Sakit Gigi

Penjelasan 

Sakit gigi atau nyeri gigi (gingivitis) adalah rasa nyeri yang dirasakan di dalam atau di sekitar gigi. Rasa nyeri gigi dapat menandakan adanya masalah di gigi atau gusi dan adanya masalah di bagian tubuh lainnya, sakit gigi dapat disebabkan karena bakteri atau masalah pada saraf di akar gigi atau kondisi iritasi di sekitar gigi (seperti tumbuh gigi, gusi bengkak, gigi berlubang, abses gigi (adanya nanah di dasar gigi), gigi retak atau patah, tambalan gigi lama yang rusak). Intensitas nyeri yang ditimbulkan dapat berkisar dari ringan hingga parah, dimana penderita dapat merasakan nyeri tajam yang terjadi secara terus menerus atau hilang timbul tidak menentu. 

Rasa sakit pada gusi dan gigi dapat menyebabkan seseorang menjadi sensitif terhadap makanan manis dan suhu panas atau dingin, dimana rasa nyeri tersebut terkadang berasal dari daerah lain yang menyebar ke rahang. Daerah rahang dan gusi yang berdekatan dengan gigi yang terinfeksi juga akan mengalami pembengkakan sehingga penderita akan kesusahan untuk membuka mulut lebar-lebar dan proses menggigit serta mengunyah makanan akan menjadi sulit dilakukan. Gejala sakit gigi juga sering disertai dengan pusing, demam, sakit telinga, sakit leher, dan bau mulut.  

Sakit gigi biasanya tidak mengancam jiwa, tetapi dalam beberapa kasus dapat menjadi tanda kondisi serius yang memerlukan perawatan medis segera. Sakit gigi dapat dicegah dengan menjaga gigi dan gusi tetap sehat.

Prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, orang Indonesia yang memiliki masalah gigi dan mulut sebanyak 57,6% dan anak-anak sebanyak 93%.

Pemicu

Sakit gigi terjadi karena adanya peradangan pada bagian tengah gigi (pulpa), pulpa berisi ujung saraf yang sangat sensitif terhadap rasa sakit. Peradangan dipicu oleh kerusakan gigi (seperti gigi berlubang, trauma, dan infeksi), dimana rasa sakit yang ditimbulkan dari rahang dapat memicu gejala sakit gigi. Beberapa penyakit yang juga dapat memicu sakit gigi, diantaranya:

Radang dlm selaput lendir

Sinusitis adalah suatu kondisi di mana sinus meradang akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur di rongga sinus. Akar gigi atas terletak di dekat sinus, sehingga dapat menyebabkan nyeri pada gigi atas.

Neuralgia trigeminal dan neuralgia oksipital 

Kondisi neurologis yang menyakitkan yang menyebabkan saraf trigeminal dan oksipital teriritasi atau meradang. Saraf ini bekerja di area tengkorak, wajah, dan gigi, sehingga saat sakit gigi meradang, bisa terasa seperti berasal dari gigi.

Penyakit jantung dan kanker paru-paru

Dalam beberapa kasus, sakit gigi bisa menjadi tanda peringatan serangan jantung. Penyakit jantung dan paru-paru yang bisa memicu sakit gigi karena letak saraf vagus, saraf ini mengalir dari otak ke berbagai organ tubuh (termasuk jantung, paru-paru dan rahang).

Sakit gigi

Gejala 

Sakit gigi dapat berkisar dari ringan hingga berat, dan dapat bersifat konstan (terus-menerus) atau intermiten (berselang-seling atau hilang timbul). Rasa sakit bisa bertahan lebih dari 15 detik setelah rangsangan (rangsangan panas atau dingin) dihilangkan. Saat area peradangan membesar, rasa nyeri akan semakin parah dan menjalar hingga ke pipi, telinga, atau rahang. Gejala yang mungkin dirasakan penderitanya antara lain:

  • Pusing
  • Demam
  • Bau mulut
  • Sakit leher
  • Sakit telinga
  • Pembengkakan di sekitar gigi atau rahang
  • Cedera atau trauma pada area gigi, rahang dan gusi
  • Pendarahan atau kotoran di sekitar gigi atau gusi
  • Peningkatan kepekaan terhadap suhu panas atau dingin
  • Nyeri di dalam atau di sekitar gigi atau gusi, terutama saat mengunyah, menggigit, dan menyentuh gigi.

Komplikasi

Sakit gigi memang tidak mengancam jiwa, namun sakit gigi akibat kerusakan gigi bisa semakin parah jika tidak ditangani. Dalam beberapa kasus, sakit gigi merupakan tanda dari kondisi serius yang memerlukan perawatan medis segera. Komplikasi yang dapat terjadi akibat sakit gigi yang tidak diobati atau dirawat dengan baik antara lain:

  • Sinusitis, peradangan pada sinus udara paranasal yang disebabkan oleh infeksi. 
  • Stroke , yang terjadi akibat peradangan dan infeksi yang dapat membuat darah menggumpal.
  • Abses gigi, yang terjadi akibat penumpukan nanah yang terbentuk di gigi atau gusi.
  • Gingivitis, merupakan peradangan gusi yang biasanya terjadi akibat adanya lapisan plak atau bakteri yang menumpuk pada gigi.
  • Penyakit jantung , kesehatan gigi yang buruk meningkatkan risiko infeksi bakteri di aliran darah yang dapat memengaruhi katup jantung.
  • Periodontitis, adalah infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Periodontitis terjadi akibat gingivitis yang tidak diobati.

Penyelidikan

Dokter gigi akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik, serta melakukan pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Pemeriksaan fisik gigi dan pemeriksaan tambahan dilakukan dengan menggunakan rontgen untuk mendeteksi kerusakan gigi atau masalah gigi lainnya dan hanya dilakukan pada pasien yang giginya sulit dilihat secara langsung terutama pada gigi bagian belakang. 

Jika dokter gigi tidak dapat menemukan penyebab sakit gigi, mereka dapat merujuk pasien ke spesialis lain untuk diagnosis dan perawatan lebih lanjut.

Penyembuhan

Penyembuhan sakit gigi dan gejala yang timbul akibat sakit gigi akan tergantung dari penyebab sakit gigi itu sendiri. Penyembuhan dapat dilakukan dengan cara medis maupun non medis, antara lain:

Medis

Jika sakit gigi dipicu oleh kerusakan gigi, dokter gigi akan menghilangkan kerusakan tersebut dengan bor dan mengisi ruang tersebut dengan bahan gigi. Gigi impaksi mungkin memerlukan operasi pengangkatan.

Obat-obatan yang dapat membantu meredakan sakit gigi untuk sementara, antara lain:

  • Obat nyeri: over-the-counter (OTC), seperti aspirin, ibuprofen atau acetaminophen.
  • Nyeri yang disebabkan oleh sinus tersumbat: dekongestan OTC, seperti pseudoephedrine (Sudafed)
  • Obat sakit gigi: OTC topikal, seperti benzocaine (Anbesol, Orajel). Obat ini merupakan obat resep (tidak dijual bebas) dan tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun.

Non medis

Penanganan awal untuk mengurangi rasa nyeri dapat dilakukan dengan beberapa cara dan mengkonsumsi bahan-bahan alami berikut ini, seperti:

  • Kunyah bawang putih segar
  • Kunyah daun jambu segar 
  • Eskan pipi yang bengkak
  • Bersihkan dan bilas rongga mulut dengan air hangat 
  • Berkumurlah dengan air larutan garam
  • Gosok gigi dengan lembut untuk membersihkan area gigi
  • Oleskan minyak cengkih pada gigi yang sakit, atau dengan cara menggigit kapas yang sudah direndam atau diberi minyak cengkeh pada gigi yang sakit, atau minyak cengkeh digunakan sebagai obat kumur dengan mencampurkan setetes minyak cengkeh ke dalam segelas air hangat.

Penyakit sakit gigi

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah sakit gigi adalah dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi, yaitu dengan:

  • Rutinlah memeriksakan gigi Anda ke dokter gigi
  • Menggunakan benang gigi ( flossing gigi) setiap hari
  • Kurangi makanan dan minuman manis dan bersoda
  • Jaga kesehatan jantung dan paru-paru, dengan berolahraga teratur, tidak merokok dan makan makanan rendah lemak dan tinggi serat
  • Gosok gigi dengan teknik yang benar minimal 2 kali sehari (sesudah sarapan dan sebelum tidur) selama 2-3 menit menggunakan pasta gigi berfluoride, gosok gigi minimal 30 menit setelah mengkonsumsi makanan dan minuman asam.
  • Berkumurlah dengan berkumur menggunakan obat kumur setelah menggosok gigi dan menggunakan benang gigi, agar membuat dan menjaga kesegaran mulut.
  • Fakta Terbaru tentang Sakit Gigi

  1. Karies gigi adalah penyebab umum sakit gigi. Karies terjadi ketika lapisan luar gigi (email) rusak oleh asam yang diproduksi oleh bakteri dalam plak gigi. Sakit gigi yang disebabkan oleh karies biasanya terjadi akibat kerusakan pada saraf gigi.

  2. Sensitivitas gigi adalah gejala umum sakit gigi. Gigi sensitif dapat merespons terhadap suhu dingin atau panas, makanan manis, atau makanan asam. Hal ini biasanya terjadi ketika email gigi aus atau terkikis sehingga lapisan sensitif gigi yang terbuka.

  3. Infeksi gigi dapat menyebabkan sakit gigi yang parah. Infeksi gigi terjadi ketika bakteri masuk ke dalam pulpa gigi (jaringan di dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah) melalui kerusakan gigi atau kerusakan email. Infeksi gigi bisa sangat menyakitkan dan memerlukan perawatan segera.

  4. Gigi bungsu yang terimpaksi dapat menyebabkan sakit gigi. Gigi bungsu yang tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh secara normal dapat terjebak di dalam gusi atau tulang rahang, menyebabkan nyeri dan pembengkakan.

  5. Perawatan gigi yang buruk dapat menyebabkan sakit gigi. Kurangnya kebersihan gigi dan gusi, tidak menjaga kebersihan mulut secara teratur, serta tidak melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi dapat meningkatkan risiko sakit gigi.

 

Referensi:

  1. SehatQ: Sakit gigi: ( https://www.sehatq.com/penyakit/sakit-gigi )
  2. Liputan6.com : Penyakit yang bisa timbul akibat gigi berlubang, jangan diremehkan : ( https://hot.liputan6.com/read/4131481/7-penyakit-yang-bisa-timbul-akibat-gigi-berlubang-jangan- sepelekan )
  3. TanyaPepsodent.com : Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti dan Ampuh : ( https://www.tanyapepsodent.com/artikel/plak-pupanukan-gigi/cara-mengobati-sakit-gigi-yang-terbukti-dan-ampuh.html )

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *