Sporotrichosis

Sporotrichosis adalah penularan cendawan yang mengakibatkan nodul kemerahan, halus terhadap jemari, pergelangan tangan dan lengan. Selain itu pula, kelenjar getah bening sanggup pula tertular. Tapi terdapat pula pemahaman lainnya tentang kecacatan sporotrichosis. Kecacatan sporotrichosis melambangkan penularan kulit yang didapatkan oleh cendawan saprofit sporothrix schenckii. Dipandang dari pengertian cendawan adalah tumbuh-tumbuhan yang tak memiliki klorofil sehingga berwatak heterotrof. Cendawan atau jamur terdapat yang uniseluler dan multiseluler. Badan dari cendawan terdiri dari benang-benang yang dinamai hifa. Lazimnya terdapat bermacam-macam tipe spesies lumut yang mendiami tumbuhan. Maka sanggup dipahami secara mendasar mengenai kecacatan sporotrichosis yang melambangkan penularan kulit berupa jamur dan beberapa spesies lumut yang terdapat di tubuh pula.

Lazimnya para ahli akan menerangkan mengenai pengertian cendawan terlebih dahulu kepada korban. Dikarenakan mereka amat ketidakcukupan tentang pengertian cendawan dan spesies lumut secara dasarnya. Penjelasan secara gampang sporotrichosis ialah penularan kulit yang didapati oleh berbagai cendawan. Keterhubungan diantara peparu dan hematogen langka terbentuk. Ciri-ciri berwujud tonjolan kulit meluas melewati terusan limfatik dan berkembang membentuk abses dan bisul. Diagnosa akan dilandasi dan dipandang pada kultur. Jamur dan segala spesies lumut hidup di segala penjuru bumi di tanah, tanaman. Penularan kulit ialah melambangkan wujud penularan yang amat lazimnya, walaupun penularan peparu sanggup terbentuk bila seseorang menghisap spora jamur di udara yang mikroskopis. Mayoritas perkara kecacatan tersebut berwatak sporadis dan berkaitan dengan cedera kulit yang tak hebat serupa luka. Tapi, wabah sudah dihubungkan dengan kegiatan yang menyangkut penanganan vegetasi yang tercampur serupa lumut, jerami dan kayu.

Diagnosa sporotrichosis

Para ahli akan membawa contoh rangkaian kecil (biopsi) dari wilayah badan yang terdampak guna menjalankan pengujian laboratorium. Laboratorium lazimnya akan melaksanakan perbaikan cendawan guna meneliti penyebab penularan. Pengujian darah sanggup menolong memperoleh diagnosa kecacatan tersebut yang gawat, tapi lazimnya tak sanggup mendiagnosa penularan kulit.

Tipe-tipe sporotrichosis

  • Sporotrichosis kulit. Wujud penularan yang amat lazim. Kelaziman yang terbentuk di tangan atau lengan seseorang sesudah menjamah unsur tanaman yang terjangkiti.
  • Sporotrichosis peparu langka terbentuk tapi sanggup terbentuk sesudah seseorang menghisap spora jamur dari wilayah sekeliling.
  • Sporotrichosis diseminata. Terbentuk disaat penularan meluas ke sisi lainnya. Wujud dari kecacatan tersebut lazimnya menyerbu orang yang mempunyai perkara kesehatan atau yang meneguk ramu-ramuan guna mengurangi kesanggupan badan guna memberontak terhadap kuman dan kecacatan, serupa orang yang hidup dengan HIV.

Penyebab sporotrichosis

Spora cendawan sanggup memasuki ke dalam badan dan menularkan kulit disaat merasakan tusukan duri yang terdapat pada tangkai ranting. Walaupun serupa itu, penularan pula sanggup terbentuk disaat menjamah jerami atau salah satu spesies lumut tanpa mesti terdapat cedera yang menganga di kulit. Amat langka, binatang sanggup sebagai penghubung perluasan cendawan tersebut.  Terdapat secuil perkara, spora cendawan sanggup terhisap atau tertelan, mengakibatkan penularan di sisi badan di kedalaman selain kulit.

Sporotrichosis

Gejala sporotrichosis

Ciri-ciri pada awalnya lazimnya berwujud bintil (tonjolan) kecil tanpa perasaan kesakitan yang menirukan sengatan serangga. Nodul awalnya sanggup timbul kapan saja dari 1 sampai 12 mingguan sesudah terpapar jamur. Nodul sanggup mempunya warna kemerahan dan lazimnya timbul di jemari letak jamur memasuki cedera di kulit. Nodul pada akhirnya akan membentuk amat hebat volumenya dan berpotensi ternampak serupa cedera atau ulkus yang amat pelan pulihnya. Penambahan tonjolan atau nodul berpotensi timbul lantas sebelah lesi pada awalnya.

Mayoritas penularan sporothrix cuma menyerbu kulit. Tapi, penularan sanggup meluas ke sisi badan lainnya, tercakup rangka, penyambungan dan susunan saraf pokok. Lazimnya, tipe penularan yang meluas ini cuma terbentuk terhadap orang dengan susunan imunitas yang rendah. Dalam perkara yang langka terbentuk, kecacatan serupa pneumonia sanggup terbentuk sesudah menghisap spora sporothrix, yang sanggup mengakibatkan ciri-ciri serupa sesak nafas, batu dan demam.

Pengobatan sporotrichosis

Pengobatan sporotrikosis sanggup dilamakan tapi mesti diteruskan hingga seluruh lesi pulih. Perihal tersebut berpotensi jangka panjang bulanan atau tahunan, dan kesan cedera berpotensi masih terdapat di wilayah penularan pada mulanya. Tapi, mayoritas orang sanggup berangan-angan penyembuhan secara total. Kecacatan tersebut baik berupa sporotrichosis sistemik ataupun diseminata lazimnya amat susah guna dipulihkan dan dalam sebagian perkara membahayakan nyawa orang dengan susunan imunitas yang rentan.

Korban mesti diinformasikan mengenai penanganan yang mesti dilaksanakan guna menghalau sporotrichosis. Perihal tersebut tercakup penggunaan pembungkus tangan dan baju yang membungkus lengan dan kaki ketika menanggapi kecacatan tersebut. Dikarenakan dengan memakai bahan lainnya yang sanggup menggesek atau mengoyak permukaan kulit. Disarankan pula guna menjauhi interaksi antara kulit dengan spesies lumut sphagnum.

Referensi

  1. CDC : Sporotrichosis : https://www.cdc.gov/fungal/diseases/sporotrichosis/index.html
  2. MedicineNet : Sporotrichosis : https://www.medicinenet.com/sporotrichosis/article.htm
  3. Healthline : Sporotrichosis : https://www.healthline.com/health/sporotrichosis
  4. WebMD : Sporotrichosis : https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/sporotrichosis#1
  5. DermNet NZ : Sporotrichosis : https://dermnetnz.org/topics/sporotrichosis/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *