Kandung Kemih Turun (Sistokel)

Apa pengertian prolaps? Pengertian prolaps kandung kemih atau sistokel atau prolapsus adalah perpindahan atau penurunan letak kandung kemih dan rahim menjauhi lokasi aslinya yaitu panggul. Kondisi ini biasa disebut juga dengan hernia kandung kemih atau kandung kemih turun pada wanita, yang mengakibatkan penonjolan dinding posterior kandung kemih kemudian mendorong ke permukaan anterior vagina. Hal ini berkaitan dengan histeroptosis dan rektokel. Histeroptosis adalah penurunan rahim sedangkan rektokel adalah penurunan rektum atau bisa disebut juga rektokel adalah gangguan pada organ panggul. 

Prolapsus adalah gangguan ginekologi yang umum terjadi pada wanita terutama setelah beberapa kehamilan atau adanya persalinan yang sulit, dikarenakan adanya dorongan yang kuat pada lubang melahirkan sehingga jaringan tetap tertutup oleh selaput lendir di kandung kemih. Data penelitian yang dilakukan di Yogyakarta Januari hingga Maret 2018 dengan 51 subjek penelitian pada pasien 3 bulan pasca melahirkan, didapatkan 44 orang mengalami sistokel.

Etiologi sistokel

Penyebab kandung kemih turun pada wanita bisa sangat bervariasi. Organ panggul terdiri dari uterus, kandung kemih dan rektum yang ditopang atau dipertahankan pada tempatnya oleh ligamen (pengikat organ) maupun perineum (sekumpulan otot yang menopang organ wanita). Otot wanita atau perineum dan ligamen dapat meregang sehingga memisahkan organ-organ tersebut yang berdampak kantung kemih turun dan membuat area lubang melahirkan atau vagina menonjol. 

Hal ini dapat disebabkan oleh:

  • Usia wanita
  • Panjang genital hiatus maupun perineal body
  • Kehamilan berulang
  • Kenaikan berat badan selama hamil (diatas 15 kg)
  • Persalinan yang sulit
  • Adanya robekan perineum
  • Adanya fibroid rahim
  • Terlalu banyak tekanan intra abdomen dikarenakan sembelit atau batuk kronis
  • Gangguan jaringan ikat seperti sindrom marfan
  • Memiliki riwayat operasi panggul
  • Menopause
  • Obesitas
  • Sering angkat atau memakai benda berat.

Gejala kandung kemih turun

Pada prolaps ringan, seringnya tidak menunjukkan tanda rahim turun. Namun dalam kasus yang lebih berat atau sedang, penderita dapat mengalami gejala kandung kemih turun sebagai berikut:

  • Panggul terasa berat
  • Vagina menonjol atau merasa ada benjolan di vagina sehingga dapat mengganggu aktivitas saat berjalan
  • Merasa iritasi pada vagina
  • Infeksi saluran kemih
  • Kesulitan untuk buang air kecil
  • Keinginan mendesak untuk buang air kecil dan terasa sangat menyakitkan
  • Inkontinensia urine, yaitu kesulitan dalam menahan keinginan kencing
  • Ketidaknyamanan saat berhubungan seks
  • Sembelit dapat menjadi tanda rahim turun karena adanya tekanan atau dorongan yang kuat secara berulang.

Cystocele

Prognosis sistokel

Komplikasi utama dari kantung kemih turun adalah:

  • Keluarnya organ dari tempatnya
  • Bisul saat organ tersebut keluar
  • Gagal ginjal yang terkadang bisa berakibat fatal
  • Pelebaran ginjal akibat potensi gagal ginjal fatal
  • Retensi urine akut, yaitu penyumbatan pada saat buang air kecil
  • Ulserasi atau luka trauma pada organ luar

Anamnesis prolaps

Sistokel dapat ditangani oleh dokter kandungan atau ahli urologi. Disarankan konsultasi jika gejala terasa melumpuhkan. Sebagai diagnosis awal sistokel, dapat ditanyakan kepada penderita penggambaran gejalanya seperti frekuensi buang air kecil, inkontinensia, terbangun di malam hari, nyeri dan ketidaknyamanan. 

Diagnosis klinis yang dapat dilakukan untuk menilai seberapa berat prolaps sudah mempengaruhi organ tubuh lainnya, diperlukan pemeriksaan berikut:

  • Tes fungsi kemih dan saluran kencing di vagina
  • Pap smear, dapat diulang setiap 6 bulan sekali untuk memeriksa adanya virus atau gangguan lainnya
  • Ultrasonografi (USG) panggul
  • Magnetic resonance imaging (MRI) panggul
  • Sito bakteriologis urine (ECBU) untuk mencari infeksi saluran kemih
  • Pemeriksaan urodinamik untuk mengukur masalah kandung kemih dalam menahan dan mengeluarkan kencing di vagina
  • Cystourethrogram (cystogram voiding), X-ray dari cairan kencing untuk memeriksa masalah dan penyumbatan apapun pada saluran kencing di dalam vagina 
  • Cystoscopy (sistoskopi), yaitu memasukkan kamera dalam vagina atau uretra. Kamera dalam vagina ini perlahan akan masuk ke dalam kandung kemih untuk memeriksa lapisan kandung kemih dan uretra. Uretra adalah saluran kencing di dalam vagina. Letak uretra pada wanita berbeda dengan pria. Letak uretra pada wanita adalah di antara klitoris dan pembukaan vagina.

Pengobatan sistokel

  • Rehabilitasi perineum setelah melahirkan untuk memperkuat otot panggul dan memperlambat perkembangan prolaps genital. Rehabilitasi ini dapat mengurangi rasa berat di dalam vagina dan meningkatkan kenyamanan terutama saat buang air kecil
  • Rehabilitasi pelvic perineal sejak timbulnya gejala
  • Dalam beberapa kasus, penempatan pessarium atau alat intra-vagina dilakukan untuk mengurangi gejala
  • Operasi pemasangan prostesis penyangga perineum, dengan tujuan untuk memposisikan ulang letak kandung kemih dan rahim, vagina serta rektum dengan benar di panggul dan mengkompensasi kegagalan otot panggul. Pada lansia operasi pengangkatan rahim dan ovarium dapat dipertimbangkan.

Pencegahan prolaps

Belum ada metode yang bisa mencegah terjadinya prolaps 100%. Namun dengan menjalani pola hidup sehat dan melakukan beberapa tindakan berikut dapat membantu pencegahannya, diantaranya:

  • Banyak minum air putih
  • Senam kegel secara teratur untuk melatih otot wanita dan membuatnya lebih kuat sehingga tidak mengakibatkan jaringan tetap tertutup lendir
  • Kurangi aktivitas mengangkat benda berat
  • Lakukan olahraga ringan terutama berenang
  • Pertahankan berat badan sehat dan ideal
  • Lakukan latihan rehabilitasi perineum setelah kehamilan
  • Obati perut bengkak terutama akibat sembelit
  • Jalani terapi hormon selama menopause.

Referensi

  1. Johns Hopkins Medicine: Cystocele: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cystocele
  2. Cleveland Clinic: Cystocele (Fallen Bladder): https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15468-cystocele-fallen-bladder
  3. NIH: Cystocele: https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/cystocele

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *