Kondisi Kecacatan Tulang

Tulang merupakan bagian yang terpenting dari tubuh manusia. Tulang yang menyusun rangka manusia menjadi penopang postur tubuh, penunjang mobilitas tubuh, produksi sel darah merah serta sebagai pelindung organ-organ penting di dalam tubuh. Kegunaan tulang yang sangat penting bagi tubuh membuat gangguan pada tulang serta jenis penyakit tulang harus diwaspadai sejak dini. Sejumlah faktor, diantaranya gaya hidup dan kurangnya asupan vitamin D, dituding menjadi penyebab penyakit tulang, meski ada pula kecacatan tulang yang disebabkan oleh faktor genetik.  

Penyakit Tulang dan Penyebabnya

Ada banyak  jenis penyakit tulang dan jenis kelainan tulang yang sebagian besar mempengaruhi orang dewasa, walau sebagian lagi terdapat pula jenis-jenis kelainan tulang yang  terjadi di masa kanak-kanak dan remaja. Kepadatan tulang manusia memuncak di usia antara 25 – 30 tahun dan menurun di usia paruh baya.

Beberapa penyakit tulang dan penyebabnya :

  • Faktor genetik. Beberapa jenis kelainan pada tulang disebabkan oleh adanya faktor keturunan yang diwariskan dari keluarga. Kondisi bawaan ini banyak dikaitkan dengan kondisi saat janin berada dalam kandungan, persalinan hingga di masa awal kehidupan bayi. 
  • Usia. Banyak gangguan tulang disebabkan oleh faktor usia. Usia umumnya membuat struktur tulang berubah. Tulang menjadi lebih rapuh karena menurunnya kepadatan tulang yang disebabkan oleh usia. Proses penuaan memulai pola perubahan yang merusak dan akhirnya menciptakan kerusakan permanen pada tulang. Macam-macam kelainan tulang yang bisa terjadi ialah osteoporosis dan berbagai jenis arthritis.
  • Etnis atau ras. Salah satu penyakit tulang disebabkan pengaruh warna kulit dari etnis berbeda. Penyakit tulang paget, misalnya cenderung terjadi golongan etnis selain asia dan lebih umum terjadi pada orang kulit putih dan hanya sedikit yang menyerang orang kulit hitam.
  • Jenis Kelamin. Kebanyakan wanita lebih rentan mengalami gangguan pada tulang, terutama radang sendi. 
  • Cedera dan penggunaan secara berlebihan. Cedera pada tulang yang berlangsung dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan gangguan fisiologis tulang. Eksploitasi tulang berlebihan juga dapat memicu terjadinya dislokasi tulang.
  • Gaya Hidup dan adanya penyakit lain. Gaya hidup yang kurang asupan kalsium dan kurang gerak dapat meningkatkan resiko penyakit pada tulang. Keberadaan penyakit seperti diabetes dapat menyebabkan gangguan dan kelainan pada tulang serta persendian. 
  • Konsumsi jenis obat-obatan tertentu. Adakalanya seseorang harus menjalani pengobatan yang mengharuskan konsumsi jenis obat tertentu dalam jangka panjang. Hal ini dapat mempengaruhi penyerapan kalsium dalam tubuh sehingga memicu jenis-jenis kelainan tulang. 

Abnormalities in the Bone

Macam-macam kelainan tulang dan gejala yang menyertainya

Tubuh manusia terbentuk oleh 206 tulang, sebagai jaringan hidup tulang terus mengalami proses remodeling layaknya sebuah rumah yang mengalami renovasi. Namun berbagai sebab dapat membuat struktur kepadatan tulang berubah dan akhirnya memicu berbagai kelainan pada tulang manusia seperti :

  • Osteoporosis : Contoh kelainan tulang yang ditandai menurunnya kepadatan tulang sehingga membuat tulang rapuh. Osteoporosis merupakan gangguan tulang yang paling umum terjadi namun tidak disadari telah terjadi. Menyerang lebih banyak kalangan wanita terutama yang telah berusia paruh baya. Gangguan dan kelainan pada tulang dengan kondisi kebalikan osteoporosis adalah osteopetrosis yaitu tulang menjadi terlalu padat namun rapuh dan mudah rusak.
  • Penyakit Paget. Ini adalah kelainan pada tulang yang disebabkan oleh proses pembaharuan tulang (remodelling) yang terlalu cepat. Kelainan pada tulang yang terjadi akibat penyakit ini antara lain memicu gangguan fisiologis tulang berupa bentuk tulang melunak atau membesar pada  bagian-bagian tertentu. Jarang menunjukkan gejala namun penderita akan mengalami kesulitan bergerak, mengalami perubahan ukuran tulang yang terlalu cepat, serta sakit kepala. Gangguan tulang ini umumnya ditemukan pada orang-orang kulit putih di usia diatas 55 tahun. Hingga saat ini penyebab penyakit tulang ini masih belum dapat dipastikan namun diduga karena faktor lingkungan dan faktor genetik.  
  • Infeksi Tulang atau Osteomielitis. Kelainan tulang ini jarang terjadi namun kondisinya bisa serius. Infeksi tulang merupakan kelainan pada tulang yang disebabkan operasi contohnya pengangkatan pinggul dan bisa jadi menyebar ke seluruh tubuh. Gejala umum yang dikeluhkan adalah munculnya rasa nyeri dan bengkak serta kemerahan.
  • Tumor tulang. keadaan ini bisa terjadi oleh adanya pertumbuhan jaringan yang tidak biasa di dalam tulang. Kebanyakan tumor tulang adalah tumor jinak karena tidak mempengaruhi tulang lain atau tidak menyebar. Namun pada sebagian kecil kasus ada yang berkembang menjadi kanker.   
  • Osteoartritis. Ini adalah kelainan pada tulang manusia yang paling umum terjadi dikarenakan kerusakan tulang rawan yang menjadi pembatas antar tulang sehingga menyebabkan rasa nyeri saat bergesekan.
  • Artritis Reumatoid .merupakan contoh kelainan tulang yang menimbulkan pembengkakan yang menyakitkan dan pada gilirannya memicu erosi tulang dan kelainan bentuk sendi.
  • Skoliosis. Merupakan kelainan yang terjadi di masa remaja dimana tulang punggung melengkung secara tidak normal ke kiri atau ke kanan. Walau sebagian besar kasus tergolong ringan seiring berjalannya waktu kelainan ini dapat menjadi serius dan jumlah penderitanya terus bertambah.
  • Osteopenia. Kondisi kepadatan tulang yang rendah sehingga dapat menyebabkan perubahan postur, dan osteoporosis 
  • Gout. Kelainan pada tulang yang disebabkan kristal asam urat berlebih menumpuk di persendian sehingga menyebabkan munculnya pembengkakan, nyeri dan kemerahan.

Kelainan pada Tulang dan Cara Mengatasinya

Berbagai faktor seperti usia, gaya hidup dan faktor genetik menyebabkan macam – macam kelainan yang bisa terjadi pada tulang. 

Berikut antara lain kelainan pada tulang dan cara mengatasinya, serta cara mencegah kelainan tulang terjadi.

  • Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi yang diakibatkan oleh kerusakan tulang, jika kerusakan terjadi perawatan lebih ditujukan untuk mencegah hilangnya kalsium dari tubuh dengan obat-obatan seperti bifosfonat. Bifosfonat adalah jenis obat yang mengurangi kerusakan tulang tidak teratur. Mereka yang tengah menjalani perawatan dengan bifosfonat juga diwajibkan menjaga asupan vitamin D serta kalsium sebagai suplemen
  • Pembedahan. Tindakan ini kemungkinan diperlukan jika terjadi fraktur atau patah pada tulang serta untuk melakukan koreksi pada tulang yang mengalami masalah. 

Pencegahan kelainan tulang, antara lain :

  • Ubah Gaya Hidup. Menjaga makanan dengan asupan vitamin D dan kalsium yang cukup.
  • Hindari Alkohol dan Rokok. Dua bahan ini harus benar-benar ditinggalkan untuk menjaga kualitas tulang yang sehat. 
  • Menjaga berat badan. Berat badan secara tidak langsung dapat mempengaruhi kesehatan tulang, dengan menjaga berat badan tetap ideal maka masalah pada tulang dapat dihindari.
  • Olahraga dan melakukan latihan rutin. Olahraga teratur dapat menguatkan otot dan tulang untuk menghindari gangguan tulang yang serius 

Referensi 

  1. Verywell Health : Causes and Risk Factors of Bone Diseases :https://www.verywellhealth.com/bone-diseases-causes-5083133
  2. WebMD : Conditions that Affect your bones : https://www.webmd.com/osteoporosis/ss/slideshow-bone-conditions
  3. TOC (Total Orthopaedic Care) : 10 Types of Bone Diseases To Watch Out For : https://www.toc.md/2018/08/03/10-different-types-of-bone-diseases-to-watch-out-for/

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai