Cholangitis

Apa itu PSC?

Primary Sclerosing Cholangitis maupun PSC adalah penyakit saluran empedu. Saluran empedu membawa cairan pencernaan dari hati menuju usus kecil. Empedu adalah cairan dimana dibuat untuk membantu mencerna makanan. Pada primary sclerosing cholangitis, infeksi menimbulkan bekas luka dalam saluran empedu. Bekas luka tersebut membuat saluran menjadi keras serta sempit, juga secara bertahap menimbulkan kerusakan hati yang serius. Kebanyakan orang dengan primary sclerosing cholangitis menderita penyakit radang usus, yakni kolitis ulserativa. Dijelaskan lebih mendalam apa itu PSC, PSC adalah sejenis penyakit hati. Pada kebanyakan orang primary sclerosing cholangitis maupun PSC adalah penyakit dimana secara perlahan berkembang, serta pada akhirnya menimbulkan gagal hati, infeksi berulang, serta tumor pada saluran empedu. Untuk mengobati penyakit tersebut, transplantasi hati adalah cara satu-satunya, namun juga penyakit tersebut sanggup kambuh dihati dimana ditransplantasikan pada sejumlah kecil pasien. PSC lebih cenderung terjadi pada pria berusia 30 tahun ke atas. Nah untuk meninjau lebih jauh mengenai apa itu PSC, apa sebenarnya penyebabnya, serta bagaimana pengobatan yang dibutuhkan, pada artikel akan dibahas secara tuntas. 

Gejala primary sclerosing cholangitis 

Primary sclerosing cholangitis terkadang didiagnosis sebelum gejala timbul saat tes darah rutin maupun rontgen yang diambil untuk kondisi yang tidak terkait menunjukkan kelainan hati.

Berikut sejumlah gejala dimana sering timbul, meliputi :

  • Demam 
  • Mual, muntah
  • Nyeri pada bagian perut kanan atas
  • Kulit menguning
  • Gatal 
  • Kelelahan
  • Hati membesar
  • Limpa membesar
  • Berat badan menurun

Sejumlah orang didiagnosis primary sclerosing cholangitis sebelum mereka mempunyai gejala terus merasa sehat secara umum selama beberapa tahun. Namun tidak ada cara dimana sanggup diandalkan dalam memprediksi seberapa cepat maupun lambat penyakit tersebut akan berkembang pada individu manapun. 

Penyebab primary sclerosing cholangitis

Primary sclerosing cholangitis paling sering disebabkan oleh bakteri. Hal tersebut sanggup terjadi saat saluran tersumbat oleh sesuatu, yakni batu empedu maupun tumor. Infeksi dimana menimbulkan keadaan tersebut sanggup menyebar menuju hati. Faktor risiko termuat riwayat batu empedu sebelumnya, kolangitis sklerosis, HIV, penyempitan saluran empedu umum, serta jarang bepergian ke negara di mana Anda barangkali terkena infeksi cacing maupun parasit.

cholangitis

Diagnosa 

Dalam mendiagnosis primary sclerosing cholangitis, barangkali dokter akan menanyakan sejumlah pertanyaan, yakni seputar riwayat kesehatan Anda serta melakukan sejumlah tes pada fisik Anda. 

Tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis primary sclerosing cholangitis meliputi :

  • Tes darah fungsi hati. Tes darah dalam memeriksa fungsi hati Anda, termuat kadar enzim hati Anda, dimana sanggup memberi petunjuk kepada dokter mengenai diagnosis Anda. 
  • MRI saluran empedu. Menggunakan MRI untuk membuat gambar hati serta saluran empedu adalah tes pilihan untuk mendiagnosis penyakit tersebut. 
  • Sinar-X saluran empedu. Jenis sinar-X saluran empedu dimana sanggup dinamakan ERCP. Namun tes tersebut sangat langka digunakan karena sanggup menimbulkan komplikasi. ERCP adalah tes pilihan bila gejala tetap ada sekalipun tidak ada kelainan pada MRI. 
  • Biopsi hati. Biopsi hati adalah metode untuk mengangkat sepotong jaringan hati dalam pengujian laboratorium. Dokter memasukkan jarum lewat kulit dan dalam hati untuk mengambil sampel jaringan. Biopsi hati sanggup membantu menentukan tingkat kerusakan pada hati. 

Pengobatan 

Perawatan primary sclerosing cholangitis berfokus pada penanganan komplikasi serta pemantau kerusakan hati. Banyak obat telah dipelajari oleh penderita primary sclerosing cholangitis, namun sejauh ini tidak ada yang ditemukan sanggup memperlambat maupun membalikkan kerusakan hati terkait dengan penyakit tersebut. Tetapi untuk menangani gejala gatal sanggup dikonsumsi obat dimana tergolong antihistamin, UDCA, sekuestran asam empedu, serta krim serta lotion dimana mengandung camphor, menthol, pramoxine, dan capsaicin. 

Namun juga ada tindakan lain dimana sanggup dilakukan oleh dokter, yakni :

  • Operasi 
  • Terapi suportif 

Pencegahan

Pengobatan batu empedu, tumor, serta infestasi parasit sanggup mengurangi risiko bagi sebagian orang. Stent logam maupun plastik dimana dipasang pada sistem empedu barangkali dibutuhkan dalam mencegah infeksi kembali.

Namun ada saran praktis dalam mencegah penyakit tersebut, meliputi :

  • Berhenti merokok.
  • Berhenti mengkonsumsi alkohol.
  • Menjaga berat badan.
  • Tidak menyalahgunakan NAPZA.
  • Konsultasi ke dokter sebelum mengkonsumsi obat-obatan.

Referensi:

  1. Mayo Clinic : diagnosis of primary sclerosing cholangitis : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/primary-sclerosing-cholangitis/diagnosis-treatment/drc-20355802 
  2. MedlinePlus : what is cholangitis : https://medlineplus.gov/ency/article/000290.htm 
  3. Healthline : cholangitis : https://www.healthline.com/health/cholangitis 

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai