Kualitas Air Minum 

Air minum adalah air yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidrasi pada tubuh manusia. Air minum adalah suatu kebutuhan penting bagi tubuh manusia, karena sebagian besar tubuh manusia diliputi oleh cairan. Manfaat air minum adalah sanggup mencegah dehidrasi, dimana suatu kondisi yang sanggup menyebabkan pikiran tidak jernih, mengakibatkan perubahan suasana hati, menyebabkan tubuh kepanasan, dan menyebabkan sembelit dan batu ginjal. Oleh sebab itu, air minum sangatlah penting untuk dikonsumsi. 

Kualitas air minum yang dikonsumsi harus diperhatikan, merupakan air layak minum atau tidak. Kualitas air minum yang bisa dikonsumsi adalah air yang tidak berbau, tidak berwarna, serta tidak mengandung zat yang berbahaya. Kualitas air minum tersebut sangat penting untuk diketahui dalam menghindari kesehatan tubuh. Berbagai masalah kesehatan yang sanggup muncul bila mengkonsumsi air minum dengan kualitas yang tidak baik adalah diare, kolera, tifus, kanker, dan penyakit lainnya.     

Kualitas air minum yang layak dikonsumsi 

Sekalipun masih banyak standar air minum disebut sebagai daftar sederhana nilai parametrik, namun dokumentasi standar air minum tersebut juga menentukan lokasi pengambilan sampel, metode pengambilan sampel, frekuensi pengambilan sampel, metode analisis, dan validasi laboratorium AQC. Tidak cuma itu, banyak dokumen mengenai standar air minum dimana memerlukan perhitungan untuk menentukan apakah levelnya melebihi standar air layak minum atau tidak, seperti mengambil rata-rata. 

Beberapa tolok ukur memberikan persyaratan yang kompleks dan terperinci untuk perlakuan statistik hasil, variasi temporal dan musiman, jumlah parameter terkait, dan perlakuan matematis yang tampaknya dari hasil, sehingga sanggup dipastikan bahwa air tersebut memenuhi standar air minum serta merupakan air layak minum. Dimana telah dijelaskan bahwa harus memperhatikan kualitas air yang baik untuk dikonsumsi dalam menghindari sejumlah masalah kesehatan yang sanggup timbul. 

Berikut adalah kriteria dalam memenuhi kualitas air yang baik untuk dikonsumsi, meliputi:

  • Tidak keruh. Salah satu ciri-ciri air sehat dan bersih adalah tidak keruh, artinya bersih jernih. Standar kualitas air minum sangat mudah dikenali. Apabila air minum yang dikonsumsi adalah keruh, artinya air tersebut telah terkontaminasi oleh zat lain. Dan barangkali sumber air minum tersebut dari tanah air yang sangat kotor, juga sanggup dikarenakan oleh zat dimana sangat membahayakan tubuh. 
  • Tidak berwarna. Standar kualitas air minum juga sanggup dilihat dari warnanya. Kualitas air yang baik adalah tidak berwarna. Adanya warna pada air bukan merupakan air layak minum. Bila air minum yang dikonsumsi mengandung warna, maka kemungkinan hal tersebut mengandung zat yang berbahaya. Bahkan bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang sanggup mengancam nyawa. Contohnya, sumber air minum yang memiliki warna adalah air campuran sisa zat, baik limbah pabrik maupun adanya perubahan pada lingkungan.
  • Tidak bau. Selanjutnya standar kualitas air minum yang layak konsumsi serta sehat adalah tidak memiliki bau. Karena bila mengkonsumsi air yang berbau sanggup menimbulkan keracunan, terutama memiliki bau yang otentik dengan bau dari asam.
  • Memiliki rasa tawar. Rasa normal pada air cenderung tawar serta menyegarkan, itulah yang merupakan syarat air bersih dan sehat, dimana dikarenakan air tersebut belum tercampur oleh zat apapun. 
  • Tidak berapa pada suhu tinggi. Suhu adalah salah satu hal penting dalam menentukan apakah ciri-ciri air sehat atau tidak. Karena sumber air minum dimana terpapar oleh suhu tinggi sanggup memicu terjadinya pertumbuhan mikroorganisme serta mencemari air minum. Contohnya bakteri Coliform sanggup berkembang dalam air di suhu 37°C serta bakteri E.Coli sanggup hidup pada suhu 44.2°C di air. 
  • Tidak mengandung mikroorganisme berbahaya. Ciri-ciri air sehat dan bersih adalah tidak mengandung mikroorganisme berbahaya, yakni seperti E.Coli dan Salmonella dimana sanggup menimbulkan diare. Hal tersebut merupakan salah satu syarat air bersih dan sehat. Sekalipun sulit untuk melihat mikroorganisme tersebut di dalam air, namun hal tersebut sanggup dihindari dengan menjauhkan sumber air minum dari toilet, tempat pembuangan sampah, serta paparan sinar matahari. Bila mengkonsumsi air minum dalam kemasan, pastikan air minum tersebut sudah terdaftar BPOM serta tersegel dengan baik. 
  • Tidak mengandung bahan kimia yang bahaya. Selain tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, syarat air bersih dan sehat juga tidak mengandung bahan kimia berbahaya, yakni arsenik, ammonia, benzena, timbal, serta merkuri. Mengkonsumsi air dengan kandungan bahan kimia sanggup menimbulkan penyakit kanker, gangguan ginjal, serta gangguan sistem reproduksi. Air minum dengan kandungan bahan kimia berbahaya tersebut sanggup diketahui dari rasa dan bau air tersebut.
  • Memiliki pH seimbang (6,5-8,5). Selanjutnya syarat air bersih dan sehat adalah memiliki nilai pH seimbang. Sekalipun nilai pH air minum tidak berpengaruh langsung terhadap kesehatan, nilai pH merupakan salah satu parameter penting dimana sanggup menentukan kualitas air minum. Air dengan pH rendah lazimnya lebih rentan terhadap pencemaran oleh polutan yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, air jenis ini juga sanggup menimbulkan korosi atau karat pada pipa air minum, sehingga air menjadi tercemar dan tidak sanggup diminum. Pada saat yang sama, air alkali atau air alkali dengan pH 8 atau 9 lazimnya tidak memiliki efek buruk pada kesehatan. Namun, air minum dengan pH yang terlalu tinggi sanggup menyebabkan alkalosis. Kondisi ini lazimnya disertai dengan gejala mual, muntah, dan diare.

Kualitas Air Minum adalah

Sumber air minum

Dikarenakan air minum mempunyai peranan penting dalam mencukupi kebutuhan nutrisi manusia. Maka wajib disadari perlunya menjaga kualitas dari sumber air minum itu sendiri. 

Berikut adalah sumber air minum secara umum yang harus diketahui, meliputi:

  • Sumber air tanah, (air sumur).
  • Sumber air dari langit, (air hujan, salju).
  • Sumber air permukaan bumi, (bengawan, aliran sungai, gletser).
  • Sumber air biologis, lazimnya berasal dari tumbuh-tumbuhan.
  • Sumber air daur ulang dari laut.
  • Jaringan pemasok air bersih. 

Sumber air bersih layak minum tersebut tidak sanggup langsung untuk dikonsumsi. Ada beberapa faktor menjadikan air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi, yakni sumber air minum dekat dengan kegiatan industri. Hal tersebut sangat tidak baik, sanggup mencemari sumber air bersih tersebut. Maka dari itu pilihlah sumber air minum yang bersih, tidak dekat dengan kegiatan industri atau hal lainnya dimana sanggup memicu pertumbuhan bakteri. 

Konsumsi air minum dengan kualitas yang baik sanggup membantu kita terhindari dari penyakit, sehingga kesehatan tetap terjaga. Menjaga kesehatan serta mempertahankan daya tahan tubuh tidak cukup hanya mengkonsumsi air dengan kualitas yang baik, namun juga menerapkan pola hidup yang sehat, yakni konsumsi makanan bergizi, olahraga yang rutin, tidak konsumsi alkohol. Bila mengalami sejumlah gangguan, yakni mual, diare, sesak nafas setelah mengkonsumsi air minum, khususnya air minum yang tidak memenuhi standar, segera kunjungi dokter dalam memperoleh penanganan yang baik.

Referensi:

  1. Civiconcepts : drinking water quality standards : https://civiconcepts.com/blog/drinking-water-quality-standards 
  2. Mineral pro : properties of healthy drinking water : https://www.mineralpro.com/blog/4-properties-of-healthy-drinking-water/ 
  3. Rhodes pump : types water suitable consumption : https://rhodespump.com/types-water-suitable-consumption/ 
  4. CDC : water and healthier drinks :  https://www.cdc.gov/healthyweight/healthy_eating/water-and-healthier-drinks.html 

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai