Skrining Kesehatan Wanita

Tetap sehat bukanlah hal tersulit yang pernah dilakukan, tetapi menjaga kesehatan membutuhkan usaha dan kewaspadaan. Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan melakukan skrining yang tepat. Screening adalah proses yang digunakan untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan ketika masih dapat diobati.

Tes skrining yang diperlukan akan berubah seiring bertambahnya usia. Tes screening adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala. Dengan melakukan pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengatasi pertumbuhan berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, dan osteoporosis sejak dini, ketika penyakit tersebut lebih mudah diobati.  Tes screening adalah salah satu langkah untuk mendeteksi penyakit bahkan sebelum Anda memiliki gejala. Tes skrining mana yang dibutuhkan setiap orang tergantung pada usia, riwayat keluarga, riwayat kesehatan, dan faktor risiko lainnya.

Setiap wanita harus meluangkan waktu untuk kebiasaan sehat, olahraga teratur, manajemen stres, dan memilih makanan yang tepat. Menjadwalkan pemeriksaan kesehatan rutin dapat mendeteksi potensi masalah sejak dini merupakan bagian dari pencegahan terhadap penyakit yang lebih parah. Pemeriksaan rutin bahkan dapat menyelamatkan hidup Anda. Sebuah penyakit yang terdeteksi sejak awal dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Banyak pasien saya telah didiagnosis menderita kanker payudara pada tahap awal, dan mampu menjalani operasi hemat payudara dan memiliki prognosis yang sangat baik.

Skrining kanker payudara

Semakin dini kanker payudara ditemukan, semakin besar peluang kesembuhannya. Kanker payudara kecil cenderung tidak menyebar ke kelenjar getah bening dan organ vital seperti paru-paru dan otak. Pada usia 20-an atau 30-an, beberapa ahli menyarankan agar dilakukan pemeriksaan payudara sebagai bagian dari pemeriksaan rutin setiap satu hingga tiga tahun. 

Pemeriksaan fisik

Pada usia 20-an, pemeriksaan fisik perlu dilakukan dengan penilaian dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tujuan screening fisik adalah untuk mengetahui kondisi fisik secara umum. Pemeriksaan fisik meliputi tinggi badan, berat, dan BMI.

Beberapa pemeriksaan tambahan meliputi : 

  • Depresi
  • Alkohol dan penggunaan narkoba
  • Merokok
  • Diet dan olahraga
  • Riwayat vaksinasi
  • Kekerasan pasangan intim

Skrining kolesterol

Wanita berusia 20 dan lebih tua harus mendapatkan pemeriksaan awal untuk kadar kolesterol dan trigliserida jika mereka berisiko terkena penyakit jantung koroner. Tujuan screening ini adalah menghindari penyakit jantung koroner sejak dini. Wanita umur 20 perlu melakukan pemeriksaan setiap empat tahun sekali. Setelah usia 45, screening kesehatan untuk kolesterol menjadi penting, karena risiko meningkat penyakit jantung seiring dengan penambahan usia.

Skrining mammogram

Semua wanita harus menjalani mamografi untuk menyaring kanker payudara. Para ahli  merekomendasikan tes screening mammogram setiap tahun untuk wanita berusia antara 50 dan 74 tahun. Wanita di bawah usia 50 tahun harus berkonsultasi dengan dokter mereka untuk menentukan seberapa sering melakukan mamografi. Untuk wanita di atas usia 75, tidak ada rekomendasi karena belum cukup banyak penelitian yang dilakukan tentang dampak mamografi pada wanita dalam kelompok usia ini.

Skrining kepadatan tulang 

Pada usia 65 tahun, wanita harus mulai melakukan screening kesehatan osteoporosis. Mereka yang memiliki faktor risiko osteoporosis, seperti patah tulang atau berat badan rendah, harus melakukan screening kesehatan lebih awal. Tes ini dilakukan dengan melakukan pemindaian DEXA. Anda berbaring di atas meja sementara mesin sinar-X dosis rendah menangkap gambar tulang. Frekuensi pemeriksaan ini bervariasi  tergantung pada kepadatan tulang dan faktor risiko lainnya. 

Tes glukosa darah 

Mulai sekitar usia 45, wanita harus melakukan tes glukosa darah setiap tiga tahun untuk memeriksa diabetes atau pradiabetes. Pembacaan tes glukosa plasma puasa 100 mg/dl atau lebih tinggi, menunjukkan kemungkinan prediabetes, sementara pembacaan lebih besar dari 126 mg/ dl menunjukkan diabetes. Bagi wanita dengan obesitas tau dengan keluarga riwayat diabetes, proses skrining kesehatan dapat dilakukan lebih awal. 

Skrining Kesehatan Wanita

Skrining kanker usus besar

Setelah berusia 50 tahun, seorang wanita mulai melakukan skrining kesehatan untuk kanker usus besar. 

Tes tersebut termasuk:

  • Tes tinja tahunan
  • Sigmoidoskopi fleksibel (setiap lima tahun)
  • Kolonoskopi (setiap 10 tahun)
  • Barium enema kontras ganda (setiap lima tahun)
  • Kolonoskopi tomografi terkomputasi (setiap lima tahun)

Pada wanita yang beresiko tinggi terkena kanker usus besar perlu memulai proses skrining kesehatan lebih awal. 

Pemeriksaan kulit

Pemeriksaan kulit terutama dalam rangka mendeteksi potensi kanker kulit sejak awal. Untuk mengetahuinya lebih awal, periksalah diri Anda sebulan sekali mulai dari usia 18 tahun dengan mencari tahi lalat baru atau yang mencurigakan. Pemeriksaan oleh profesional medis didasarkan pada faktor risiko pasien.

Faktor risiko ini mungkin termasuk:

  • Paparan sinar matahari yang signifikan
  • Riwayat keluarga kanker kulit
  • Kulit putih
  • Kehadiran beberapa tahi lalat yang tidak biasa
  • Riwayat beberapa luka bakar terik matahari, terutama di awal kehidupan

Skrining kanker usus besar 

Tes screening kanker usus besar dimulai pada usia 50 tahun. Pemeriksaan dilakukan dengan menjalani sigmoidoskopi, di mana tabung berlampu dan kamera dimasukkan ke dalam anus untuk memeriksa usus besar bagian bawah, atau kolonoskopi. Untuk memeriksa seluruh usus besar dibutuhkan tabung yang lebih panjang. Sigmoidoskopi diulang setiap 5 tahun, dan kolonoskopi setiap 10 tahun. 

Skrining depresi

Pada wanita terdapat 70 persen yang menderita depresi. Kondisi ini jauh lebih besar dibanding pada pria. Tes screening dilakukan untuk mengetahui gejala depresi yang dialami. Depresi ditandai oleh berbagai gejala.  

Gejala depresi adalah sebagai berikut : 

  • Masalah tidur
  • Sifat lekas marah
  • Hilangnya libido atau minat seksual
  • Kelesuan
  • Kehilangan minat pada aktivitas biasa

Pemeriksaan gigi 

Kesehatan gigi yang baik penting sejak gigi bayi pertama tumbuh, dan semua wanita dewasa membutuhkan pemeriksaan gigi dua kali setahun. Melalui pemeriksaan gigi secara teratur, yang melibatkan pembersihan dan pemeriksaan gigi, bersama dengan sinar-X, Anda dapat melihat tanda-tanda awal pembusukan dan masalah lainnya. 

Tes pendengaran

Audiogram adalah tes screening pendengaran di berbagai nada dan tingkat intensitas. Anda mungkin membutuhkannya setahun sekali.

Vaksin pneumonia

Vaksin pneumonia adalah serangkaian dua vaksin, yang diberikan dengan jarak satu tahun. Orang yang berusia di atas 65 tahun direkomendasikan untuk di vaksin pneumonia.

Referensi : 

  1. WebMD : Why Screening Tests Are Important : https://www.webmd.com/women/ss/slideshow-screening-tests-women
  2. healthline : Health Tests Every Woman Needs : https://www.healthline.com/health/womens-health-tests#Pneumonia%20vaccine
  3. everydayhealth : 10 Health Screenings All Women Should Have : https://www.everydayhealth.com/womens-health/10-screenings-all-women-should-have.aspx

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai