Dermatitis herpetiformis

Dermatitis herpetiformis adalah gatal papulovesikuler menahun kekebalan yang amat terhubung dengan kecacatan celiac. Ciri khususnya ialah bagian pruritus intens, lesi urtikaria eritematosa, dan papula, vesikel, gelembung, lazimnya meluas secara simetris terhadap dasaran ekstensi. Diagnosa dilandaskan kepada biopsi selaput dengan imunofluoresensi lanjutan. Perawatan lazimnya menyangkut dapson atau sulfapyridine dan diet lepas gluten. Dermatitis herpetiformis kerap terbentuk kepada remaja, namun sanggup terbentuk kepada kanak-kanak dan lanjut umur. Kecacatan tersebut langka terbentuk di pertengahan masyarakat kulit hitam dan masyarakat asia.

Tetapi terdapat pula yang mengartikan dermatitis herpetiformis adalah kecacatan imunobulosa yang langka namun persisten yang sudah dihubungkan dengan kecacatan celiac, enteropati yang peka kepada gluten. Penamaan herpetiformis berawal dari kecondongan timbulnya lepuk bergolongan, menyamai herpes simpleks. Tetapi, dermatitis herpetiformis bukan dikarenakan penularan wabah. Sekitar seluruh korban dermatitis herpetiformis mempunyai kecacatan celiac histologis, namun mayoritas perkara kecacatan celiac tak bersindrom. Para ahli lazimnya menggunakan makalah herpes dan makalah dermatitis sebagai matriks guna mendalami mengenai kecacatan tersebut. Makalah herpes dan makalah dermatitis amat berhubungan guna mendapati perawatan yang sesuai.

Diagnosa dermatitis herpetiformis

Diagnosa dermatitis herpetiformis dilandaskan kepada biopsi selaput dan penelitian imunofluoresensi lanjut dari contoh yang terlihat sempurna yang bersebelahan dengan lesi. Imunofluoresensi lanjut yang menandakan deposit di sisi atas papila dermal kerap terdapat dan utama guna diagnosa. Lazimnya ahli pada tahap awalnya akan mengajukan berbagai pertanyaan dan akan menjalankan berbagai rangkaian pengujian.

Berbagai pengujian guna mendapati diagnosa :

  • Pengujian darah. Contoh darah akan diteliti supaya antibodi yang dibentuk oleh badan sebagai reaksi kepada asupan gluten

  • Biopsi. Contoh secuil rangkaian sanggup dibawa dan diteliti di dasar mikroskop bagi antibodi. Biopsi sanggup dipakai guna membawa sisi membelit dari selaput dan rangkaian di sisi lesi.

Dermatitis herpetiformis

Penyebab dermatitis herpetiformis

Korban dermatitis herpetiformis mendapati respons autoimun ketika menggunakan gluten. Ketika gluten diproses, susunan imun dipantik. Antibodi dikerjakan yang lantas diamankan di selaput. Perihal tersebut mengakibatkan gatal, tonjolan merona yang tergores yang lazimnya ternampak kepada dermatitis herpetiformis. Keturunan berlaku dalam dermatitis herpetiformis. Korban lima persen amat berpotensi terjangkit kecacatan tersebut atau kecacatan celiac bila golongan tahap awal menjangkitinya.

Berbagai penyebab dermatitis herpetiformis :

  • Kekacauan autoimun

  • Unsur daerah sekitar

  • Penularan wabah

  • Stres perasaan yang gawat

Gejala dermatitis herpetiformis

Gejala dermatitis herpetiformis bervariasi terhadap masing-masing pribadi, maka tak seluruh pribadi sanggup mendapati seluruh gejala dermatitis herpetiformis. Lazimnya  perihal tersebut mengacaukan tiga wilayah badan sampai selaput, terusan gastrointestinal serta muara.

Dermatitis herpetiformis mengacaukan wilayah badan :

Selaput luar. Dampak kecacatan tersebut yang amat lazim terhadap selaput, dengan ciri serupa tergores gatal dan kelompok lesi yang menyembul. Lazimnya, wilayah yang mengacaukan kecacatan tercakup siku, lutut, pantat dan selaput kepala. Perihal itu pula sanggup mengacaukan muka dan selangkangan. Mayoritas pribadi merasakan amat kemauan supaya menggosok wilayah yang gatal.

Terusan GI. Pembengkakan abdomen dan keburukan usus kecil ialah respons wajar terhadap pribadi dengan kepekaan gluten. Respons itu lazimnya bertumbuh beberapa hari sesudah pribadi tersebut mereguk gluten.

Gejala yang berpotensi dirasakan oleh korban :

  • Abdomen bengah

  • Kram

  • Perasaan kesakitan

  • Diare dan sembelit

Muara. Berbagai pribadi mendapati perkara dengan lapisan gigi, semisal terusan mendatar atau pengubahan warna. Kadangkala, kecacatan  pula sanggup mengakibatkan ulserasi muara dan sariawan.

Pengobatan dermatitis herpetiformis

Pengobatan dermatitis herpetiformis tercakup dari diet lepas gluten selama hidup, serupa kecacatan celiac. Reaksi selaput kepada diet lepas gluten jauh amat pelan ketimbang dengan pemulihan usus dengan kecacatan celiac. Kemungkinan dibutuhkan jangka kira-kira enam bulanan guna menjamah pemulihan terhadap keadaan selaput dan sampai dua tahunan atau kerap supaya memperoleh kontrol utuh melewati diet lepas gluten.

Berbagai pengobatan dermatitis herpetiformis :

  • Umur dan sejarah kesehatan

  • Sejauh mana keadaan itu

  • Ketahanan kepada ramuan, metode dan latihan terkhusus

  • Cita-cita guan bekerjanya keadaan

  • Tanggapan atau preferensi

Kecacatan tersebut berpotensi lenyap bila korban mengakhiri seluruh gluten dari asupan. Pemulihan sanggup menghabiskan jangka mingguan sampai bulanan. Ahli berpotensi pula menganjurkan ramuan yang dinamai dapson. Ramuan tersebut mendorong reaksi selaput dan sanggup membetulkan gejala. Tetapi, ramuan itu mempunyai berbagai dampak samping, tercakup anemia. Bila dapson dianjurkan bagi korban, ahli akan mengawasi pengukuran darah dengan teliti.

Referensi

  1. Northwestern Medicine : Causes and Diagnoses of Dermatitis Herpetiformis : https://www.nm.org/conditions-and-care-areas/dermatology/dermatitis-herpetiformis/causes-and-diagnoses

  2. Cleveland Clinic : Dermatitis Herpetiformis : https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21460-dermatitis-herpetiformis

  3. MedicalNewsToday : What to know about dermatitis herpetiformis : https://www.medicalnewstoday.com/articles/324394

  4. Johns Hopkins : Dermatitis Herpetiformis : https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/dermatitis-herpetiformis

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *