Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba atau napza adalah penggunaan zat legal atau ilegal dengan cara yang tidak sesuai misalnya mengkonsumsi suatu pil melebihi dosis atau memakai resep orang lain. Umumnya penggunaan obat-obatan tersebut demi rasa nyaman, mengurangi stres atau lari dari masalah kenyataan hidup. Akan tetapi pola tidak sehat ini dapat diubah bahkan bisa dihentikan. Napza adalah keadaan yang tak sanggup dihentikan terutama bila berbahaya bagi kebugaran bukan bila mengakibatkan problema keuangan, emosional maupun kehilangan orang yang disayangi. Selain itu, yang merupakan pengertian sakaw narkoba juga termasuk salah satu tanda kecanduan. Kecanduan pun tidak serupa dengan ketergantungan atau toleransi fisik karena pada kejadian ketergantungan fisik berupa penghentian terhadap suatu zat adiktif narkoba sedangkan toleransi timbul saat dosis suatu zat kurang pas berjalannya waktu. Kecanduan umumnya terjadi pada sebagian kecil individu terutama bila dipakai dengan pengawasan medis yang tepat, bukan pemakaian dalam waktu lama untuk mengatasi rasa sakit sebab hal tersebut bisa berakibat toleransi bahkan ketergantungan fisik.

Penyebab 

NAPZA atau penyalahgunaan narkoba mengarahkan pada pemakaian suatu bahan kimia guna timbulnya sensasi senang pada otak. Terdapat lebih dari 190 juta pengguna napza di seluruh dunia dan kasus penyalahgunaan narkoba sudah mengkhawatirkan, utamanya di komunitas remaja di bawah 30 tahun dan sanggup berakibat kehancuran bagian tubuh jangka panjang hingga tertular HIV  atau Hepatitis B dan Hepatitis C akibat pemakaian jarum suntik. 

Umumnya napza merupakan psikoaktif dimana penggunaannya berdasar suatu alasan seperti :

  • Rasa ingin tahu dan tekanan teman seumuran, terutama di kalangan anak sekolah dan remaja
  • Penggunaan obat resep yang awalnya diperuntukkan demi meredakan rasa nyeri yang lantas berubah menjadi penggunaan rekreasi lalu kecanduan
  • Bahan kimia dapat digunakan sebagai bagian dari praktik atau ritual keagamaan
  • Tujuan rekreasi
  • Sebagai sarana untuk mendapatkan inspirasi kreatif

Gejala

Walaupun setiap obat mempunyai dampak fisik yang tak serupa, namun gejala napza sangat sama seperti :

  • Tidak menghiraukan tugas serta tanggung jawab di sekolah, pekerjaan atau keluarga. 
  • Memakai zat adiktif narkoba dalam keadaan berbahaya atau ambil resiko dampak narkoba saat berada dalam keadaan berbahaya, seperti mengemudi juga menggunakan narkoba, menggunakan jarum suntik, atau melakukan hubungan seks tanpa pengaman.
  • Menghadapi masalah hukum, seperti tertangkap karena perbuatan tidak senonoh, mengemudi, atau mencuri di bawah pengaruh untuk melancarkan kebiasaan mengkonsumsi zat adiktif narkoba.
  • Masalah dalam hubungan, seperti perselisihan dengan pasangan atau anggota keluarga, atasan yang tidak bahagia atau kehilangan teman.
  • Kondisi toleransi fisik terhadap obat adalah dimana ada rasa perlu mengkonsumsi lebih banyak agar sanggup mengalami efek yang sama dengan penggunaan sebelumnya yang sedikit.
  • Pemakaian narkoba dalam waktu lama akan menghasilkan gejala seperti mual, gelisah, insomnia, depresi, keringat berlebih, gemetar dan rasa khawatir berlebih. 
  • Hilangnya kontrol atas pemakaian narkoba bahkan saat sudah memutuskan untuk tak lagi menggunakannya.
  • Selalu dikelilingi dengan kegiatan pemakaian narkoba dibanding kegiatan positif seperti hobi, olahraga dan kegiatan sosial.
  • Meski tahu dampak narkoba berbahaya, namun tetap terus menggunakan.

Bukti petunjuk bahwa seseorang di sekeliling telah menyalahgunakan zat adiktif narkoba sangat sulit dilihat sebab umumnya orang-orang tersebut bersikeras menyembunyikan gejala serta masalahnya. 

Bila terdapat teman atau orang tersayang yang merupakan napza, berikut adalah petunjuk tanda-tandanya :

Tanda peringatan fisik

  • Mata merah, pupil lebih besar atau lebih kecil dari biasa
  • Perubahan nafsu makan atau pola tidur
  • Berat badan mendadak turun atau naik
  • Penampilan fisik tidak terjaga
  • Aroma tidak sedap pada mulut, badan dan pakaian
  • Gemetar, bicara cadel, atau masalah koordinasi badan

Tanda peringatan perilaku

  • Kinerja menurun di tempat kerja atau sekolah
  • Masalah keuangan yang tidak dapat dijelaskan: kebiasaan meminjam atau mencuri
  • Terlibat dalam perilaku rahasia atau mencurigakan
  • Perubahan mendadak dalam teman, tempat nongkrong favorit, dan hobi
  • Sering mendapat masalah (perkelahian, kecelakaan, kegiatan ilegal)

Tanda peringatan psikologis

  • Perubahan kepribadian atau sikap yang tidak dapat dijelaskan
  • Perubahan suasana hati yang tiba-tiba, mudah tersinggung, atau ledakan amarah
  • Periode hiperaktif yang tidak biasa, agitasi, atau pusing
  • Kurang motivasi: tampak lesu atau “meleset”
  • Muncul ketakutan, cemas, atau paranoid

Penyalahgunaan Narkoba

Efek 

Setiap individu telah diprogram organ pemikirnya untuk melakukan sesuatu yang menjadikan mereka merasa baik sehingga menimbulkan keinginan untuk mengulanginya lagi. Dampak narkoba bisa jadi menyebabkan ketagihan dengan memberi target pada sistem di organ pemikir sebab narkoba telah mengisi otak dengan dopamin, dimana sanggup mendorong sensasi senang lantas membuat seseorang untuk mengkonsumsi lebih demi tercapainya sensasi tersebut. Berjalannya waktu, organ pemikir sudah akan terbiasa dengan dopamin berlebih sehingga keinginan untuk minum obat dalam jumlah lebih sehingga kegiatan positif yang biasa dilakukan tidak lagi sanggup menimbulkan sensasi senang bagi mereka.

Berbagai dampak pemakaian narkoba dalam jangka panjang :

  • Pertimbangan
  • Pengambilan keputusan
  • Penyimpanan
  • Kemampuan untuk belajar

Perawatan

Perawatan kasus penyalahgunaan narkoba mencakup konseling serta pengobatan narkoba, atau keduanya. Hasil kajian telah menetapkan bahwa melakukan gabungan pengobatan dan konseling memberi potensi sukses terbesar bagi kebanyakan orang. 

Berbagai langkah yang diambil guna menjalankan terapi :

  • Cari tahu dan mengerti apa yang menyebabkan rasa candu
  • Pelajari bagaimana narkoba sanggup mengubah perilaku 
  • Pelajari cara memecahkan masalah demi pemakaian narkoba tidak terulang
  • Usahakan menghindar dari tempat, orang, atau kondisi dimana sanggup menimbulkan pengertian sakaw terhadap narkoba 

Pengobatan sanggup membantu gejala menghilangkan kecanduan, namun bagi narkoba tertentu terdapat penawar lain yang sanggup membantu fungsi otak agar normal kembali serta menurunkan sakaw. Apabila terdapat kelainan mental akibat candu, hal tersebut dikenal dengan diagnosis ganda dan amat vital penanganan kedua problema tersebut demi kesuksesan potensi menghentikan pengertian sakaw atau penyalahgunaan narkoba. Akan tetapi jika napza adalah yang tergolong yang amat serius, ada baiknya penanganan dilakukan di pelayanan kesehatan.

Referensi 

  1. WebMD : What is drug addiction? : https://www.webmd.com/mental-health/addiction/drug-abuse-addiction#1
  2. News-medicalnet : What is drug abuse? : https://www.news-medical.net/health/What-is-Drug-Abuse.aspx
  3. Medlineplus.gov : Drug use and addiction : https://medlineplus.gov/druguseandaddiction.html

Ratna Sari

Ratna Sari adalah seorang ahli kecantikan yang bekerja di salah satu klinik "Kecantikan Kulit" dan di handaldok.com sebagai penulis artikel medis. Dia percaya bahwa memiliki kulit dan rambut yang sehat sangat didambakan oleh sebagian besar wanita. Kulit dan rambut dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, terutama bagi wanita. Di waktu luangnya, ia mempelajari psikologi manusia dan tertarik pada onkologi.

Mungkin Anda juga menyukai