Scleroderma

Scleroderma melambangkan penyakit jarang yang belum diketahui penyebabnya. Scleroderma sering dimulai dengan jemari tangan dan terkadang jemari kaki kehilangan pergantian dan terbentuk pucat ketika terkena dingin. Fenomena tersebut mendahului metamorfosis selaput sekitar berbulan dengan scleroderma difus dan kerap mendahului metamorfosis selaput sekitar tahunan dan scleroderma tertentu.

Pemahaman scleroderma adalah penyakit autoimun yang menyerbu rangkaian gabungan, sehingga memperoleh rangkaian tersebut memadat dan membeku. Keadaan tersebut terbentuk pada selaput, saluran darah dan anggota tubuh. Scleroderma yang menyerbu selaput kecuali mengacaukan penampakan pula dapat mengacaukan perkembangan. Dalam wujud yang amat terbatas, pemadatan selaput seringkali tertentu pada lengan dan muka. Pasien dengan penyakit scleroderma amat rendah kemungkinannya agar mengembangkan partisipasi anggota badan yang parah dibanding dengan pasien penyakit difus.

Gejala scleroderma

Diagnosa scleroderma

Supaya mendiagnosa scleroderma, dokter biasanya menanyakan kepada pasien mengenai berbagai pertanda atau tanda yang dimiliki oleh korban dan sejarah kesehatan dan kelompok. Sesudah itu, dokter akan menjalankan berbagai pengujian supaya mendapati keadaan pemadatan dan pembengkakan pada selaput.

Banyak ciri penyakit scleroderma yang menyerupai ciri berbagai kondisi, yang berarti perlu waktu amat lama supaya mengetahui apakah scleroderma adalah sebab atau tipe scleroderma. Mendiagnosa penyakit scleroderma menjadi sedikit lebih mudah bila berbagai ciri atau tanda fisik utama yang muncul.

Pengujian bagi mendiagnosa scleroderma

Pengujian terpenting yang dijalankan dokter ialah penelitian nyata. Sesuai dengan penjelasan pengertian penyakit scleroderma adalah penyakit komplek yang dicirikan dengan kelebihan fibrosis pada jaringan tertentu kelainan pembuluh arteri kecil terutama pada jemari lengan, gangguan penyusunan imun semisal produksi autoantibodi. Maka Seorang ahli reumatologi akan dapat menilai kulit untuk pengencangan atau pembengkakan selaput yang lazimnya terlihat pada korban dengan penyakit scleroderma. Pasien dengan penyakit scleroderma yang mempunyai tanda khas terkhusus terlihat pada kapilaroskopi lipatan kuku, pengujian non invasif sederhana yang memandang selaput di dekat pangkal kuku dengan kaca pembesar supaya menentukan apakah terdapat kapiler (saluran darah kecil di selaput) kehilangan atau distorsi semisal dilatasi.

Sesudah menjalankan penelitian secara seutuhnya, dokter berpotensi pula meneliti pengujian antibodi yang akan memberitahu korban apabila terdapat autoantibodi di dalam darah. Penting diingat bahwa scleroderma adalah diagnosa klinis yang memperhitungkan semua faktor, termasuk pemeriksaan fisik dan semua gejala.Tes darah saja tidak bisa mendiagnosa scleroderma.

Berbagai tes tambahan yang sering dilakukan :

  • Pengujian kegunaan peparu atau tes pernapasan
  • CT scan payudara
  • Elektrokardiogram (EKG atau EKG)
  • Ekokardiogram
  • Sinar X
  • Studi motilitas

Penyebab scleroderma

Belum  ditemukan apa yang mengakibatnya skleroderma, namun dikira sebagai keadaan autoimun yang mengakibatkan badan membentuk keterlaluan kelebihan rangkaian gabungan. Perihal ini mengakibatkan pemadatan, atau fibrosis, dan rangkaian goresan. Rangkaian gabungan menciptakan serabut yang menciptakan tengkorak yang menopang badan. Penyebab penyakit scleroderma dijumpai di dasar selaput dan di sekeliling anggota dalam dan saluran darah, serta menolong menopang urat dan rangka.

Penyakit scleroderma terbentuk ketika penyusunan imun yang semestinya menyelamatkan badan dari trauma serta penularan, malah menyerbu rangkaian gabungan. Keadaan tersebut mendorong jaringan-jaringan di dalam rangkaian gabungan guna membuat kolagen dalam kuantitas yang banyak. Unsur keturunan dikira berperan, serta berpotensi pula unsur daerah sekitar dan penderita dengan scleroderma kerap kali bermula dari kelompok yang mempunyai penyakit autoimun lain.

Gejala scleroderma

Gejala penyakit scleroderma melambangkan pemadatan selaput sklerosis, atau fibrosis hanya memengaruhi jari. Bila pemadatan selaput ini tidak melampaui siku ke tumit atas dan lutut ke tumit dasar, maka itu adalah scleroderma selaput tertentu. Saat penyakit scleroderma melampaui siku atau lutut, atau mengenai batang badan, itu disebut scleroderma sistemik difus.

Gejalanya bisa menyebabkan banyak sisi badan :

  • Selaput yang membeku atau memadatkan terlihat berkilau dan halus. Itu sangat lazim di lengan serta muka
  • Fenomena Raynaud
  • Bisul atau luka di ujung jari
  • Bercak kemerahan kecil pada muka serta dada
  • Bintik kaku berwujud lonjong pada selaput
  • Kesusahan melahap
  • Penyambungan yang perih dan benjol
  • Mata atau bibir tandus
  • Pembengkakan yang sebagian besar pada lengan serta jemari
  • Pengap nafas
  • Kram abdomen dan bengah
  • Maag
  • Diare
  • Kemerosotan bobot tubuh mendadak

Pengobatan scleroderma

Dengan adanya penjelasan mengenai scleroderma adalah kecacatan imunitas kronis, meskipun jarang terletak rangkaian normal diganti dengan rangkaian fibrosa yang padat dan tebal. Lazimnya, penyusunan imunitas membantu menyelamatkan badan dari kecacatan dan penularan. Pada pasien dengan ciri penyakit scleroderma, penyusunan imunitas memicu sel lain agar menciptakan amat berlebihan kolagen.

Meskipun paling sering menyerbu selaput, scleroderma adalah pula bisa mempengaruhi kebanyakan sisi badan lainnya mencakup pembuluh pencernaan, peparu, ginjal, hati, saluran darah, urat dan persendian. Scleroderma dalam bentuknya yang amat serius bisa mengancam jiwa. Belum terdapat perawatan yang dapat memulihkan scleroderma. Perawatan berguna agar menolong mengurangi ciri, menghalang pertumbuhan kecacatan, dan menghalau terbentuknya kerumitan.

Berbagai metode perawatan bagi scleroderma :

  • Perawatan selaput. Obat topikal seringkali bermanfaat. Pelembab dipakai agar menghalau selaput mengering, dan agar merawat selaput yang membeku. Untuk meningkatkan aliran darah sehingga luka di jemari bisa sembuh, nitrat seperti nitrogliserin diresepkan.
  • Pengobatan pencernaan. Berbagai obat bisa diresepkan supaya menolong pasien dengan mulas dan kesusahan pencernaan lainnya.
  • Pengobatan penyakit paru-paru. Untuk pasien dengan skleroderma yang dengan cepat memperburuk fibrosis paru.

Referensi

  1. Johns Hopkins Medicine : Scleroderma Diagnosis : https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/scleroderma/scleroderma-diagnosis
  2. MedicalNewsToday : What you need to know about scleroderma : https://www.medicalnewstoday.com/articles/176357
  3. WebMD : Scleroderma : https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/scleroderma#2
  4. Cleveland Clinic : Scleroderma: Management and Treatment : https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8979-scleroderma-an-overview/management-and-treatment

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *