Bakteremia

Bakteremia adalah sebuah peradangan yang diakibatkan oleh bakteri dimana dalam aliran darah. Bakteri itu sanggup dinamakan septikemia, sepsis, syok septik, keracunan darah, maupun bakteri dalam darah. Sesuai namanya, bakteremia adalah keadaan bakteri sanggup hidup di aliran darah manusia. Bakteremia dipastikan ada karena adanya bakteri dalam darah seseorang.Bakteremia sanggup menimbulkan infeksi metastasis, contoh endokarditis, meliputi masalah kelainan katup jantung. Bibit penyakitnya adalah staphylococcus, streptococcus maupun enterococcus serta langka terjadi di kasus bakteri gram negatif serta sepsis jamur. Pasien dengan penyakit katup jantung maupun prostesis intravaskular sering mengalami endokarditis,dimana sanggup dilihat setelah proses stomatologist secara spesifik. 

Stafilokokus sanggup menimbulkan endokarditis bakteri gram positif, termasuk pecandu IV serta melibatkan katup trikuspid. Staphylococcus merupakan penyebab paling lazim dari osteomielitis tulang belakang serta diskitis penyebaran hematogen. Bakteremia transien kerap kali asimtomatik, namun sanggup menimbulkan demam. Timbulnya gejala klinis lazimnya menandakan infeksi yang semakin parah (sepsis maupun syok septik). Bacteremia sanggup muncul akibat proses pembedahan, misalnya operasi gigi, menyikat gigi, maupun benar-benar karena adanya infeksi. 

Kebanyakan orang mengenal tentang bakteremia karena dikaitkan dengan septikemia dan sepsis. Namun istilah tersebut sangat berbeda serta mempunyai arti masing-masing. 

Sebenarnya bila ditelusuri lebih dalam bakteremia memicu pada keberadaan bakteri dalam darah. Bakteremia sanggup sembuh dengan sendiri di keadaan orang sehat tanpa mengakibatkan sebuah penyakit. Akan tetapi bila infeksi yang berlangsung dalam aliran darah, tipe bakteremia ini dinamakan septikemia. Bila tak kunjung diobati, peradangan aliran darah sanggup menimbulkan komplikasi parah. Bakteremia itu sanggup dinamakan sepsis, dimana disebabkan oleh respon imun yang kuat terhadap peradangan. Kedua bakteri tersebut sanggup menyebabkan gagal organ hingga menyerang nyawa manusia (kematian). 

Gejala bakteremia

Sebagian pasien tidak menunjukkan bahwa mereka mengalami gejala, atau barangkali mereka hanya mengalami  demam ringan. Serta imun yang kuat sanggup menangani gejala yang diderita pasien.

Gejala bila mengalami bakteremia yang disebabkan oleh bakteri dalam darah, meliputi:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Gemetar serta menggigil
  • Nafas cepat
  • Denyut jantung cepat
  • Mual
  • Pucat
  • Lemah 

Komplikasi

Bila peradangan aliran darah tidak diatasi, Pasien barangkali berisiko mengalami komplikasi mengancam jiwa (sepsis dan syok septik). Sepsis dikarenakan respons imun yang kuat terhadap peradangan. Respon tersebut sanggup menimbulkan suatu perubahan dimana sangat berbahaya serta sanggup menyebabkan gagal organ. Bila syok septik terjadi, tekanan darah pasien menurun drastis. Gagal organ juga sanggup terjadi secara mendadak.

Bacteremia

Penyebab bakteremia

Sanggup diketahui dari mana asal bakteri masuk ke dalam darah seseorang serta sanggup menetap, dan itulah dinamakan bakteremia. 

Penyebab utama bakteremia adalah:

  • Menularnya penyakit infeksi
  • Cedera ringan 
  • Luka yang terjangkit
  • Jarum suntik yang tidak steril ketika melakukan pengobatan
  • Kateter kandung kemih maupun  intravena sanggup dimasukkan ke dalam tubuh
  • Operasi gigi
  • Kebiasaan semua tipe peradangan di dalam tubuh 

Diagnosa bakteremia

Diagnosa lazim bakteremia yang dilakukan dokter adalah pengujian kultur darah. Lazimnya pasien yang mengikuti pengujian kultur darah tidak membutuhkan persiapan secara khusus. Akan tetapi pasien harus menginformasikan kepada dokter mengenai obat yang semestinya dikonsumsi serta suplemen yang tepat dalam mempengaruhi pengujian kultur darah. Bila dokter meragukan adanya bakteri dalam darah, hasil darah dapat menentukan hasil yang tepat. Pasien harus menyerahkan sampel darah ke laboratorium untuk memastikan adanya bakteri. Namun, diagnosa bakteremia juga bergantung pada gejala serta penyebabnya. Sebagian pasien membutuhkan tes tambahan dalam memastikan keberadaan bakteremia tersebut.

Beberapa tes tambahan tersebut, meliputi:

  • Kultur dahak. Bila anda mengalami kesusahan pernafasan
  • Kultur luka. Bila anda terluka, terbakar, maupun setelah menjalani operasi
  • Pengambilan sampel. Kateter penciuman
  • Pengujian pencitraan. X-ray, CT scan, maupun ultrasound sanggup digunakan. Pengujian ini sanggup dipakai dalam mendeteksi situs potensial infeksi di tubuh.

Pengobatan bakteremia

Pengobatan bakteremia paling lazim adalah bantuan antibiotik. Antibiotik lazimnya diproses untuk pasien sebelum bakteremia dideteksi secara positif di setiap individu. Pasien yang menderita bakteremia butuh pantauan dalam memastikan bahwa kasusnya tidak jadi besar serta berubah menjadi septik. Dikarenakan bakteremia lazimnya dihubungkan dengan adanya peradangan yang telah ada, peradangan itu harus ditemukan serta ditangani dengan benar dalam memastikan bahwa bakteremia juga tidak menyebar sangat jauh. 

Pencegahan

Saran praktis pencegahan bakteremia:

  • Kebersihan (cuci tangan, mandi dengan bersih)
  • Mengontrol diabetes
  • Mengelola peradangan (isolasi)
  • Vaksin

Referensi

  1. Med India: bacteremia
    https://www.medindia.net/patientinfo/bacteremia.htm
  2. Very Well Health: what is bacteremia
    https://www.verywellhealth.com/bacteremia-defined-3157048
  3. Healthline: symptoms of bacteremia
    https://www.healthline.com/health/bacteremia#symptoms
  4. How’s health: causes of bacteremia
    https://howshealth.com/bacteremia-symptoms-causes-pathophysiology-treatment/
  5. Health Advicer: treatment of bacteremia
    https://www.healthadvicer.com/bacteremia-causes-treatment.html

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *