Hidradenitis Suppurativa

Hidradenitis suppurativa adalah keadaan selaput kronis, kambuh dan melumpuhkan. Kecacatan tersebut merupakan gangguan inflamasi pada epitel folikel, meskipun penularan kuman kurang penting terjadi. Banyak kecacatan penyerta yang berhubungan dengan hidradenitis suppurativa, termasuk obesitas, syndrom metabolik dan kecacatan radang usus. Ada pula yang mempunyai pemahaman hidradenitis suppurativa adalah pembengkakan kecacatan selaput yang mempengaruhi apokrin kelenjar-kelenjar selaput di ketek, di lipatan kemaluan dan di bawah dada. Istilah hidradenitis suppurativa menyiratkan hal tersebut diawali sebagai gangguan peradangan pada kelenjar keringat atau dapat pula disebut infeksi kelenjar keringat. 

Hidradenitis suppurativa pula diketahui bernama jerawat terbalik. Kebanyakan masyarakat mengenal dengan pengertian hidradenitis suppurativa adalah pembengkakan menahun yang merupakan keadaan selaput yang kambuh dan melumpuhkan. Infeksi kelenjar keringat merupakan kelainan epitel folikel yang kerap timbul di ketiak dan lipatan selangkangan. Hidradenitis sering dimulai saat pubertas dan paling aktif antara usia 20 dan 40 tahun, dan pada wanita sanggup hilang saat menopause.

Gejala hidradenitis suppurativa

Diagnosa hidradenitis suppurativa

Lazimnya pada awalnya dokter akan memeriksa kulit pasien dan membuat diagnosa berdasarkan letak tonjolan dan kantong berada dan seberapa kerap pasien mengalaminya. Dilihat melalui dasar pengertian hidradenitis suppurativa adalah diagnosa klinis yang tetap sulit dibuat. Furunkulosis atau bisul bertulang sering salah diagnosa saat muncul, dan 12 tahun atau lebih dapat berlalu antara timbulnya gejala dan diagnosa hidradenitis suppurativa. Pasien mungkin tidak akan menjalani tes kecuali dokter perlu mengesampingkan jenis infeksi lain.

Seorang dokter akan meneliti wilayah selaput yang terkena, dan dokter mungkin membawa contoh dari wilayah yang tertular. Ini dapat membantu dalam membuat diagnosa dikarenakan keadaan tersebut biasanya tidak dikaitkan dengan keberadaan bakteri penyebab penyakit kulit. Namun, tak terdapat tes yang pasti bagi mendiagnosa hidradenitis suppurativa.

Penyebab hidradenitis suppurativa

Meskipun hidradenitis suppurativa selalu dinilai sebagai penyakit infeksi kelenjar keringat, data terkini menunjukkan bahwa hal tersebut adalah gangguan epitel folikel akibat tekanan mekanis berulang pada individu yang lemah secara genetik. Secara khusus, hidradenitis suppurativa diawali dengan sumbat folikel yang didapatkan oleh unsur eksogen. Hidradenitis suppurativa amat kerap terbentuk pada perempuan daripada pria. Ini juga lebih mungkin terjadi jika pasien kelewatan berat badan, jika merokok, dan jika berjerawat.

Masalah kulit dimulai saat folikel rambut tersumbat. Pasien sering mendapatkan gejala pertama pada usia 20 tahunan. Seseorang tidak terkena hidradenitis suppurativa karena tidak cukup mencuci, karena menggunakan deodoran atau bedak atau karena mencukur ketiak. Pasien juga tidak bisa menangkapnya dari orang lain atau memberikannya kepada orang lain.

Gejala hidradenitis suppurativa

Hidradenitis suppurativa sanggup mempengaruhi satu lokasi atau berbagai wilayah badan. Gejala hidradenitis suppurativa sanggup bermacam-macam dari satu korban dengan korban selainnya. Gejala pula sanggup terbentuk selama bertahun-tahun dan merosot seiring masa.

Beberapa gejala hidradenitis suppurativa :

  • Komedo. Wilayah sempit berlubang yang memuat komedo, kerap timbul berpasangan adalah fitur normal.
  • Tonjolan setara kacang yang memedihkan. Keadaan ini biasanya dimulai dengan satu tonjolan perih di bawah selaput. Kemudian lebih banyak tonjolan yang terwujud. Lazimnya timbul di wilayah dengan folikel rambut dengan kebanyakan kelenjar plak dan keringat, semisal ketiak, selangkangan, dan area anus. Infeksi Kelenjar keringat pula terbentuk saat kulit bergesekan, semisal paha bagian dalam, dada, dan pantat.
  • Terowongan. Sejalan masa, terusan yang menjembatani tonjolan sanggup membentuk dibawah selaput. Cedera ini pulih dengan lambat, jika ada dan melepaskan nanah yang berpotensi berbau.

Beberapa orang dengan keadaan ini hanya mengalami gejala ringan. Berat badan berlebih, stres, perubahan hormonal, panas atau kelembaban dapat memperburuk gejala. Pada wanita, keparahan penyakit bisa berkurang setelah menopause.

Pengobatan hidradenitis suppurativa

Meskipun Hidradenitis suppurativa tak sanggup disembuhkan, Ahli sanggup membuat rencana perawatan guna mengendalikan penyakit dan mengurangi gejala. Pemulihan sanggup menurunkan kekambuhan, menyembuhkan luka dan meredakan nyeri. Saat membuat rencana perawatan bagi hidradenitis suppurativa, ahli akan mempertimbangkan kebutuhan, yang meliputi jenis lesi yang dimiliki, apakah mendapati nyeri atau infeksi, dan bagaimana penyakit itu mempengaruhi hidup. Ini memungkinkan dokter kulit untuk menyesuaikan rencana perawatan.

Beberapa pengobatan yang akan dilakukan dokter :

  • Rencana perawatan kulit
  • Obat, prosedur di kantor
  • Pengobatan untuk infeksi
  • Pengobatan untuk infeksi
  • Perawatan luka
  • Kontrol nyeri

Referensi

  1. NHS : Hidradenitis suppurativa (HS) : https://www.nhs.uk/conditions/hidradenitis-suppurativa/
  2. WebMD : Hidradenitis Suppurativa : https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hidradenitis-suppurativa#1
  3. Mayo Clinic : Hidradenitis suppurativa : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hidradenitis-suppurativa/symptoms-causes/syc-20352306
  4. AAD : HIDRADENITIS SUPPURATIVA: DIAGNOSIS AND TREATMENT : https://www.aad.org/public/diseases/a-z/hidradenitis-suppurativa-treatment

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *