Gusi berdarah

Gusi adalah jaringan lunak penyokong gigi dimana menutupi tulang rahang atas serta bawah. Gusi yang sehat adalah bercirikan warna merah muda, bertekstur padat, serta mempunyai permukaan yang halus. Jika tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan benar, maka gusi rentan bermasalah serta berdarah. Gusi berdarah sering terjadi. Gusi berdarah adalah gejala penyakit gusi yang paling lazim. Tidak cuma, gusi berdarah juga sanggup menunjukkan masalah kesehatan lainnya. Salah satu penyebab gusi berdarah adalah dengan menggosok gigi terlalu kuat maupun menggunakan gigi palsu dimana tidak terpasang dengan benar. 

Pendarahan gusi ini sanggup disebut perdarahan gingiva. Pendarahan gusi tidak boleh diabaikan bila sudah kronis karena sanggup menimbulkan penyakit periodontal maupun patologi umum dimana sangat langka terjadi. Gusi berdarah ini sanggup dialami oleh semua orang tanpa memandang usia serta jenis kelamin. Gusi berdarah adalah keluarnya cairan darah dari gusi. Selain gusi berdarah saat sikat gigi, perubahan hormon selama kehamilan juga sanggup meningkatkan sensitivitas gusi serta sanggup juga menimbulkan pendarahan gusi dalam sejumlah kasus. Pada artikel ini akan dibahas tuntas apa penyebab gusi berdarah serta bagaimana cara mengatasi gusi berdarah tersebut. 

Gejala gusi berdarah

Gejala utama dari gusi berdarah adalah pendarahan secara tiba-tiba. Darah bisa mengalir dari gusi gigi, dimana merupakan garis merah kecil di bawah gigi. Sebelumnya, gusi yang bermasalah akan menimbulkan bengkak, merah, serta terasa lembut, gusi nyeri terus-menerus. Hal tersebut adalah tanda-tanda peradangan. 

Mungkin ada tanda dan gejala lain dimana tidak disebutkan di atas, yakni:

  • Demam.
  • Gusi nyeri terus-menerus.
  • Kesulitan dalam mengunyah, menggigit, serta sekalipun dalam berbicara.
  • Rasa tidak nyaman di mulut.
  • Bau mulut yang parah. 

Jangan terlalu sepele dengan gusi berdarah karena sanggup menjadi pertanda dari sejumlah kondisi medis yang serius. Segera konsultasi ke dokter bila mengalami gejala dimana sangat tidak mengenakan tersebut. 

Penyebab gusi berdarah

Sebelum membahas bagaimana cara mengatasi gusi berdarah, kita wajib tahu dulu apa penyebab gusi berdarah tersebut. Penyebab gusi berdarah sanggup ditimbulkan oleh sejumlah hal. Salah satunya adalah perawatan gigi menjadi penyebab utama gusi berdarah. Penyebab gusi berdarah saat sikat gigi juga kerap kali terjadi. Namun ada penyebab lain dimana sanggup menimbulkan gusi berdarah. 

Berikut adalah sejumlah penyebab gusi berdarah, yakni:

  • Radang gusi. Sejumlah orang mengalami radang gusi saat plak berada di garis gusi terlalu lama. Plak mengacu pada kotoran serta bakteri dimana sanggup menempel pada gigi. Menyikat gigi sanggup menghilangkan plak serta mencegah gigi berlubang. Namun ada sejumlah plak barangkali tertinggal di garis gusi bila tidak menyikat gigi dengan bersih. Jika plak tidak segera dibersihkan maka akan mengeras menjadi karang gigi, dimana sanggup meningkatkan pendarahan. Penumpukan plak di dekat gusi tersebut sanggup menimbulkan radang gusi. Gejala radang gusi termuat gusi bengkak, gusi nyeri terus-menerus serta gusi sering berdarah. 
  • Periodontitis. Penyakit periodontal (periodontitis) sanggup terjadi saat gingivitis menjadi parah. Penyakit periodontal adalah keadaan gusi infeksi, tulang rahang, dan jaringan pendukung dimana menghubungkan gigi dan gusi. Periodontitis sanggup menimbulkan gigi kendur atau rontok. Gejala utama dari periodontitis adalah gusi sering berdarah.
  • Kekurangan vitamin. Kekurangan vitamin C dan K sanggup menimbulkan gusi sering berdarah dengan mudahnya. Vitamin C berfungsi untuk memperkuat tulang, sedangkan vitamin K berfungsi pada proses pembekuan darah. Maka untuk itu penuhi nutrisi vitamin C dan K dengan baik. Contoh makanan yang kaya vitamin C adalah buah jeruk, brokoli, stroberi, tomat, kentang, paprika. Sedangkan makanan kaya vitamin K adalah selada air, kubis, bayam, sawi hijau, kedelai, minyak zaitun. 
  • Leukemia. Pendarahan gusi sering terjadi barangkali merupakan tanda leukemia. Leukemia adalah kanker dimana sanggup menyerang sel darah putih. Pada pasien leukemia, peningkatan jumlah sel darah putih sanggup menurunkan jumlah trombosit. Padahal trombosit dibutuhkan untuk menghentikan pendarahan. Kondisi ini membuat pasien leukemia rentan terhadap gusi infeksi, mimisan dan tanda-tanda pendarahan lainnya. Selain berbagai alasan yang disebutkan di atas, perubahan hormonal selama kehamilan, gigi palsu yang salah, penggunaan benang gigi yang tidak tepat, gangguan perdarahan, trombositopenia, diabetes, hemofilia, dan obat pengencer darah dimana sanggup meningkatkan risiko gusi infeksi.
  • Diabetes. Selain penyebab gusi berdarah saat sikat gigi, gusi berdarah juga sanggup diwali karena mengalami diabetes, dimana tubuh akan menjadi sulit melawan infeksi, termuat infeksi gusi. 

Barangkali penyebab lain dari gusi berdarah masih ada dimana tidak dijelaskan diatas, yakni menggunakan gigi palsu dengan ukuran tidak pas (terlalu ketat), perubahan hormon pada saat kehamilan, maupun penggunaan obat-obatan tertentu (aspirin, warfarin, maupun heparin).

gusi berdarah adalah

Diagnosa 

Saat dokter ingin memeriksa kondisi gusi, mereka lazimnya sanggup mendiagnosis gusi berdarah. Untuk mengetahui alasannya, dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan. 

Berikut adalah tahap saat dokter ingin melakukan diagnosis gusi berdarah, yakni:

  • Pertanyaan dan jawaban. Dokter gigi akan menanyakan tentang gejala yang dialami pasien dan frekuensi perawatan mulut, diet, dan obat yang dikonsumsi. 
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa mulut pasien, terutama gigi dan gusi. 
  • Pemeriksaan penunjang. Dokter mungkin meminta pasien untuk melakukan tes darah, rontgen gigi dan gusi dalam menentukan penyebab gusi berdarah.

Pengobatan

Kebersihan gigi yang baik adalah langkah awal dalam mengobati gusi berdarah. Dalam mengatasi gusi berdarah diperlukan adanya pengobatan. Pengobatan gusi berdarah sanggup berbeda-beda tergantung pada penyebab gusi berdarah tersebut. Secara umum, dokter akan menyarankan pasien untuk menjaga dan meningkatkan kebersihan gigi dan gusi. Bagaimana cara mengobati gusi berdarah seperti yang disarankan dokter? 

Berikut adalah cara mengobati gusi berdarah seperti saran dokter, meliputi:

  • Melakukan pembersihan gigi dengan dokter. Dokter gigi akan menghilangkan plak dan karang gigi dimana sanggup menimbulkan gusi berdarah. Bila perawatan gigi yang tidak tepat sanggup menjadi penyebab gusi berdarah, dokter akan merekomendasikan pasien untuk memperbaikinya kembali. Misalnya, pemasangan kawat gigi atau mahkota gigi palsu yang tidak tepat.
  • Memelihara kebersihan mulut. Menyikat gigi dengan benar sanggup menghilangkan sisa makanan, sehingga mempercepat penyembuhan gusi berdarah serta mencegah penyakit gigi dan gusi. Disarankan agar pasien menggunakan sikat gigi berbulu lembut untuk mencegah pendarahan dan radang gusi. Dokter akan memberikan obat antiseptik dimana tersedia dalam bentuk kumur dalam membantu meminimalisir timbulnya plak. 

Pencegahan

Ada saran praktis dimana sanggup mencegah terjadinya gusi sering berdarah. Hal tersebut sanggup diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Berikut saran praktis dimana sanggup dilakukan setiap hari dalam mencegah gusi sering berdarah:

  • Gunakan sikat sikat gigi yang berbulu lembut.
  • Gunakan obat kumur setiap hari.
  • Konsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari.
  • Hindari mengkonsumsi makanan serta minuman panas.
  • Lakukan perawatan setiap 6 bulan sekali ke dokter.
  • Kelola stres dengan cara yang positif.

Referensi:

  1. MedicineNet : symptoms of bleeding gums : https://www.medicinenet.com/bleeding_gums/symptoms.htm 
  2. Dentaly : what is bleeding gums : https://www.dentaly.org/us/bleeding-gums/ 
  3. Healthline : bleeding gums : https://www.healthline.com/health/bleeding-gums 

Ratna Sari

Ratna Sari adalah seorang ahli kecantikan yang bekerja di salah satu klinik "Kecantikan Kulit" dan di handaldok.com sebagai penulis artikel medis. Dia percaya bahwa memiliki kulit dan rambut yang sehat sangat didambakan oleh sebagian besar wanita. Kulit dan rambut dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, terutama bagi wanita. Di waktu luangnya, ia mempelajari psikologi manusia dan tertarik pada onkologi.

Mungkin Anda juga menyukai