Pankreatitis akut

Apa itu pankreas akut ? Patofisiologi Pankreas akut adalah kondisi dimana tiba – tiba terjadi infeksi di pankreas secara mendadak. infeksi pankreas tingkat keparahannya beragam dari yang ringan sampai yang bisa mengancam jiwa (akut). Pankreas sendiri adalah salah satu organ penting yang fungsinya banyak mulai dari membuat berbagai macam hormon contohnya : Insulin yg tugasnya untuk mengendalikan kadar glukosa didalam tubuh selain itu fungsi dari pankreas adalah untuk memproduksi cairan pankreas.

Pankreatitis akut adalah infeksi organ pankreas, ketika pankreas terinfeksi maka tugas utama dari pankreas jadi terganggu atau tidak berfungsi dengan baik , tugas pankreas itu antara lain yang ada kaitannya dengan saluran pencernaan makanan, pembuat hormon berprofesi pada keseimbangan kadar gula dalam tubuh. Dasar dari Patofisiologi pankreatitis akut rutinitas enzim yg dihasilkan dari pankreas dan bisa menyebabkan autodigesti organ.  Belum adanya metode yang bagus untuk memastikan adanya infeksi pankreatitis akut namun ada beberapa unsur yang dapat menandai adanya infeksi pankreatitis akut yaitu  unsur intraseluler dan ekstraseluler. Pada  unsur intraseluler ditandai dengan adanya tanggapan syaraf vaskuler sedangkan pada unsur ekstraseluler ditandai dengan adanya kenaikan sinyal kalsium di pankreas

Ekimosis adalah perdarahan yang berbintik berwarna ungu dengan ukuran 1 cm meter terletak di bawah kulit. keadaan itu lazimnya terjadi dikala mengalami kecelakaan yang membuat pembuluh darah pecah ekimosis adalah contohnya terdapat pada kasus penyakit pankreatitis . Ketika dilihat dari mikroskop, nampak pendarahan dan inflamasi di jaringan  jaringan nekrotik pada pankreas diikuti  Perdarahan yang menguasai retroperitoneal didapati oleh jenis nekrosis lemak terhadap jaringan di pinggir pankreas, nekrosis parenkim dan terusan darah di pankreas ini adalah salah satu Pedoman penting patofisiologi pankreatitis akut. Tampak nekrosis lemak dan jaringan pankreas, tempat infiltrat yang terinfeksi dan berdarah terurai pada jaringan  bedah. Pembuluh darah di sekeliling tempat nekrotik bisa menggambarkan  inflamasi perivaskular sampai vaskulitis dan trombosis. Pankreas juga bisa  terpapar permasalahan kesehatan seperti pada bagian tubuh yang lainnya. Sayangnya, sebagian tidak menyadari saat pankreasnya mengalami permasalahan sehingga kerap kali terlalaikan sehingga mereka tahunya pankreas sudah terinfeksi dan terkadang sudah parah

Klasifikasi

Pankreas akut adalah dikelompokkan kedalam menurut keadaan ringan dan kegawatanya, mencakup :

  • Mengalami gagal organ contohnya , organ saluran pencernaan mengalami pendarahan 5000 ml sampai lebih selama 24 jam, tensi darah sistolik di bawah 90 mmHg

  • Mengalami komplikasi di dalam organ lokal contohnya, nekrosis (bernanah), pseudocyst

  • Jika mengalami infeksi batu empedu perlu adanya pembedahan untuk mengangkat kandung empedu supaya mencegah kekambuhan

Gejala

Apa itu pankreatitis dan gejala pankreatitis diawali lazimnya dengan sakit perut bagian atas atau bagian tulang rusuk dan terjadi secara mendadak selama seharian. Rasa sakit itu timbul secara terus menerus dari mulai perut bagian depan menjalar ke perut bagian belakang.Gejala pankreatitis semakin terasa sakit kalau kita habis makan. setiap orang mengalami gejala pankreatitis yg bermacam-macam tergantung tipe penyakit pankreatitis mana yang mereka idap, Gejala pankreatitis itu antara lain:

  • Muneg-muneg atau muntah

  • Mencret

  • Ekimosis

  • Mengalami pencernaan yang terganggu

  • Panas sampai suhu 38 C atau lebih

  • Kenaikan detak nadi

  • Penularan dihati (Kuning)

  • Abdomen mengalami bengkak dan perih

  • Tinja berbau (steatorrhea), berminyak dan berwarna abu -abu

  • Bobot tubuh membentuk penurunan dikarenakan asupan tak sanggup diserap oleh tubuh

  • Abdomen berasa amat perih sampai menjalar ke punggung dan skapula kiri sehingga pankreas akan mengalami pendarahan (trauma)

Klasifikasi

Patofisiologi Pankreatitis akut adalah keadaan penularan yang terbentuk di pankreas dan digolongkan menjadi dua jenis  yaitu tipe ringan sampai tipe berat, apa itu pankreatitis tipe ringan tidak begitu dibahas dalam hal ini. Untuk penyakit pankreatitis akut tipe berat antara lain mencakup :

  • Adanya pendarahan di saluran pencernaan akibat kegagalan organ sebanyak 500 mililiter sedangkan  tensi darah darah sistolik di bawah 90 mmHg
  • Timbulnya komplikasi lokal contohnya : bisul, Nekrosis, pseudocyst
  • Penyembuhan bisa total jika melakukan pembedahan batu empedu, kandung empedu melalui pembedahan (kolesistektomi) untuk mencegah kekambuhan
Pankreatitis akut

Penyebab

Apa itu pankreatitis dan penyebab pankreatitis adalah Adanya batu empedu di dalam pankreas adalah penyumbang  terbesar  kasus pankreatitis kronis sekitar 70 % – 80 %. Salah satu pemicu adanya batu empedu yakni penggunaan alkohol yang berlebihan sehingga mengakibatkan infeksi komplikasi. Kerusakan pankreas karena penggunaan alkohol tak memunculkan gejala apapun di dalam tubuh, seseorang baru menyadari terkena pankreatitis akut setelah mendapatkan pemeriksaan dari Dokter.

Penelitian untuk memastikan bahawa Alkohol salah satu penyebab pankreatitis kerusakannya belum banyak dilakukan, namun berdasarkan perkiraan bahwa alkohol bisa berubah menjadi senyawa beracun di dalam tubuh dan akhirnya bisa menjadi penyebab pankreatitis. Ada teori lainnya yang menyebutkan bahwa alkohol yang masuk kedalam tubuh akan membentuk duktus kecil dan mengalir melalui saluran pankreas dan membuat pankreas menjadi mampet sehingga menyebabkan infeksi di pankreas dan terjadilah pankreatitis akut. Penyebab lainnya dari pankreas akut adalah :

  • Timbul batu empedu baik yang berbentuk besar maupun kecil dan  menempel di saluran pankreas dan empedu

  • Trigliserida yang mengalami kenaikan

  • Terjadinya infeksi pankreatitis yang kronis

  • Timbulnya infeksi gondok

  • Pembedahan saluran empedu

  • Perut mengalami stress

  • Melakukan pembedahan atau invensif lainnya yang belum lama

  • Berlebihan dalam pemakaian alkohol

  • Perokok yang kuat

  • Lemak di dalam darah mengalami kenaikan

  • Pemakaian racikan reramuan seperti terapi estrogen dan beberapa  zat antibiotik lainnya

  • Pemakaian racikan reramuan yang bertujuan untuk mengurangi cairan di dalam tubuh

  • Kalsium didalam darah mengalami kenaikan bisa diakibatkan oleh hiperparatiroidisme

  • Adanya pagebluk contohnya gondong, virus coxsackie B

  • Adanya kerusakan pankreas yang terjadi akibat dari pembedahan  atau endoskopi (contohnya, endoskopi retrograde cholangiopancreatography [ERCP])

  • Adanya luka yang terbuka maupun tertutup di bagian tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya  kerusakan pankreas

  • Adanya pemampatan di saluran pankreas atau disebut juga dengan kanker pankreas

  • Timbulnya pankreatitis herediter, dengan fibrosis kistik  dan sedikit orang yang mengalaminya

  • Adanya pencangkokan ginjal

  • Karena kehamilan tapi jarang terjadi pada kasus ini

  • Adanya pankreatitis tropis khususnya terjadi di daerah bersuhu tropis

Diagnosa

Ketika dokter memeriksa seseorang terkena pankreatitis adalah apa tidak lazimnya dokter tidak melihat sesuatu yang mengkhawatirkan terhadap si pasien tersebut. Ada ciri tertentu yang bisa menandai seseorang tersebut terkena infeksi pankreatitis akut contohnya: pucat, tangan kaki terasa dingin, rasa tak nyaman dan cemas adalah beberapa hal yang menandai orang tersebut sudah parah terkena infeksi pankreatitis akut dan pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Beberapa diagnosa yang akan dilakukan mencakup:

  • Melakukan pengujian darah lengkap

  • Melakukan penelitian dengan  radiologi

  • Melakukan uji Rontgen abdomen (ASP) yang mempunyai kemampuan dalam menunjukkan foto usus buncit, salah satu gejala ini sudah mewakili gejala yang lain kalau si pasien positif terkena infeksi pankreatitis akut

  • Melakukan uji Ultrasonografi mempunyai kemampuan dalam menunjukkan adanya batu yang menempel di saluran empedu.

  • Melakukan Pemindai perut (computed tomography) sangat berguna untuk mendukung diagnosa dan tes- tes yang lainnya, caranya  dengan menyuntikkan yodium melalui vena untuk menunjukkan gambaran daerah pankreas yang lebih terlihat

  • Melakukan foto thorax gunanya untuk menunjukkan adanya cairan yang melewati paru kiri (efusi pleura).

  • Melakukan uji  pankreatitis akut secara lengkap

Komplikasi

Salah satu contoh dari komplikasi Pankreatitis akut adalah infeksi pankreas, Ekimosis dan nekrosis. Selain itu komplikasi yang bisa ditimbulkan dari Pankreatitis akut masih banyak lagi selain yang di sebutkan di atas. Komplikasi bisa di timbul dikarenakan pemampatan pada saluran pankreas akibat dari banyaknya batu empedu sehingga darah tidak bisa mengalir di di pankreas dan otomatis pankreas kehilangan pasokan darahnya kondisi ini menyebabkan banyak jaringan pankreas yang rusak atau mati. Komplikasi lainnya munculnya pseudokista (jenis kista yang menyerang pankreas atau ginjal), dan perubahan dari pankreatitis akut menjadi pankreatitis kronis.

Perawatan

Sarana medis mencakup :

  • Penggunaan morfin (dan turunanya) untuk mengendalikan dan meredakan rasa nyeri

  • Penggunaan tabung lampung yang di isi aspirasi atau cairan pencernaan dan dipasang melalui hidung ataupun mulut

  • Memberikan pasokan air melalui cairan infus

  • Melakukan diet makanan melalui mulut yang ketat

  • Pemberian zat antibiotik yang teratur

  • Pemberian suntikan insulin jika penderita juga terkena diabetes

Sarana bedah meliputi:

  • Mengambil batu empedu dengan cara Ekstraksi dengan anestesi lazim dengan rute endoskopi batu syaratnya batu empedu tersebut sudah mengakibatkan infeksi terhadap pankreas karena telah sepenuhnya memenuhi dan membuat mampet saluran bilio-pankreas

  • Melakukan Pengangkatan kantong empedu dengan cara Drainase pankreas dari aliran nekrosis (dengan tusukan atau dengan pembukaan bedah)

  • Melakukan perawatan yang intensif terhadap pasien

Dalam banyak kasus infeksi Pankreatitis akut, tidak  harus perlu  banyak mendapatkan pemeriksaaan. Tetapi sangat diperlukan jika dalam keadaan hasil diagnosa tersebut masih dalam kebimbangan atau ketika pasien mengalami kenaikan infeksi yang parah pada pankreasnya maupun untuk mengetahui informasi yang lain yang dibutuhkan untuk menangani pasien. Beberapa sarana diagnosa meliputi :

  • Radiografi abdomen

  • Ultrasonografi perut

  • Endoscopic ultrasonography

  • CT Scan

  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)

  • Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP)

 Sarana yang lainnya termasuk:

  • Aspirasi dan drainase yang dipandu oleh CT scan atau dipandu oleh EUS.

  • Pengujian genetik

Ada beberapa kasus yang tidak boleh diabaikan ketika menangani pasien Pankreatitis akut salah satunya adalah sakit perut yang sangat karena akan berakibat fatal. Kasus lainnya seperti: Infark miokard, arteri aorta robek, infark usus, obstruksi usus, perforasi lambung, infeksi usus, kegagalan kelenjar kelenjar adrenal bisa muncul tiba-tiba ketika ada penghentian obat. Untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat maka hal yang harus dilakukan terhadap pasien Pankreatitis akut setelah melakukan diagnosis pankreatitis dengan diagnosa lanjutan antara lain: melalui wawancara dan penelitian fisik, pengujian laboratorium.  Sehingga akan mendukung diagnosis klinis lainnya. Berbagai pengujian yang lazim digunakan mencakup :

  • Pemberian dukungan pernafasan

  • Melakukan pemurnian ginjal ekstra (dialisis), Serum amilase dan lipase

  • Penggunaan Enzim yang ada kaitannya dengan hati

  • Penggunaan Nitrogen urea darah (BUN), kreatinin, dan elektrolit

  • Pengecekan Gula darah

  • Penggunaan Serum kolesterol dan trigliserida

  • Melakukan perhitungan darah lengkap (CBC) dan hematokrit

  • Penggunaan NLR

  • Penggunaan C-reactive protein (CRP)

  • Pengujian Nilai gas darah arteri

  • Penggunaan Serum dehidrogenase laktat (LDH) dan bikarbonat

  • Penggunaan Immunoglobulin G4 (IgG4)

Pengobatan

Cara pemberian obat pankreatitis adalah yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi pankreatitis disesuaikan dengan tingkat keparahan si pasien. Berikut ini obat pankreatitis adalah  yang lazimnya digunakan antara lain mencakup:

  • Melakukan penggantian cairan melalui infus vena

  • Melakukan pengaturan nyeri bisa diberikan racikan reramuan jika mengalami nyeri yang hebat

  • Selalu Menjaga asupan nutrisi

  • Memberikan obat pankreatitis dan  Antibiotik pada  penyakit pankreatitis adalah dengan komplikasi  penyakit pankreatitis infektik nekrotik

Referensi

  1. Pubmed : Clinical Nutrition In Pancreatitis : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9365132

  2. Verbformen : Declension And Plural Of  Pankreatitis : https://www.verbformen.com/declension/nouns/Pankreatitis.htm

  3. The National Pancreas Foundation : About Acute Pancreatitis : https://pancreasfoundation.org/patient-information/acute-pancreatitis

  4.  BCPT Pathophysiology and Treatment of Acute Pancreatitis : New Therapeutic Targets – A Ray of Hope? : https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1742-7843.2005.pto_274.x

  5. Researchgate : Acute Pancreatitis: Pathophysiology, Clinical Aspects, Diagnosis e Treatment : https://www.researchgate.net/publication/269756969_Acute_Pancreatitis_Pathophysiology_Clinical_Aspects_Diagnosis_e_Treatment

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 52 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 25 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *