Aedes Aegypti

Aedes aegypti atau lebih dikenal dengan nama nyamuk demam berdarah adalah jenis nyamuk yang dapat membawa virus dari beberapa jenis penyakit dan menyebar lewat gigitan nyamuk. Nyamuk demam berdarah berkembang biak dengan sangat cepat terutama di lingkungan yang padat penduduk. Dengan mengetahui karakter dan ciri-ciri nyamuk aedes aegypti maka Anda dapat terhindar dari berbagai penyakit yang dibawanya.

Ciri – ciri nyamuk aedes aegypti

Nyamuk aedes dewasa berukuran relatif kecil dan memiliki ciri khas berupa adanya corak hitam putih. Corak yang lebih mirip bercak putih dengan latar belakang hitam ini terletak pada bagian kaki dan perut nyamuk. Karakter diagnostik yang umum adalah adanya sisik perak berbentuk kecapi dengan latar belakang hitam pada tulang belikat (bagian punggung dada). Bentuk domestik (Ae. Aegypti aegypti) lebih pucat dari pada nenek moyangnya (Ae. aegypti formosus) dan memiliki sisik putih pada tergite perut pertama. 

Asal usul

Aedes aegypti ditemukan pertama kali di Eropa selatan pada akhir abad ke 18, namun pada pertengahan abad ke 20 dinyatakan hilang terutama di wilayah Mediterania, Laut Hitam dan wilayah geografis Makaronesia (Kepulauan Canary, Madeira dan Azores). Setelah itu nyamuk aedes aegypti ditemukan kembali di bagian selatan Rusia, Georgia (Krasnodar Krai dan Abkhazia), dan dilaporkan pula ditemukan di Belanda.

Baru-baru ini, studi lapangan VectorNet telah menunjukkan spesies tersebut tersebar luas di wilayah yang luas di Georgia termasuk ibu kota Tbilisi, dan penyebarannya ke timur laut Turki. Saat ini nyamuk aedes aegypti merupakan salah satu spesies nyamuk yang penyebarannya paling luas di bumi. Namun demikian nyamuk aedes aegypti tidak mampu bertahan di wilayah Eropa selatan. Para peneliti juga belum mampu mengambil kesimpulan tentang penyebaran ini dan alasan iklim dan lingkungan juga belum menjadi alasan kuat atas tidak adanya penyebaran nyamuk di Eropa selatan. 

Penyakit penyakit seperti chikungunya, demam berdarah, demam kuning, dan virus Zika yang menyebar lewat gigitan nyamuk memiliki resiko tinggi menular ke manusia. Selama 25 tahun terakhir telah terjadi peningkatan penyebaran nyamuk di seluruh dunia walaupun masih dibatasi oleh penyebaran di wilayah subtropis yang memiliki musim dingin panjang. 

Proses penyebaran

Tingkat penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang tinggi sangat dipengaruhi oleh terjadinya globalisasi. Globalisasi memicu terjadinya pemukiman padat penduduk di berbagai negara. Nyamuk aedes dapat tumbuh subur di daerah padat penduduk terutama yang kekurangan pasokan air bersih, pengelolaan limbah dan sanitasi buruk. Berdasarkan penelitian nyamuk aedes aegypti telah berpindah dari benua ke benua melalui kapal, dan metode penyebaran ini dianggap memiliki resiko tertinggi untuk memasukkan nyamuk ini ke benua Eropa dari Madeira (melalui kapal feri). 

Pada perkembangan lebih lanjut, nyamuk aedes aegypti mengembangkan perilaku domestiknya di Afrika Barat dan kemudian menyebar luas di daerah tropis menyebabkan penularan virus antar manusia yang sangat efisien seperti pada penyakit demam berdarah. Perilaku domestik ini melindungi nyamuk dari perubahan lingkungan karena nyamuk telah mampu bersarang dan berkembang biak didalam ruangan. Perilaku domestik ini menyebabkan kemampuan berkembang biak nyamuk  semakin tinggi karena lebih sedikit jentik yang mati karena faktor lingkungan. 

Pemilihan inang nyamuk

Aedes aegypti lebih menyukai inang mamalia karena memiliki darah yang hangat dan secara khusus memilih manusia sebagai sasarannya sekalipun ada kehadiran inang alternatif. Faktor inilah yang menyebabkan manusia memiliki resiko tinggi tertular penyakit dari nyamuk. Mereka juga makan beberapa kali selama satu siklus gonotrofik (makan, siklus produksi telur) yang berdampak pada penularan penyakit.

Habitat perairan / darat

Secara historis, habitat asli nyamuk aedes aegypti adalah di kawasan hutan, mereka menggunakan lubang pohon sebagai sarang. Adaptasi nyamuk aedes di perkotaan dengan menjadikan berbagai wadah penampung air sebagai tempat berkembang biak. Wadah seperti vas, tangki air dan ban perlu selalu dikontrol apabila ada genangan air. Nyamuk ini juga dapat bersarang dengan aman di pakaian yang bergantung, lemari, ataupun tirai yang berjuntaian. 

Selain di dalam ruangan, adaptasi nyamuk aedes dilakukan dengan memanfaatkan habitat air bawah tanah, seperti septic tank. Mereka telah mampu beradaptasi dengan baik untuk menggunakan wadah air sebagai tempat berkembang biak baik didalam atau luar ruangan di area yang sama. Melalui kemampuan adaptasi nyamuk aedes di luar ruangan memungkinkan peningkatan jumlah populasi nyamuk dengan sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan. Sebuah studi di Brasil menemukan sejumlah besar telur berada pada wadah yang dekat dengan populasi manusia. Telur yang diletakkan di atas atau di dekat permukaan air sehingga tahan terhadap pengeringan

aedes aegypti adalah

Kebiasaan menggigit dan istirahat

Bentuk domestik dari nyamuk aedes aegypti ditemukan pada radius 100m dari habitat manusia meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa habitat perkembangbiakan juga dapat ditemukan jauh dari tempat tinggal manusia. Aedes aegypti lebih menyukai tempat tinggal manusia karena mereka menyediakan kesempatan untuk beristirahat dan mencari tempat tinggal. Akibatnya nyamuk akan dengan mudah memasuki bangunan.

Nyamuk sebagai pembawa virus

Interaksi nyamuk dengan darah manusia menyebabkan nyamuk menjadi penyebar berbagai penyakit. Virus dan bakteri menyebar lewat gigitan nyamuk dari satu orang ke orang lainnya. 

Beberapa penyakit yang disebarkan melalui perantara gigitan nyamuk :

  • Demam berdarah (dengue fever). Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit demam berdarah. Virus dengue menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Proses penularan virus dengue terjadi pada saat air liur nyamuk terkontaminasi virus saat menghisap darah orang yang telah terinfeksi kemudian virus dengue pindah ke orang yang sehat melalui gigitan nyamuk yang sama. Di dalam tubuh nyamuk, virus pertama kali menginfeksi usus tengah dan kemudian menyebar ke kelenjar ludah dalam waktu 8 sampai 12 hari. Setelah masa inkubasi ini, virus dengue dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan eksplorasi atau saat menghisap darah berikutnya.
  • Demam kuning. Penyakit ini disebabkan oleh virus demam kuning yang termasuk dalam kelompok Flavivirus. Pasien demam kuning mengalami gejala sakit perut disertai muntah. Pada fase selanjutnya pendarahan bisa terjadi di mulut, hidung, mata, dan perut. Pada fase ini darah ditemukan dalam muntahan dan tinja. Fungsi ginjal memburuk, mulai dari terjadinya proteinuria (albuminuria) hingga gagal ginjal total dengan anuria. Separuh dari pasien dalam fase toksik meninggal setelah sepuluh sampai empat belas hari. Yang lain pulih tanpa gejala sisa organik yang terlihat.
  • Chikungunya. Virus chikungunya (ChikV)  yang merupakan Alphavirus dari famili Togaviridae ( grup A arbovirus ) adalah agen penyebab penyakit chikungunya. Virus chikungunya menular pada manusia melalui air liur nyamuk yang bersifat antikoagulan yang disuntikkan oleh nyamuk kedalam darah pada saat nyamuk mengkonsumsi darah manusia. Nyamuk menjadi vektor utama pada penyakit chikungunya. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa virus chikungunya tidak menginfeksi sel darah yang bersirkulasi, melainkan makrofag dan sel yang melekat (endotel, epitel, fibroblas ). Virus dapat menyerang manusia, primata, mamalia lain, dan burung. Nyamuk Aedes spp ( A. aegypti, A. africanus, A. albopictus ) berperan penting terhadap penyebaran virus dengan masa inkubasi biasanya antara satu hingga dua belas hari.
  • Virus zika. Virus Zika adalah arbovirus yang ditularkan oleh nyamuk seperti Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Proses penyebaran dimulai saat nyamuk menggigit orang yang terinfeksi yang membuat virus berkembang biak didalam tubuh nyamuk. Nyamuk kemudian dapat menginfeksi orang baru dengan menggigitnya. Gejala yang ditimbulkan oleh virus Zika adalah ruam, kadang-kadang demam sedang, kelelahan, nyeri pada otot dan sendi, sebuah konjungtivitis dan sakit kepala. Namun, penyakit ini seringkali asimtomatik. Untuk mendapatkan hasil diagnosa yang tepat, dokter butuh menganalisis DNA dari sampel darah atau urine untuk menemukan genom virus dengan RT-PCR .

Pencegahan dan pengendalian nyamuk aedes aegypti

Perlu diingat bahwa nyamuk hanyalah perantara dari virus bukan sebagai penghasil virus tersebut. Oleh karena itu jika Anda menderita demam berdarah hindari interaksi nyamuk lebih lanjut selama minggu pertama penyakit. Virus pada minggu pertama masih beredar dalam darah dan besar kemungkinan bisa menyebar melalui gigitan nyamuk. 

Melalui adaptasi domestik yang telah terjadi pada nyamuk membuat tempat perkembangbiakan vektor nyamuk berada dekat dengan tempat tinggal manusia. 

Banyaknya lokasi perkembangbiakan nyamuk merupakan faktor risiko yang signifikan untuk demam berdarah serta penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk Aedes. Melakukan kontrol dan pengendalian terhadap lokasi yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes menjadi faktor penting dalam pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah. Metode pencegahan penyakit dengan vektor nyamuk ini  terbagi menjadi dua yaitu pencegahan perkembangbiakan nyamuk dan perlindungan pribadi dari gigitan nyamuk.

Pencegahan perkembangbiakan nyamuk :

  1. Mencegah nyamuk bertelur di lokasi dekat hunian. Pencegahan dapat dilakukan dengan pengelolaan dan modifikasi lingkungan.
  2. Menghilangkan wadah penampung air yang tidak terawat serta membuang limbah pada secara benar agar tidak menjadi tempat menampung air.
  3. Menutup, mengosongkan dan membersihkan wadah penyimpanan air rumah tangga setiap minggu.
  4. Menerapkan insektisida yang tepat untuk wadah penyimpanan air luar ruangan.

Perlindungan pribadi dari gigitan nyamuk :

Lindungi areal hunian pribadi dengan tirai jendela, pengusir nyamuk, insektisida, gulungan kawat dan alat penguap. Tindakan ini harus dilakukan pada siang hari baik di dalam maupun di luar rumah (misalnya: di tempat kerja/sekolah) karena vektor utama nyamuk menggigit sepanjang hari. Mengenakan pakaian yang meminimalkan paparan kulit terhadap nyamuk dapat juga dilaksanakan.

Selain aktif dalam perlindungan diri dan hunian pribadi dar penyebaran nyamuk aedes aegypti, peran lingkungan pun diperlukan sebagai kontrol vektor reaktif. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan lingkungan dengan insektisida secara berkala oleh dinas kesehatan guna meningkatkan pencegahan di ruang publik. 

Penyakit demam berdarah kini juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin DBD, meskipun belum ada penelitian yang membuktikan bahwa vaksin DBD lebih efektif daripada langkah pencegahan DBD lainnya, seperti fogging dan 3M. Jadi, tetap lakukan langkah pencegahan DBD yang utama, yaitu dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes aegypti.

Referensi :

  1. FUTURA SANTE : Aedes aegypti : https://www.futura-sciences.com/sante/definitions/medecine-aedes-aegypti-15734/ 
  2. European Centre for Disease Prevention and Control : mosquito factsheets aedes aegypti : https://www.ecdc.europa.eu/en/disease-vectors/facts/mosquito-factsheets/aedes-aegypti 
  3. World Health Organization : Dengue and severe dengue : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue 

Ratna Sari

Ratna Sari adalah seorang ahli kecantikan yang bekerja di salah satu klinik "Kecantikan Kulit" dan di handaldok.com sebagai penulis artikel medis. Dia percaya bahwa memiliki kulit dan rambut yang sehat sangat didambakan oleh sebagian besar wanita. Kulit dan rambut dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, terutama bagi wanita. Di waktu luangnya, ia mempelajari psikologi manusia dan tertarik pada onkologi.

Mungkin Anda juga menyukai