Hepatitis A

Pemahaman

Hepatitis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis dan mengakibatkan peradangan pada bagian organ hati sehingga fungsi hati menjadi terganggu. Selain karena virus, hepatitis juga dapat disebabkan karena konsumsi obat-obatan tertentu, alkohol dan karena penyakit autoimun. Penyakit hepatitis dapat dibagi menjadi beberapa tipe, salah satunya adalah hepatitis A.

Penyakit hepatitis A tergolong penyakit akut (jangka pendek), disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) dan dapat menyebabkan peradangan akut pada liver. HAV ditularkan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi virus hepatitis A dari feses penderita hepatitis A dan melalui kontak langsung dengan penderita. Seseorang akan kebal terhadap virus HAV apabila ia pernah terpapar hepatitis A sebelumnya. 

Beberapa kelompok dibawah ini memiliki risiko yang lebih tinggi atau lebih rentan terpapar infeksi hepatitis A, yaitu:

  • HIV positif
  • Menggunakan alat kesehatan yang tidak steril
  • Melakukan aktivitas seksual dengan seseorang yang positif hepatitis A
  • Tinggal bersama dengan seseorang yang positif hepatitis A
  • Tinggal di (atau menghabiskan waktu yang lama di) suatu daerah endemi hepatitis A, termasuk sebagian besar negara dengan standar sanitasi rendah atau kekurangan air bersih.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, prevalensi pengidap hepatitis di Indonesia adalah 1,2 persen, dimana jenis hepatitis yang paling banyak menginfeksi adalah hepatitis B (21, 8 persen) dan hepatitis A (19,3 persen).

Data ini menunjukkan kenaikan dua kali lebih tinggi dibandingkan tahun 2007.

Hepatitis A

Hepatitis A

Gejala infeksi hepatitis A

Gejala yang ditunjukan seseorang yang terinfeksi hepatitis A, dapat beda-beda tergantung usia dan daya tahan tubuh seseorang. 90% anak-anak yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, terutama mereka yang berusia dibawah 6 tahun. Masa inkubasi setelah terjadinya infeksi sampai pertama kali gejala muncul umumnya memerlukan waktu 2-6 minggu. Setelah 2 bulan, gejala biasanya berakhir atau berkurang, tetapi sebagian penderita dapat sakit dan dapat kambuh hingga 6 bulan lamanya.

Gejala-gejala yang dapat dirasakan, antara lain:

  • Diare
  • Mual (muntah)
  • Gejala seperti flu (demam, kelelahan, sakit tubuh)
  • Kehilangan selera makan 
  • Nyeri pada bagian sendi dan otot (abdomen)
  • Sakit perut (terutama di kuadran kanan atas)
  • Penyakit kuning (kulit atau mata menguning)
  • Penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang pasti
  • Warna urin berubah menjadi gelap (seperti teh)
  • Kotoran BAB yang berwarna terang atau mirip tanah liat

Fase hepatitis A

                           

Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 fase:

Fase pendahuluan (prodromal) 

Pada fase pendahuluan penderita akan merasakan gejala: letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual

Fase ikterik

Gejala yang dapat muncul pada fase ikterik adalah penyakit kuning pada umumnya

Fase kesembuhan (konvalesensi)

Pada fase ini, tidak selalu ditemukan gejala penyakit kuning sehingga perlu dilakukan dengan tes darah (enzim hati, SGPT, SGOT).

Diagnosa dan pengobatan 

Pada umumnya setiap diagnosa akan dimulai oleh dokter dengan menanyakan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Hepatitis A sulit dideteksi, sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan tes darah untuk memeriksa keberadaan infeksi virus atau bakteri HAV.

Hepatitis A tergolong penyakit akut (jangka pendek), yang dapat hilang dengan sendirinya. Pengobatan yang dilakukan hanya untuk meredakan gejala yang dirasakan. Gejala yang dirasakan dapat diringankan dengan tidak mengkonsumsi alkohol, konsumsi makanan sehat dan matang, menjaga kebersihan, banyak istirahat dan minum air putih, 

Diagnosa dan pengobatan hepatitis A

Diagnosa dan pengobatan hepatitis A

Pencegahan infeksi hepatitis A

Infeksi hepatitis A dapat dicegah dengan cara:

  • Vaksin hepatitis A
  • Konsumsi makanan matang dan air bersih
  • Terapi imunoglobulin (untuk mereka yang dekat dengan penderita)
  • Biasakan cuci tangan dengan baik dan benar, terutama sebelum atau sesudah makan dan setelah dari toilet.

Referensi:

Wikipedia: Hepatitis A: (https://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis_A)

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. 05.08.2020

    […] Hepatitis A biasanya menyebar melalui kontak dengan makanan atau air yang terkontaminasi. Gejala dapat hilang tanpa pengobatan, tetapi pemulihan dapat memakan waktu beberapa minggu. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *