Pola Asuh Anak

Pola asuh adalah cara maupun gaya pengasuhan anak. Pola asuh adalah metode dimana orang tua mendidik, membesarkan, memperlakukan, mendisiplinkan anak dalam masa pertumbuhan dimana bergantung pada macam-macam pola asuh. Pola asuh adalah praktik dimana mempunyai tiga tujuan utama, yakni memastikan kesehatan anak, mempersiapkan anak sampai seumur hidup supaya sanggup produktif, serta mengajarkan nilai-nilai budaya. Definisi pola asuh adalah proses dimana sanggup mendukung pengembangan fisik, emosional, sosial, serta intelektual anak dari masa dini hingga dewasa. Definisi pola asuh adalah hal dimana sanggup mengarah pada aspek-aspek membesarkan anak selain hubungan biologis. Pola asuh lazimnya dilakukan oleh orang tua biologis yang bersangkutan. 

Meskipun sebagian kasus, anak yatim piatu maupun ditinggalkan menerima perawatan orang tua tidak sedarah. Definisi pola asuh adalah kemampuan alami, kualitas, serta aksi setiap orang tua dalam memelihara, mengasihi, menyediakan, serta berkontribusi pada pertumbuhan anak. Pola asuh anak sangat mempengaruhi pertumbuhan anak hingga dewasa, dimulai dari karakter, sikap, serta tingkah laku. Sejumlah orang tua berharap bahwa anak-anak mereka mengikuti apa yang mereka mau. Pola asuh anak lazimnya dipakai dalam psikologis saat ini dimana berdasarkan karya Diana Baumrind. Baumrind memperlihatkan bahwa anak-anak pra sekolah menunjukkan tipe tingkah laku berbeda. Setiap tingkah laku sangat berkorelasi dengan tipe pola asuh tersebut. Karya Baumrind adalah hubungan dekat antara macam-macam pola asuh serta tingkah laku anak-anak. 

Pola asuh yang berbeda sanggup mengakibatkan pembangunan anak yang berbeda. Orang tua adalah guru pertama untuk anak mereka dalam mengetahui banyak hal. Orang tua mempunyai tanggung jawab besar dalam memberi asupan yang cocok untuk anak. Pola asuh anak yang baik adalah metode dimana dilakukan dengan cinta, kasih sayang, serta kelembutan. Perkembangan serta pertumbuhan karakter setiap anak tergantung pada macam-macam pola asuh yang diterapkan oleh orang tua masing-masing anak. 

Otoritatif Pola asuh anak

Pola asuh otoritatif, dimana orang tua memelihara, responsif, serta mendukung, tetapi memastikan batas tegas untuk anak-anak mereka. Orang tua memperhatikan tingkah laku anak dengan cara menjelaskan aturan serta mendiskusikan. Anak-anak tumbuh dengan metode dimana mengarah dengan sikap ramah, energik, ceria, mandiri, sanggup memperhatikan diri sendiri. Sikap ingin tahu, memiliki jiwa kooperatif, serta mengarah pada pencapaian. 

Sejumlah impak pola asuh otoritatif sanggup diterapkan oleh orang tua :

  • Mempunyai jiwa sosial yang baik
  • Kreatif
  • Percaya diri
  • Mudah bergaul
  • Sanggup menyelesaikan masalah dengan baik

Parenting Style

Pola asuh anak Otoriter

Pengertian otoriter adalah metode dimana adanya aturan-aturan canggung. Pengertian otoriter adalah metode dimana kebebasan setiap anak sangat dibatasi oleh orang tua. Orang tua menginginkan anaknya berperilaku sesuai apa yang orang tua mereka inginkan. Jika setiap aturan dilanggar oleh anak, maka orang tua beraksi keras kepada anak, lazimnya dihukum lewat kekerasan fisik. Pengertian otoriter adalah gaya pola asuh dimana mengajarkan anak dimana sanggup tumbuh menjadi seorang yang kasar. Anak-anak selalu berfokus pada kemarahan yang sering mereka rasakan daripada memikirkan bagaimana memiliki masa depan yang baik. Anak-anak dari orang tua otoriter berada pada risiko lebih tinggi dalam mengembangkan masalah harga diri karena pendapat mereka tidak dihargai.

Berikut pengaruh pola asuh otoriter :

  • Lemah
  • Ragu mengambil keputusan
  • Tidak mempunyai motivasi dari keluarga
  • Takut dalam berpendapat

Permisif Pola asuh anak

Permisif artinya teknik hangat, namun longgar. Orang tua gagal menetapkan setiap ketentuan, gagal memantau kegiatan anak-anak secara detail. Permisif artinya proses dimana orang tua merelakan kebebasan pada anak-anak, mengikuti kemauan setiap anak. Permisif artinya dimana orang tua tidak memberi tuntutan yakni hukuman bila anak membuat kesalahan.

Dampak dari pola asuh permisif, yakni:

  • Pemberontak
  • Mendominasi
  • Prestasi rendah
  • Tidak percaya diri
  • Mempunyai arah hidup tidak jelas

Tidak terlibat

Artinya orang tua tidak responsif, tidak bersedia, serta menolak. Anak-anak dengan orang tua yang tidak terlibat cenderung berjuang dengan masalah harga diri. Anak-anak bertumbuh dengan pola asuh dimana orang tua tidak terlibat cenderung mempunyai harga diri rendah, sedikit percaya diri, selalu mencari peran lain, terkadang tidak layak. 

Referensi

  1. Definitions: Parenting
    https://www.definitions.net/definition/parenting
  2. APA: what is parenting
    https://www.apa.org/topics/parenting/
  3. Parenting for brain: what is parenting style https://www.parentingforbrain.com/4-baumrind-parenting-styles/
  4. Web MD; parenting style
    https://www.webmd.com/parenting/features/parenting-styles#1
  5. APA: parenting style
    https://www.apa.org/act/resources/fact-sheets/parenting-styles

Mahendra Pratama

Mahendra Pratama, seorang ahli gizi berusia 42 tahun dan bekerja di Handal Dok sebagai penulis/editor. Ia lulus dari Universitas Wijaya Kusuma sekitar 15 tahun yang lalu. Dia adalah mahasiswa yang berprestasi. Mahendra sering menulis artikel tentang nutrisi atau cara menjaga kesehatan. Dia memiliki hobi - yoga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *