Hepatitis B

Penjelasan

Hepatitis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis dan mengakibatkan peradangan pada bagian organ hati sehingga fungsi hati menjadi terganggu. Selain karena virus, hepatitis juga dapat disebabkan karena konsumsi obat-obatan tertentu, alkohol dan karena penyakit autoimun. Penyakit hepatitis dapat dibagi menjadi beberapa tipe, salah satunya adalah hepatitis B. Hepatitis B adalah infeksi pada organ hati yang serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan, seiring dengan meningkatnya imun tubuh. 

Hepatitis B dapat berubah dengan beberapa periode dimana organ hati tidak rusak, tetapi apabila setelah 6 bulan infeksi HBV belum hilang maka dapat dikategorikan sebagai hepatitis B kronis atau akut. Oleh karena itu penting bagi mereka yang sedang terjangkit virus HBV untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter, minimal 1 kali dalam setahun. Seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari hepatitis b , tidak dapat terinfeksi HBV kembali

Bayi yang terinfeksi HBV saat lahir, 90%-nya  berlanjut menjadi kronis dan akan menyebabkan kerusakan pada hati, gagal hati dan pada orang dewasa dapat menyebabkan kanker hati (sirosis hati).

Data Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) pada Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B di Indonesia, angka prevalensi Hepatitis B di Indonesia mencapai 4,0-20,3%. Berdasarkan data Kemenkes tahun 2013, secara Nasional terdapat 2.981.075 (1,2%) penduduk di Indonesia mengidap penyakit hepatitis, kondisi ini meningkat 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan tahun 2007. Untuk penderita hepatitis B sendiri mencapai 649.875 (21,8%) dari keseluruhan penderita hepatitis. 

Hepatitis B

Hepatitis B

Penyebaran hepatitis B

                             

Hepatitis B merupakan penyakit yang sangat menular dan menyebar melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh lainnya yang terinfeksi. HBV dapat ditemukan dalam cairan tubuh seperti air liur, darah, air mani dan cairan vagina, tetapi tidak dapat ditularkan apabila berciuman, bersin, batuk, menyusui atau apabila berbagi peralatan makan yang sama. Pada umumnya hepatitis B menyebar melalui ibu ke anak.

Cara penularan 

Penularan dapat digolongkan menjadi 2 cara, yaitu:

Secara vertikal

Penularan vertikal melalui persalinan dari ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan atau segera setelah persalinan

Secara horisontal

Penularan horisontal dapat terjadi melalui:

  • Transfusi darah 
  • Berhubungan intim dengan seseorang yang terinfeksi HBV
  • Kontak langsung dengan darah yang terinfeksi
  • Penggunaan alat kesehatan dan peralatan tato yang tidak steril
  • menggunakan pisau cukur atau barang pribadi lainnya, dimana peralatan tersebut sudah tercemar dengan sisa-sisa cairan yang terinfeksi
Penyebaran hepatitis B

Penyebaran hepatitis B

Faktor resiko

Beberapa kelompok orang dibawah ini beresiko lebih tinggi tertularnya HBV, antara lain:

  • Bertato atau pernah memiliki tato
  • Homoseksual 
  • Menderita HIV
  • Memiliki usia diatas 60 tahun 
  • Penderita diabetes
  • Petugas kesehatan
  • Penderita penyakit ginjal
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Memiliki penyakit hati kronis
  • Sudah pernah dipenjara
  • Tinggal dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis B kronis
  • Dilahirkan atau tinggal di negara-negara pandemi hepatitis B 
  • Sudah pernah  melakukan kontak dengan seseorang dengan hepatitis 
  • Memiliki genetika (keturunan) hepatitis B, penyakit hati atau kanker hati
  • Mereka yang bepergian ke negara-negara dengan insiden infeksi HBV yang tinggi
  • Sudah pernah melakukan transfusi darah atau ginjal atau prosedur medis dan pengobatan gigi di negara yang sedang berkembang
  • Sudah pernah berhubungan seksual dengan lawan pasangan yang terinfeksi hepatitis B.

Gejala Hepatitis B kronis

Hepatitis B kronis berkembang lambat dan gejala mungkin tidak terlihat kecuali telah terjadi komplikasi dan sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitis B tidak mempunyai gejala khusus, sehingga pada umumnya mereka tidak menyadari bila mereka sudah terinfeksi virus hepatitis B. 

Gejala-gejala yang dapat dirasakan, antara lain: 

  • Demam
  • Mual (muntah)
  • Mudah lelah
  • Merasa depresi dan emosional
  • Nyeri pada bagian sendi dan otot
  • Perut terasa tidak nyaman
  • Selera makan menurun 
  • Sakit dan nyeri pada persendian
  • Rasa sakit di hati (bagian atas, sisi kanan perut)
  • Warna urin menjadi gelap (seperti teh)
  • Menguningnya bagian putih mata (sklera) dan kulit (ikterus)
Gejala Hepatitis B kronis

Gejala Hepatitis B kronis

Diagnosa

Pada umumnya setiap diagnosa akan dimulai oleh dokter dengan menanyakan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik, untuk hepatitis B  biasanya dokter akan melakukan tes darah terutama pada wanita hamil dan pada kelompok-kelompok yang memiliki resiko tinggi terhadap penularan HBV (seperti yang sudah disebutkan diatas).

Tes darah yang sering direkomendasikan dokter adalah:

Tes antibodi permukaan hepatitis B

Tes ini ntuk menentukan apakah anda memiliki imunitas terhadap HBV (imunitas dapat disebabkan oleh vaksinasi yang sudah pernah dilakukan atau sudah pulih dari infeksi HBV)

Tes antigen inti hepatitis B

Tes ini untuk menentukan apakah anda menderita  atau sedang pulih hepatitis B akut (kronis) 

Tes antigen permukaan hepatitis B

Tes ini untuk menentukan apakah anda menderita hepatitis B dan dapat menyebarkan virus

Tes fungsi hati

Tes ini untuk memeriksa kadar enzim hati. Kadar enzim hati yang tinggi dapat menunjukkan hati yang rusak atau meradang

Pengobatan infeksi HBV

Pengobatan dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu:

Medis

Hepatitis B kronis dapat diobati dengan pemberian obat antivirus, langkah ini diberikan untuk mengurangi risiko komplikasi hati di masa depan. Apabila kerusakan fungsi hati sudah menjadi kronis, maka transplantasi hati mungkin akan direkomendasikan oleh dokter. 

Alami atau non-medis

Perbanyak istirahat dan konsumsi air putih merupakan langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengobati hepatitis B. Selain itu anda juga dapat mencoba tanaman herbal yang mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik (meningkatkan produksi empedu oleh hati).

Beberapa contoh tanaman herbal tersebut adalah:

  • Akar alang-alang (Imperata cylindrica), 
  • Buah kacapiring (Gardenia augusta), 
  • Buah mengkudu (Morinda citrifolia), 
  • Daun serut/mirten,
  • Jombang (Taraxacum officinale),
  • Jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), 
  • Kunyit (Curcuma longa), 
  • Meniran (Phyllanthus urinaria), 
  • Pegagan (Centella asiatica),
  • Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), 
  • Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa),
  • Sambiloto (Andrographis paniculata), 
Лечение инфекции ВГВ

Лечение инфекции ВГВ

Hepatitis B viruses and DNA. Conceptual image for viral oncogenesis. Hepatitis B viruses (HBV) can integrate into host DNA as insertional mutagens causing the activation of a cellular proto-oncogene. Integration of viral DNA into the human genome is considered an early event in the carcinogenic process and can induce, through insertional mutagenesis, the alteration of gene expression and chromosomal instability.

Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan atau pemberian vaksinasi hepatitis B dan suntikan globulin imun HBV, serta menjaga pola hidup sehat dan bersih agar imunitas tubuh tetap terjaga. 

Hal-hal lain yang juga dapat dilakukan secara mandiri untuk mencegah hepatitis B, adalah dengan cara:

  • Gunakan alat kesehatan yang steril
  • Gunakan alat pengaman seperti kondom atau cairan pelumas saat berhubungan intim
  • Hindari berbagi peralatan makan, alat-alat kesehatan dan kebersihan dengan orang lain
  • Membuang barang milik pribadi seperti lap kertas pembalut wanita, perban, ke dalam kantong plastik tertutup 
  • Tutup luka yang terbuka dan bersihkan tumpahan darah dengan bleach . Jangan biarkan orang lain untuk menyentuh luka atau darah anda kecuali mereka memakai sarung tangan

Referensi:

  1. Multicultural HIV and Hepatitis Service: Hepatitis B: Ini Adalah Masalah Keluarga: (https://www.mhahs.org.au/index.php/id/hepatitis/hepatitis-b)
  2. Wikipedia: Hepatitis B: (https://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis_B)

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *