering, dengan> 4 juta kejadian baru dicatat setiap warsa di Amerika Serikat. Ini paling umum muncul terhadap pribadi dengan selaput bersih yang umum terpapar cahaya matahari serta begitu jarang muncul terhadap pribadi dengan kulit gelap. Karsinoma sel basal pun berkaitan dengan sindrom bawaan serta bisa tercipta di nevus sebasea. Xeroderma pigmentosum diakibatkan oleh kecacatan genetik pada perbaikan DNA yang sanggup mengakibatkan barah selaput non melanotik serta melanoma. Sindrom nevus sel basal (sindrom Gorlin) merupakan gangguan autosom utama yang mengakibatkan sejumlah karsinoma sel basal dan medulloblastoma, meningioma, kanker payudara, limfoma non-Hodgkin serta kanker ovarium. Sindrom Bazex melambangkan genodermatosis jarang yang sanggup mengakibatkan timbulnya sejumlah karsinoma sel basal.

Sementara apabila karsinoma pada sel basal ini terbentuk terhadap jaringan paru-paru, maka disebut sebagai karsinoma bronkogenik. Karsinoma bronkogenik adalah neoplasma ganas paru yang muncul dari epitel bronkus atau bronkiolus. Namun karsinoma bronkogenik dan karsinoma sel basal yang akan dibahas disini berbeda jenis barah, pertanda serta penyebabnya.  

Gejala Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal bisa mengambil faktor medis serta mempunyai karakter biologis yang begitu beragam.

Tipe yang paling sering yaitu :

  • Pekat (kira-kira 60% dari karsinoma sel basal) : Tipe ini merupakan nodul kecil, mengkilat, nyata, hampir transparan atau kelihatan seperti mutiara dengan telangiektasis umumnya pada wajah. Ulserasi serta bopeng umum muncul.
  • Superfisial (kira-kira 30%) : tipe ini berbentuk papula atau noda eritematosa tipis, merah atau merah muda, tersisihkan, umumnya terdapat pada batang tubuh, sukar dibedakan dari psoriasis atau eksim lokal. 
  • Morfeaform (5 hingga 10%) : tipe ini datar, kelihatan sisa cedera, bolong, warnanya seperti daging atau plak merah muda dengan tepi yang tidak jelas 
  • Yang lain : tipe berbeda bisa muncul. Karsinoma sel basal superfisial serta nodular bisa mengakibatkan pigmen (terkadang dikenal sebagai karsinoma sel basal berpigmen). 

Manifestasi karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal 

Karsinoma sel basal superfisial umumnya mewujudkan diri sebagai papul atau nodul yang berkembang pelan yang bisa mengoreng. Karsinoma sel basal langka bermetastasis namun signifikan, sebab bisa berubah invasif secara lokal, kadang mempengaruhi susunan penting misalnya mata, telinga, mulut, tulang atau dura.

Karsinoma sel basal nodular 

Luka ini umumnya berupa nodul yang kuat, semisal mutiara, berupa kubah, umumnya dengan sejumlah pembuluh telangiektatik di sekeliling ujungnya. Karsinoma paling umum diawali dengan papula kecil mengkilat yang berkembang lambat serta lepas sejumlah bulan atau warsa tumor dicirikan dengan ujung semisal mutiara serta mengkilat dengan pembuluh permukaan (telangiektasis) serta depresi pusat atau ulserasi. Sering muncul perdarahan berkali-kali atau terciptanya borok. Luka bisa pulih dengan langsung sebelum berubah berkerak kembali, yang kadang memberikan jaminan palsu kepada penderita atau dokter. 

Penyebab Karsinoma Sel Basal

Mempelajari apa yang menyebabkan basal cell carcinoma adalah cara untuk menolong Anda menjauhi penyakit ini atau mengenalinya pada fase paling dini ketika penyakit ini masih mudah penanganannya. Basal cell carcinoma adalah kanker kulit yang disebabkan oleh kecacatan serta mutasi DNA berikutnya pada sel basal pada tingkatan paling luar kulit. Penyebab utama basal cell carcinoma adalah paparan radiasi ultraviolet (UV) dari surya serta tanning dalam ruangan. Ini juga merupakan penyebab utama kebanyakan kanker kulit. 

Di samping itu, faktor usia juga dapat meningkatkan resiko basal sel karsinoma. Sebagian besar basal sel karsinoma timbul pada penderita yang berumur lebih dari 50 tahun. Perbedaan warna kulit pun dapat meningkatkan resiko timbulnya basal sel karsinoma. Orang dengan kulit putih atau kulit cerah atau kulit terang mempunyai kecenderungan lebih besar untuk menderita karsinoma sel basal. Kecenderungan karsinoma sel basal juga ditentukan oleh jenis kelamin. Secara mengejutkan, karsinoma sel basal semakin besar ancamannya pada laki-laki.

Basal Cell Carcinoma

Diagnosa Karsinoma Sel Basal

Biopsi.Diagnosa karsinoma sel basal menurut biopsi serta pengamatan histologis. 

Prognosa Karsinoma Sel Basal

Kanker sel basal langka bermetastasis, namun dapat begitu mengganggu dengan menyerang membran sehat. Pada kejadian yang langka, mortalitas penderita diakibatkan oleh invasi kanker pada susunan penting atau liang (contohnya mata, telinga, mulut, tulang, dura). Sekitar 25% penderita dengan catatan karsinoma sel basal menumbuhkan karsinoma sel basal baru dalam 5 warsa. Oleh sebab itu, penderita yang mempunyai catatan karsinoma sel basal perlu dianalisa setiap warsa guna pendeteksian kulit. 

Pengobatan Karsinoma Sel Basal

Umumnya dengan cara lokal 

Perawatan karsinoma sel basal wajib dikerjakan oleh dokter ahli. Faktor medis, bentuk, lokalisasi serta subtipe histologis menentukan tindakan pengobatan, kuretase, elektrodesikasi, eksisi operasi, krioterapi (imiquimod atau 5-fluorouracil) serta pengobatan fotodinamik atau kadang radioterapi. 

Kanker rekuren atau tidak utuh, kanker ekstensif, kanker terlokalisasi yang biasanya kumat (contohnya kepala serta leher) serta kanker skleroderma dengan margin yang tidak jelas umumnya ditangani dengan operasi mikro Mohs terkendali, yang tersusun atas tepi progresif reseksi hingga tumor lenyap (seperti ditentukan dengan pengamatan mikroskopis).

Pada penderita dengan gangguan metastatis atau tingkat berikutnya serta tidak ditemukan gejala guna pembedahan atau pengobatan radiasi (contohnya luka besar, berkali-kali, atau metastatik) vismodegib serta sonidegib bisa dianjurkan. Kedua obat itu mencegah jalur landak (jalur yang mempengaruhi reaksi akan pengobatan radiasi serta kemoterapi pada sejumlah tumor serta bermutasi dengan tidak wajar pada sebagian besar penderita dengan karsinoma sel basal).

Pencegahan Karsinoma Sel Basal

Disebabkan banyak karsinoma sel basal kelihatannya berhubungan dengan paparan ultraviolet (UV), kebanyakan kegiatan dianjurkan guna mengurangi paparan.

  • Menjauhi surya : temukan tempat teduh, kurangi kegiatan luar ruangan antara pukul 10 pagi. Pada pagi hari serta pukul 16 (ketika sinar surya paling kuat), serta menjauhi berjemur serta pemakaian wilayah tanning
  • Pemakaian baju penutup : pakaian lengan panjang, celana panjang serta topi berpinggiran lebar.
  • Pemakaian sunscreen : dengan aspek proteksi surya setidaknya 30 dengan proteksi UVA / UVB spektrum lebar, dipakai berdasarkan petunjuk (yaitu dipakai berkali-kali setiap 2 jam serta selepas mandi atau ketika berkeringat) sebaiknya tidak dipakai guna memperlama paparan sinar surya 

Poin-poin signifikan

  • Karsinoma sel basal, kanker kulit yang paling umum, begitu umum muncul pada penderita dengan kulit terang serta pada penderita yang terekspos sinar surya. 
  • Pikirkan diagnosa guna luka tertentu (contohnya, papula berkilau yang berkembang perlahan, biasanya dengan pinggiran semisal mutiara yang mengkilat) atau luka yang mengeras serta pulih.
  • Arahkan penderita kepada dokter ahli guna penanganan, umumnya menggunakan cara yang merusak secara lokal.

Referensi

  1. Skin Cancer : Basal Cell Carcinoma Risk Factors : https://www.skincancer.org/skin-cancer-information/basal-cell-carcinoma/bcc-causes-and-risk-factors/#:~:text=Basal%20cell%20carcinoma%20(BCC)%20is,BCCs%20and%20most%20skin%20cancers.
  2. Mayo Clinic : Basal cell carcinoma : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/basal-cell-carcinoma/symptoms-causes/syc-20354187
  3. Merriam-Webster : Definition of basal : https://www.merriam-webster.com/dictionary/basal
  4. NCBI : Understanding Cancer : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK20362/
  5. Loyola University Medical Education Network : Bronchogenic Carcinoma : http://www.meddean.luc.edu/lumen/MedEd/medicine/pulmonar/pathms/path19.htm

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *